Pemkab Bengkalis Targetkan Bebas Rabies

Minggu, 03 Juni 2018 15:30
BAGIKAN:

BENGKALIS - Rabies adalah penyakit Zoonotik yang menyebabkan kematian sangat tinggi dan dalam hal ini menyebabkan keresahan dan mengganggu ketenteraman batin.Pemyakit Rabies dapat ditularkan melalui gigitan oleh Hewan Penular Rabies (HPR), yaitu  Anjing, Kera, Kucing dan lainnya.

Secara teknis rabies dapat dikendalikan dan diberantas, apabila kasus terjadi pada manusia maka dapat dicegah dengan menggunakan Vaksinasi Anti Rabies (VAR) dengan tepat waktu. Anjing merupakan reservoir rabies, pengendalian pada anjing sebagai reservoir maka sekaligus dapat meminimalisasi resiko pada manusia.

Dalam UU nomor 41 Tahun 2014 tentang perubahan UU nomor 18 Tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan, dinyatakan bahwa penyakit zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia atau sebaliknya. Dan dalam UU nomor 24 Tahun 2007, secara tegas ditetapkan oleh Pemerintah, bahwa Zoonosis termasuk ke dalam Bencana Non Alam.

Secara budaya, Masyarakat Bengkalis di beberapa wilayahnya, anjing merupakan hewan peliharaan yang sangat dekat dengan pemiliknya, dapat sebagai penjaga rumah dan kebun, berburu, teman berlayar dan sebagai hadiah / pemberian.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam hal ini Dinas Pertanian, konsentasi dan fokus dalam pemberantasan dan penanggulangan rabies, berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Kesehatan RI, Menteri Pertanian RI, dan Menteri Dalam Negeri RI nomor 279A/Men.Kes/SK/VIII/1978 ; 522/Kpts/Um/8/78 ; 143 tahun 1978 tentang peningkatan pemberantasan dan penanggulangan rabies.

Kemudian berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian RI nomor 14029/pk.320/f.4/03/2016 tentang status rabies di Bengkalis, serta Peratuan Bupati Bengkalis nomor 97 tahun 2017 tentang pencegahan, pengamanan dan pemberantasan rabies di kabupaten Bengkalis.

Kabupaten Bengkalis yang secara wilayah berada di daratan pulau sumatera, juga memiliki pulau yaitu pulau Bengkalis dan pulau Rupat. untuk itu, Pemkab Bengkalis dalam sangat memungkinkan untuk dilakukan pemberantasan rabies dari pulau ke pulau.

Berdasarkan  data situasi Rabies yang terjadi di Kabupaten Bengkalis dari Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis,   yaitu terjadi di Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat.

Berikut situasi Rabies di Pulau Bengkalis sampai dengan Februari Tahun 2018, yaitu :

1. Tahun 2009, terdapat kasus pengigitan sebanyak 120, positif terjangkit rabies 10.

2. Tahun 2010,  terdapat kasus pengigitan sebanyak 19, positif terjangkit rabies 3.

3. Tahun 2011, terdapat kasus pengigitan sebanyak 53, positif terjangkit rabies 3.

4. Tahun 2012, terdapat kasus pengigitan sebanyak 60, positif terjangkit rabies 0.

5. Tahun 2013, terdapat kasus pengigitan sebanyak 85, positif terjangkit rabies 0.

6. Tahun 2014, terdapat kasus pengigitan sebanyak 54, positif terjangkit rabies 0.

7. Tahun 2015, terdapat kasus pengigitan sebanyak 63, positif terjangkit rabies 2.

8. Tahun 2016, terdapat kasus pengigitan sebanyak 61, positif terjangkit rabies 2.

9. Tahun 2017, terdapat kasus pengigitan sebanyak 28, positif terjangkit rabies 0.

10. Tahun 2018, terdapat kasus pengigitan sebanyak 2, positif terjangkit rabies 0.
 

Sedangkan situasi Rabies di Pulau Rupat sampai dengan Februari Tahun 2018, adalah :

