Waspada 'Gonggongan' Politik di Tahun Anjing Bumi

Selasa, 02 Januari 2018 02:11
BAGIKAN:
Tiga tahun Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla.

JAKARTA - Selamat Datang 2018. Hingar-bingar pesta kembang api dan petasan usai sudah. Kini, saatnya menatap masa depan yang lebih baik.

Kalau berdasarkan Fengshui, 2018 adalah tahun Anjing Bumi. Tahun yang akan membawa kesuksesan bagi mereka yang memiliki kemurahan hati, integritas dan kejujuran yang tinggi.

Namun, sisi lain, ada pepatah yang mengatakan, 'Jangan pernah meremehkan kekuatan Anjing.' Ia mungkin terlihat seperti tidur atau tidak tertarik, tapi sebenarnya selalu mengawasi dan waspada terhadap segala hal yang akan membahayakan dirinya.

Kalau diterjemahkan dengan situasi saat ini, yang harus diwaspadai adalah tanda-tanda munculnya masalah keamanan dan gerakan sosial konservatif dalam masyarakat.

Hal ini tidak bisa dianggap sepele, karena 2018 merupakan tahun politik, di mana pemilihan kepala daerah digelar serentak.

Selain itu, 2018 menjadi barometer untuk pemilihan anggota legislatif serta pemilihan presiden dan wakil presiden tahun berikutnya.

Dilansir dari Viva.co.id,  Presiden Joko Widodo juga sudah mengakui kalau 2018 dan 2019 merupakan tahun sangat krusial demi kelangsungan pemerintahannya.

Ia mengingatkan agar Kementerian dan Lembaga (K/L) tidak menerbitkan peraturan-peraturan baru yang bisa membuat gejolak di masyarakat.

“Setiap peraturan harus dibicarakan terlebih dahulu dalam rapat terbatas sebelum dikeluarkan,” kata Jokowi, mengingatkan, belum lama ini.

 

Sulitnya Kontrol Medsos

Menanggapi hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu Indonesia, Girindra Sandino, melihat informasi politik menjadi tren untuk saling memata-matai lawan politik.

"Informasi politik menentukan keberhasilan sebuah strategi politik dalam mengambil keputusan. Caranya bisa dari mana saja, seperti pengumpulan data dan analisa," kata dia di Jakarta, Minggu, 31 Desember 2017.

Akan tetapi, Girindra melanjutkan, informasi politik yang didapat tentu harus berkualitas karena akan berdampak pada penguasaan pertarungan.

"Siapa pun yang menguasainya (informasi politik), maka menguasai setengah dari kemenangan pertarungan elektoral," ujarnya, menegaskan.

Karena masifnya pencarian informasi inilah tidak jarang berita-berita palsu (hoaks) dikeluarkan dengan begitu derasnya untuk mengacaukan strategi lawan politik yang sedang mencari informasi valid.

"Di sinilah peran media sosial. Apalagi sekarang partai politik punya pasukan siber. Bahkan, Bawaslu sedang melakukan pemetaan dengan menggandeng Kemenkominfo serta Direktorat Cybercrime Mabes Polri," jelas Girindra.

Ia juga mengingatkan kalau isu SARA dan radikalisme seperti yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta lalu, tetap melekat.

Girindra mengakui jika sulit untuk mengontrol media sosial dalam ranah kontestasi demokrasi.

"Sikap represi terhadap mereka yang dianggap radikal terkadang tak lagi terbingkai dalam konteks yuridis, tapi sudah menyeberang ke bentuk perang sosial," paparnya.

Medan konfrontasi terhadap mereka yang dianggap ancaman terhadap Pancasila dengan isu SARA dan radikalismen dapat meluas tanpa terkendali.

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Seorang Ibu Mengamuk Histeris di Disdukcapil, Ini yang Terjadi..?

    PELALAWAN - Seorang ibu berteriak histeris di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pelalawan, Kamis, 20 September 2018. Wan

  • Polres Kampar Laksanakan Apel Gelar Pasukan Ops Mantap Brata Muara Takus 2018

    KAMPAR - Rabu pagi (19/9/2018) pukul 08.15 WIB di Lapangan Pelajar Bangkinang dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Ops Mantap Brata Muara Takus 2018 Polres Kampar

  • Polres Meranti Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Muara Takus Tahun 2018

    MERANTI - Polres Meranti Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Muara Takus Tahun Tahun 2018 bertempat di Halaman Mapolres Kep. Meranti Jl. Pembangunan I Se

  • Kapolda Riau Pimpin Apel Gelar Pasukan Mantap Brata Muara Takus 2019

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Daerah Riau Irjen Pol Drs. Widodo Eko Peihastopo MM tadi pagi pimpin apel gelar pasukan Mantap Brata Muara Takus tahun 2019. Ra

  • KOMENTAR