• Home
  • Advertorial
  • Genap Berumur 8 Tahun, Pemkab Meranti Terus Gesa Pembangunan

Genap Berumur 8 Tahun, Pemkab Meranti Terus Gesa Pembangunan

Rabu, 21 Desember 2016 14:27
BAGIKAN:

MERANTI - Saat ini Kabupaten Kepulauan Meranti telah resmi berumur 8 tahun sejak memisahkan diri dari kabupaten induk yakni Kabupaten Bengkalis pada 19 Desember 2008 silam, berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2009. Berbagai upaya pembangunan pun terus digesa untuk mengejar berbagai ketertinggalan. Baik dari segi infrastruktur dasar, jalan, listrik dan air bersih, maupun sektor penting lainnya, seperti kesehatan dan pendidikan.

Perlahan namun pasti, seiring berjalannya waktu apa yang menjadi cita-cita bersama tersebut mulai terwujud meskipun belum maksimal dan masih terdapat kekurangan di sana-sini. Meski begitu, semua pihak menyadari untuk melaksanakan pembangunan tentunya tidak semudah membalikkan telapan tangan. Apalagi kabupaten yang berada di pesisir Selatmalaka ini merupakan kawasan dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi Riau.

Berdasarkan catatan statistik, tahun awal pemekaran angka kemiskinan di Meranti mencapai 43 persen dengan angka penduduk lebih kurang 180 ribu jiwa. Dibawah kepemimpinan Irwan Nasir sebagai bupati angka itu perlahan dapat ditekan. Kini tercatat angka kemiskinan menurun menjadi 33,4 persen dnegan pertambahan populasi penduduk menjadi 230 ribu jiwa.

"Dulu dengan angka kemiskinan yang tinggi menjadikan Meranti ini sarang premanisme sehingga menyebabkan kondisi yang tidak kondusif. Namun kini kondisi itu sudah jauh berubah berkat perjuangan kita bersama," tutur Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, saat menjadi inspektur upacara Hari Jadi Kepulauan Meranti ke 8 Tahun 2016 di Halaman Kantor Bupati, Jalan Dorak, Selatpanjang, Senin (19/12).

Target meningkatkan elektrifkasi atau pasokan listrik ke pemukiman masyarakat di berbagai pelosok desa juga mengembirakan. Jika awal pemekaran tingkat elektrifikasi di Meranti hanya sekitar 32 persen kini telah naik menjadi 87 persen.

"Sejak pemekaran, Pemkab Meranti telah merekrut lebih kurang 5000 pegawai aparatur sipil negara dan juga honorer," jelas Irwan.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan saat ini sedang ada tren baru di jajaran Pemkab Meranti. Dimana banyak pegawai negeri yang mengurus pindah tugas ke daerah lain dampak dari penurunan ekonomi daerah akibat rasionalisasi anggaran oleh pemerintah pusat. Kondisi itu sangat melukai hati masyarakat Kepulauan Meranti yang telah mempercayakan penyelenggaraan pemerintahan kepada para ASN yang lulus seleksi CPNS.

"Banyak orang luar yang jadi PNS di Meranti. Harus disadari bahwa anda sudah mengambil peluang kerja dari putra-putri tempatan yang notabene juga berkeinginan menjadi PNS. Jadi saya ingatkan, anda sudah berjanji untuk mengabdi dan tidak ada yang memaksa. Tolong pahami itu, tunjukkan kesetiaan dan loyalitas sebagaimana susahnya anda untuk menjadi pegawai di daerah ini," tukas bupati.

Di periode kedua ini, Irwan terus melanjutkan visi dan misi yang sudah menjadi kerangka kerja pemerintahannya. Dengan visi Menjadikan Kepulauan Meranti sebagai Kawasan Niaga yang Maju dan Unggul Menuju Masyarakat Madani.

Untuk mewujudkan itu pula telah ditetapkan misi untuk 2016-2021, yakni Meningkatkan mental dan spritual masyarakat menuju masyarakat beraklakul kharimah, Meningkatkan infrastruktur dasar dalam rangka merangkai pulau, membuka isolasi daerah, termasuk revitalisasi air bersih dan peningkatan elektrifikasi. Kemudian meningkatkan kwalitas pendidikan sesuai kasanah dan kearifan lokal, meningkatkan kwalitas SDM dan produktifitas, meningkatkan hasil pertanian dan peternakan maayarakat, mendorong investasi dan kemudahan usaha. Misi selanjutnta mendorong upaya pembangunan berbasis lingkungan, birokrasi yang bersih bebas KKN serta mengembangkan kebudayaan sanggar dan olahraga berbasis kearifan lokal dan kasanah Melayu.