1. Tahun 2009, terdapat kasus pengigitan sebanyak 8, positif terjangkit rabies 2.

2. Tahun 2010,  terdapat kasus pengigitan sebanyak 1, positif terjangkit rabies 0.

3. Tahun 2011, terdapat kasus pengigitan sebanyak 1, positif terjangkit rabies 0.

4. Tahun 2012, terdapat kasus pengigitan sebanyak 0, positif terjangkit rabies 0.

5. Tahun 2013, terdapat kasus pengigitan sebanyak 0, positif terjangkit rabies 0.

6. Tahun 2014, terdapat kasus pengigitan sebanyak 0, positif terjangkit rabies 0.

7. Tahun 2015, terdapat kasus pengigitan sebanyak 0, positif terjangkit rabies 0.

8. Tahun 2016, terdapat kasus pengigitan sebanyak 4, positif terjangkit rabies 0.

9. Tahun 2017, terdapat kasus pengigitan sebanyak 2, positif terjangkit rabies 0.

10. Tahun 2018, terdapat kasus pengigitan sebanyak 0, positif terjangkit rabies 0.

Situasi Rabies diatas berasal dari Jenis HPR di Pulau Bengkalis berasal dari Anjing (86%), Kucing (5%) dan Kera (9%), sedangkan di Pulau Rupat dari Anjing (100).



Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis, H. Arianto, secara tegas menyatakan bahwa Pemkab Bengkalis akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadikan Pulau Rupat dan Pulau Bengkalis, Bebas Rabies.

"Untuk mwngejar target bebas rabies tersebut, Dinas Pertanian secara rutin berkelanjutan lakukan program sosialisàsi dan vaksinasi pada hewan pembawa rabies, seperti anjing, kucing dan kera, " katanya.

Selain itu, Dinas Pertanian sekarang sudah memiliki Puskeswan di 8 Kecamatan dengan satu dokter hewan, para medis dan administrasinya, kecuali di kecamatan Mandau dan Pinggir masing - masing memiliki 2 dokter hewan, karena wilayahnya luas.

"Program vaksinasi di setiap kecamatan dilaksanakan dengan memaksimalkan dan memanfaatkan tenaga dokter hewannya, " tambahnya.

Terkait terjadinya pemekaran kecamatan dari 8 menjadi 11 kecamatan di kabupaten Bengkalis, masih terangnya, maka Dinas Pertanian akan membangun 3 Puskeswan baru untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Dalam lakukan program sosialisasi terkait pemberantasan Rabies, selain kepada masyarakat, kami secara khusus juga mensosialisasikan kepada anak - anak sekolah, dengan progam Dokter Hewan Kecil, " ujarnya.

Dengan program dokter hewan kecil ini, pemkab Bengkalis berharap dapat memaksimalkan pengetahuan terkait pemberantasan rabies dan kewaspadaan pada usia dini bahwa mereka secara sadar dan memahami bahwa hewan - hewan pembawa rabies ada disekitar lingkungannya.

Sebagai informasi, bahwa Kabupaten Bengkalis telah ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai salah satu (dari empat) daerah percontohan Nasional dalam Pengendalian Penyakit Infeksius Baru (EID) pada tahun 2017.

Secara terpisahpun, Kabid Peternaka  dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis, Amri Noer, menyampaikan bahwa status bebas rabies akan diberikan apabila dalam 4 tahun berturut - turut tidak terjangkit penyakit rabies di daerah tersebut.

"Untuk di Pulau Rupat ditargetkan bebas rabies di tahun 2018 ini, dan untuk Pulau Bengkalis kita targetkan di tahun 2020, " tegasnya.

Untuk itu, masih tambahnya, Pemkab Bengkalis akan memaksimalkan  Puskeswan sebagai garda terdepan pemberantasan rabies di Kabupaten Bengkalis.

"Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis memiliki layanan dan pengaduan masyarakat terkait program pemberantasan rabies, yaitu di Halo Rabies PHMS kabupaten Bengkalis, silahkan hubungi 081268869498, hanya untuk sms dan chating WA, atau datang langsung ke puskeswan terdeKat, " paparnya.

