TAHUKAH ANDA

Perempuan Pertama Penjinak Bom Gegana Polri

Senin, 13 Februari 2017 10:44
BAGIKAN:
Angkasa
Perempuan Pertama Penjinak Bom Gegana Polri

Pernahkah Anda membayangkan pekerjaan sebagai penjinak bom? Sungguh sulit untuk membayangkannya, karena inilah salah satu pekerjaan paling berbahaya di dunia. Namun tantangan itu diambil oleh AKP Ryke Rhimadila dan malah dipercaya menjadi Perwira Seksi Operasi Detasemen B Jibom (Penjinak Bom) Satuan I Gegana Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada 2011-2013.

Ryke merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2009 dan merupakan Angkatan ke-6 Taruni Akpol. Ryke sendiri merupakan lulusan Akpol dengan latar belaakng sarjana. Pada saat itu Polri membuka kesempatan tidak hanya kepada lulusan SMA, tapi juga sarjana S1 untuk masuk Akpol. Tahun 2007 itu, Akpol menerima 230 masukan sarjana dan 70 masukan SMA.

Saat ini Ryke dipercaya mengabdi di almamaternya sebagai Kepala Satuan Taruna di Akpol. “Saya berharap bisa berbagi pengalaman selama berdinas selama ini terutama di Brimob,” ujar Ryke.

“Akpol dari sarjana dibutuhkan karena dianggap lebih dewasa untuk menghadapi situasi di masyarakat,” jelas Ryke yang menambahkan saat itu diterima 50 perempuan untuk menjadi taruni Akpol. Perekrutan asal sarjana untuk Akpol hanya berlangsung dua kali, 2007 dan 2008.

Sumber gambar: Suharso Rahman

Sumber gambar: Suharso Rahman

“Saya masuk Akpol atas keinginan sendiri, kebetulan ayah saya Tamtama Polisi, jadi ada keinginan membahagiakan orang tua dan ingin membuktikan bahwa wanita juga bisa masuk ke Akpol tanpa bantuan siapapun,” akunya.

Di wisuda tahun 2009, 66 orang masuk Brimob dengan dua di antaranya perempuan yaitu Ryke Rhimadila dan Iptu Yokbeth Wali. Sempat bingung di awal masuk Brimob, namun lama kelamaan Ryke mulai menyenangi pekerjaannya dan malah lulus sekolah terjun payung Polri tahun 2010.

“Penempatan di Brimob adalah jalan Tuhan, saya dipilih. Kenapa saya dimasukkan di sini, itu adalah proses, bahwa saya harus belajar, bahwa yang saya hadapi bukan lagi kejahatan biasa seperti maling tapi adalah terorisme dan konflik berintensitas tinggi,” beber Ryke.

Agar sah sebagai keluarga besar Brimob, Ryke harus melalui pendidikan pembentukan Brimob di Pusdik Brimob Watukosek, Jawa Timur. Ia menjadi satu-satunya perempuan di antara 60 Polki (polisi laki-laki). Beratnya medan di Pusdik dilalui Ryke. “Saya tidak mau mengeluh. saya harus survive. Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah,” yakin sarjana Hukum Universitas Jember ini.

Saat dipercaya sebagai Pasiops Den B Jibom Gegana, ia membawahi staf.“Saya operator bom,” katanya.

Iptu Ryke bersama polwan lain yang sama-sama bertugas di Brimob. Sumber gambar: Suharso RahmanIptu Ryke bersama polwan lain yang sama-sama bertugas di Brimob. Sumber gambar: Suharso Rahman

Saat itu Ryke pernah memimpin tim di Hotel Pacific Place, pengamanan untuk RI-1 dan RI-2 dan mengikuti seminar teknisi bom se-Asia selama 4 hari di Filipina. “Sebagai Pasiops, saya bertanggung jawab mengoperasikan dan menggerakan unit-unit di Den B.”

Di lingkungan Korps Brimob, penugasan Polwan memang masih terbatas. Saat itu saja jumlah Polwan di Mako Korps Brimob hanya 34 orang yang rata-rata di staf. Tidak sampai 10 orang yang berada di unit operasional. Padahal tugas-tugas terkait kejahatan berintensitas tinggi seperti terorisme, juga membutuhkan kehadiran Polwan Brimob ketika toh ada pelaku perempuan sehingga dibutuhkan personel perempuan juga.

Terkait hari Kartini, Ryke berpesan kepada semua perempuan Indonesia bahwa setiap pekerjaan pasti ada risikonya, tinggal bagaimana kita mampu menyikapinya. Sebagai anggota Brimob risiko itu bisa diminimalisir dengan berlatih. Dan sebagai perempuan, tiada pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan apabila kita punya niat dan kemauan serta ketekunan. “Kita bisa melakukan semua pekerjaan dan kesuksesan pasti menyertai mereka yang mencintai pekerjaannya,” tutur Ryke.

Menurut seorang perwira Brimob saat itu, Ryke Rhimadila adalah perempuan Indonesia pertama yang ditempatkan di satuan elite seperti Gegana. “Ia mengikuti pendidikan pembentukan serupa dengan polisi laki-laki,” bisiknya.***
 

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • KPK Tetapkan Irjen Kemendes Tersangka, 'PERHATIAN' Jadi Kode Kesepakatan Uang Suap

    JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, menceritakan kronologis kasus suap opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BP
  • Kutuk Bom Kampung Melayu dan ISIS, Adhyaksa Dault: Rasulullah Tidak Pernah Meminta Kita Mendirikan Negara Islam

    JAKARTA – Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault mengucapkan belasungkawa untuk para korban bom di Kampung Melayu pada Rabu (25/5/2017) malam.
  • Tukang Pijat di Duri Ditemukan Tewas, Wiih.. Kondisinya Telanjang Bulat

    DURI - Mailiswati (49), wanita tukang pijat, ditemukan sudah tidak bernyawa di kamar  kontrakannya di Jalan Lintas Pekanbaru-Duri Km 99, Desa Tenggana
  • KOMENTAR