Salah seorang tokoh pemekaran Meranti yang menjabat Plt Gubernur Riau pada tahun 2008, Wan Abu Bakar, mengkritik beberapa hal yang harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kabupaten dalam menjaga cita-cita awal pemekaran. Diantaranya pembangunan yang masih kurang merata dan terkesan fokus di ibukota Selatpanjang saja.

"Memang kita sudah menuju ke arah yang benar seperti yang dicita-citakan pada awal pemekaran. Namun perlu juga diingatkan agar pemerintah daerah harus tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar sehingga membuka wilayah pemukiman baru karena saat ini penduduk menumpuk di wilayah perkotaan. Perbaikan infrastrukut pasti akan otomatis meningkatkan perkonomian dan taraf hidup masyarakat," kata anak watan Kepulauan Meranti itu.

Harapan yang sama juga disampaikan tokoh masyarakat Meranti lainnya, Tarmizi Tohor. Direktur Pemberdayaan Zakat di Kementerian Agama ini mengaku dibanding awal pemekaran dengan kondisi sekarang sudah banyak terjadi perubahan meskipun belum maksimal. Untuk itu dia berharap Pemkab Kepulauan Meranti terus meningkatkan kordinsi dengan berbagai pihak serta memprioritaskan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan juga pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat.

"Kita pahami membangun itu harus bertahap, tidak bisa bimsalabim. Yang harus dipegang, cita-cita awal mengentaskan kemuskinan. Dan kita (Meranti) sudah mulai ke arah sana," jelas mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Riau itu.

Memperingati hari jadi kedelapan tahun 2016 ini, Pemkab Meranti menyelenggarakan berbagai kegiatan dan perlombaan bagi masyarakat. Diantaranya, jalan santai berhadiah, lomba pidato dan memasak, becak hias, tabligh akbar hingga kenduri sekampung. Apel peringatan hari jadi juga dilanjutkan dengan Rapat Paripurna di Balai Sidang DPRD Kepulauan Meranti.

Berbagai pesta rakyat itu dilaksanakan Pemkab Kepulauan Meranti untuk memeriahkan hari kelahiran Kabupaten Kepulauan Meranti yang kedelapan ini. Hal ini dilakukan bertujuan agar seluruh masyarakat Kepulauan Meranti larut dalam euforia hari jadi kabupaten yang berjuluk kota sagu itu.

Sejumlah tamu undangan dan para tokoh juga terlihat hadir dalam peringatan hari bersejarah Kepulauan Metanti itu. Diantaranya, tokoh pemekaran Meranti, Sofyan Hamzah dan Jahlela Waty. Ketua DPRD Meranti, Fauzi Hasan, Wakil Bupati Said Hasyim, Kapolres AKBP Barliansyah, Sekda Yulian Norwis serta pimpinan instansi lainnya dan juga ratusan peserta upacara. (adv)

 

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Hotda Momentum Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

    MERANTI -Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Julian Norwis SE MM, bertindak sebagai Inspektur peringatan hari Otonomi Daerah Ke-XIX Tahun 2017, pada kesempatan itu ia menegaskan ja
  • Pelatih Gulat Meranti Kecewa, Ini Penyebabnya

    MERANTI - Pelatih Gulat Kabupaten Kepulauan Meranti, Husin (54) sangat kecewa atas sikap Pengurus Provinsi Riau, kerena tidak memberikan perhatian terhadap pelatih di Meranti yang
  • Pemkab Meranti Gelar Rakor, Bahas Ketersediaan Sembako Jelang Ramadhan

    MERANTI -Antisipasi ketersediaan bahan pokok dan BBM menghadapi Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H di Kebupaten Kepulauan Meranti, Pemerintan Daerah (Pemda) Kabupaten K
  • MTQ ke IX Kecamatan Tebingtinggi Resmi Ditutup Bupati Meranti, Kelurahan Selatpanjang Kota Juara Umum

    SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, menghadiri sekaligus menutup secara resmi Mushabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Kecamatan Tebingtinggi yang ke-IX tahun 2
  • KOMENTAR