Bahas Soal Alokasi Anggaran, Komisi II DPRD Meranti Konsultasi ke Bappeda Litbang Riau

Jumat, 31 Januari 2020 09:43
BAGIKAN:
MERANTI - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti melakukan kunjungan konsultasi Ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Badan Litbang Provinsi Riau, Kamis (30/01/2020) di Jalan Gajah Mada Pekanbaru.
 
Kunjungan dalam rangka mempertanyakan perencanaan dan alokasi program dan anggaran untuk Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2020 dan Tahun 2021.
 
Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Meranti Taufiek SM. Ikut serta dalam kunjungan konsultasi tersebut Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti Iskandar Budiman SE, Sekretaris Komisi II Tengku M. Nasir, Anggota Komisi Fauzi Hasan SE, Pandumaan Siregar SP, Basiran SE MM, Muhammad Syafi'i, H. Hatta, Dedi Yuhara Lubis, Sekretaris DPRD Eri Suhairi serta Kabag Keuangan Sugiatsih SE.
 
Sementara dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Kepulauan Meranti ikut mendampingi Kepala Bidang Perencanaan M. Sakinul Wadi SHi.
 
Wakil Ketua Komisi II, Taufiek SM menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dalam rangka  mengetahui Alokasi Anggaran untuk Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2020 dan Tahun 2021.
 
"Kita ingin mengetahui program-program apa saja yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Meranti pada Tahun 2020 ini," ujar Taufiek.
 
Menurut Taufiek, selain program di Tahun 2020, perencanaan program di Tahun 2021 juga harus menjadi perhatian dari Bappeda Litbang Provinsi Riau. "Selama ini Kabupaten Kepulauan Meranti setiap tahunnya terabaikan dan seperti di anak tirikan dan kurang mendapat perhatian dibanding Kabupaten lain di Provinsi Riau. Hal tersebut dibuktikan dengan alokasi anggaran yang sedikit dibandingkan Kabupaten lain di Provinsi Riau" ujarnya. 
 
Taufiek juga berharap agar Pemerintah Provinsi Riau tidak mengalokasikan anggaran  untuk Kabupaten Kepulauan Meranti hanya berbentuk DED atau perencanaan saja tapi bagaimana DED atau perencanaan tersebut benar-benar dilaksanakan secara nyata. Selain infrastruktur, menurut Taufiek, bantuan di sektor pertanian, perkebunan, pendidikan serta kesehatan juga harus menjadi prioritas  untuk Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
Ditempat yang sama, anggota Komisi II, Fauzi Hasan SE juga berharap Bappeda Litbang Provinsi Riau dapat memetakan prioritas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan baik. "Kita mau pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau harus fokus. Pembangunan Jalan Kampung Balak - Alai - Selatpanjang yang sudah direncanakan dan terbengkalai saat ini harus menjadi prioritas" ujar Ketua DPRD Kepulauan Meranti Periode 2014 - 2019 tersebut.
 
Hal senada juga disampaikan anggota Komisi II Basiran SE MM. Menurutnya, pembangunan jalan Kampung Balak - Alai - Selatpanjang  harus segera dilaksanakan untuk membuka akses dan perputaran ekonomi masyarakat. "Saya kira beberapa bagian jalan yang menjadi masalah bisa dikaji dan diselesaikan" ujar politisi Gerindra tersebut.
 
Kepala Bidang 1 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Litbang Provinsi Riau Andi Ista Tutih yang membidangi bidang perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah menyampaikan bahwa pihaknya mempunyai semangat yang sama dalam upaya percepatan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
Andi Ista Putih juga menjelaskan bahwa alokasi anggaran ke Kab/Kota disusun berdasarkan kebutuhan dan prioritas bukan hanya presentasi.
"Kita selalu berkomitmen untuk membantu Pemerintah Daerah dalam upaya keberlanjutan pembangunan. Apa yang sudah disampaikan secara lisan nantinya harus diterjemahkan kedalam tulisan untuk ditindaklanjuti sesuai tahapan perencanaan" ujar Andi menambahkan.
 
Menurutnya, alokasi anggaran untuk Kabupaten Kepulauan Meranti untuk Tahun 2020 masih diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur dan Bantuan Keuangan (Bankeu) untuk membayar gaji guru dan bidang-bidang lainnya.
 
Kegiatan kunjungan konsultasi Komisi II DPRD Kepulauan Meranti tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk keberlanjutan  pembangunan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan diakhir dengan foto bersama dan bertukar cenderamata. (Adv)
BAGIKAN:
KOMENTAR