DPR Bengkalis Desak Pemprov Riau ll Selesaikan Masalah Penyerobotan Lahan

Kamis, 24 November 2016 14:56
BAGIKAN:
BENGKALIS-Anggota Komisi II DPRD Bengkalis yang membidangi masalah pembangunan termasuk sektor kehutanan dan perkebunan mendesak Pemprov Riau melalui Dinas Kehutanan untuk segera menangani masalah kehutanan khususnya penyerobotan lahan atau hutan milik Negara untuk perkebunan kelapa sawit diseluruh Kabupaten Bengkalis.

Hal itu dilontarkan H.Mawardi menyikapi berbagai dugaan praktek illegal yang dilakukan pengusaha-pengusaha sektor perkebunan di Pulau Rupat, Pulau Bengkalis, Bukitbatu, Siak Kecil dan daerah lainnya di Bengkalis. Pemprov Riau menurutnya harus segera menyelesaikan persoalan dugaan penyerobotan lahan atau hutan Negara yang dilarang dikonversi untuk kepentingan usaha, apalagi adanya dugaan perkebunan-perkebunan kelapa sawit milik pengusaha secara individu tidak punya izin.

"Masalah di sektor kehutanan untuk pembukaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bengkalis memang sudah lama berlangsung, tapi tidak ada tindakan yang dilakukan Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Bengkalis sejauh ini, sampai kemudian sesuai amanat uyndang-undang tugas masalah kehutanan diambil pemerintah provinsi,"terang Mawardi, kamis (24/11/2016).

Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini juga mengemukakan bahwa selain melakukan pemantauan, Pemprov Riau harus melakukan cek ulang terhadap seluruh perkebunan kelapa sawit di Kabupaten bengkalis apakah mereka sudah punya izin atau belum, juga soal amdal dan perizinan lainnya. Yang tak kalah pentingnya adalah kalau perusahaan memiliki izin, apakah luas lahan yang dikelola sudah sesuai dengan izin yang didapat.

Selain itu tukas Mawardi, untuk perkebunan kelapa sawit ada aturan yang mengharuskan melibatkan masyarakat  melalui pola plasma, atau perkebunan inti rakyat (PIR) sekitar 25 persen dari luas lahan yang digarap. Apakah pola PIR atau plasma tersebut sudah dijalankan perusahaan atau belum, juga ahrus ditelusuri.

"Pemprov Riau harus melakukan pemetaan serta penataan ulang perkebunan-perkebunan kelapa sawit yang ada di kabupaten Bengkalis, karena diyakini ada pengusaha yang tidak memiliki izin. Termasuk diantaranya mengecek perusahaan-perusahaan yang tidak merealisasikan pola plasma kepada masyarakat disekitarnya,"jelas Mawardi lagi.(B. One)  
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Pemuda desa Tanjung Datuk Siak Kecil Dicokok Polisi

    BENGKALIS -Pemuda asal desa Tanjung Datuk kecamatan Siak Kecil kabupaten Bengkalis, ST (26) terpaksa berurusan dengan Kepolisian Sektor Bukit Batu karena kedapatan membawa satu pak
  • Kapal Perang Koarmatim Berlayar Menjaga Perbatasan

    SURABAYA - Dalam rangka melaksanakan Manuver lapangan (Manlap) di Laut Jawa,  Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena)  Pangarmatim Kolonel Laut (

  • Saksi sebut Dua Perwira tahu Apri Adi Dipukul, Tapi tak Melarang

    BENGKALIS - Pengadilan Negeri Bengkalis menggelar Sidang lanjutan perkara penganiayaan Apri Hadi Honorer Dispenda kepulauan Meranti, Kamis (19/1/2017).

    Dalam persidangan
  • Langgar Zona Terlarang, Kapal Jaring Batu Ditangkap

    BENGKALIS -Kendati sering terjadi konflik antar nelayan terkait operasional kapal jaring batu khususnya di perairan Bantan, namun tak membuat jera kapal jaring batu untuk menangkap
  • KOMENTAR