Terkait Strategi Pengendalian dan Penanggulangan Rabies di Kabupaten Bengkalis, Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis, Drh. Hani Muhamad Mardani, menyampaikan ada langkah yang diterapkan selama ini, yaitu :
1. Regulasi
2. Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)
3. Vaksinasi
4. Surveilance
5. Kontrol Populasi
6. Pemgawasan Lalu Lintas

"Peran dan tanggung jawab pemberantasan rabies adalah pemerintah kabupaten, propinsi dan pusat, " terangnya.

Untuk mewujudkan Bengkalis Indah Tanpa Rabies, masih tambahnya, Pemda Bengkalis telah mengeluarkan kebijakan - kebijakan, penyediàan infrastruktur, inovasi dan kolabolarasi gerak semua stake holder.

Gerak langkah Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis dalam pengendalian dan penanggulangan rabies di kabupaten Bengkalis, mendapat apresiasi dan dukungan yang kuat dari Unsur pimpinan DPRD Kabupaten Bengkalis, yang juga anak watan pulau Rupat, Kaderismanto.

"Penyakit Rabies adalah mematikan, kami atas nama pimpinan DPRD dan masyarakat khususnya pulau Rupat, mengucapkan terima kasih atas kerja keras Dinas Pertanian dalam mengendalikan dan menanggulangi penyakit rabies, dengan target kabupaten Bengkalis bebas Rabies," katanya.

Program Dokter hewan kecil, masih tambahnya, adalah salah satu terobosan program cegah dini dan sosialisasi pada usia dini yang efektif dan berdaya guna tinggi.

"Kami sangat mendorong sosialisasi, vaksinasi dan program dokter hewan kecil demi suksesnya Pemkab Bengkalis wujudkan Bengkalis Bebas rabies, yang tentunya ditunjung sarana dan prasarana serta tenaga medis yang memadai di seluruh kecamatan se kabupaten Bengkalis sekarang ini, " pungkasnya.

Selanjutnya, salah seorang tokoh masyarakat Sengoro, Bengkalis, Amir Syarifuddin, memberikan apresiasi kepada kinerja dinas pertanian yang selalu rutin dan  berkelanjutan sosialisasi dan vaksinasi pemberantasan rabies.

"Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemkab Bengkalis, khususnya Dinas Pertanian dalam hal pemberantasan rabies, karena dalam setiap kegiatan sosialisasi dan vaksinasi yang dilaksanakan selalu dilibatkan semua elemen dan masyarakat, sehingga tercipta kondisi rasa aman dan nyaman terhindar dari penyakit rabies, " ujarnya.[boc]

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Pemuda dan Masyarakat Karang Anyer Duri Deklarasikan Dukungan Pemenangan Jokowi 1 Periode Lagi

    MANDAU - Ratusan Pemuda dan Masyarakat yang tergabung dalam Tim Deklarasi  Relawan Pemuda dan Masyarakat, Pemenangan Jokowi 1 Periode Lagi Kabupaten Ben

  • Kapolres Bengkalis, AKBP Yusup Rahmanto Pimpin Sertijab Kapolsek Bantan

    BENGKALIS - Kapolres Bengkalis, AKBP Yusup Rahmanto, S.I.K, MH Memimpin Upacara serah terima jabatan Kapolsek Bantan Polres Bengkalis yang sebelumnya di jabat oleh AKP Yuherm

  • Wabup Pelalawan Minta Warga Untuk Menerima Hasil Pilkades 2018

    PELALAWAN - Sebanyak 43 desa di Kabupaten Pelalawan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2018, Rabu, 17 Oktober 2018. Wakil Bupati Pelal

  • Temuan Bayi Gegerkan Warga Siak Kecil

    SIAK KECIL - Senin, 15 Oktober 2018 malam kemarin sekitar pukul 19.30 WIB, warga di Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis dihebohkan dengan temuan bayi p

  • KOMENTAR