Datangi Bappenas RI, Dewan Harap Pempus Lebih Perhatikan Kepulauan Meranti

Jumat, 26 Januari 2018 22:18
BAGIKAN:
MERANTI - Sebagai wilayah terluar 'pesisir' di Indonesia, Kepulauan Meranti masih dihadapkan dengan banyak kendala diberbagai sektor dalam pembangunan. Guna menggenjot ketertinggalan diberbagai bidang tersebut, Rombongan DPRD Kepulauan Meranti yang dipimpin langsung Ketua Fauzi Hasan SE, mendatangi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Jumat 26 Januari 2018.

Kedatangan rombongan legislator ini langsung disambut perwakilan Kementerian dalam hal ini Kepala Sub Direktorat Alokasi Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN/ Bappenas RI Firmansyah, SE, MAP, MIDS.

Dalam pertemuan itu, Fauzi Hasan mengatakan tujuan rombongan DPRD Kepulauan Meranti ke Bappenas untuk mengetahui alokasi anggaran untuk Kabupaten Kepulauan Meranti di APBN Tahun 2018 dan Tahun 2019.

"Kita Meminta komitmen dan bantuan dari Bappenas untuk memperhatikan Kabupaten Kepulauan Meranti dalam pengalokasian anggaran APBN" katanya.

Menurut Fauzi Hasan, Kabupaten Kepulauan Meranti masih jauh tertinggal dengan Kabupaten/ Kota lainnya di Indonesia, terlebih letak Kabupaten dengan geografis semenanjung pulau, wilayah pesisir yang berbatasan dengan Provinsi Kepulauan Riau bahkan perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia.

Tidak kalah menariknya, isu besar negara Indonesia juga berada di Meranti, salah satunya isu jaringan telekomunikasi di Pulau Rangsang, asupan muatan malaysia lebih mudah di jangkau di bandingkan siaran lokal, konflik nelayan yang kerab mengguritai wilayah Meranti, tinggi Abrasi, Selain itu minimnya Infrastruktur daerah, tingginya inflasi akibat seluruh kebutuhan di datangkan dari luar daerah serta tingginnya angka kemiskinan dan minimnya peluang kerja.

"Dengan persoalan yang berliku di Kabupaten Kepulauan Meranti kita sangat berharap domain pusat dalam mengganggarkan porsi bantuan ke daerah dapat melebihkan dan men skala prioritaskan dengan berbagai kendala pembangunan sebagai wilayah pesisir serta wilayah perbatasan antar negara" ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua DPRD Muzamil, dihadapan perwakilan Bappenas RI. Muzamil menyebutkan ketimpangan perhatian atas bantuan pusat ke daerah. Ia berharap tahun ini Pusat dapat memahami kebutuhan daerah terutama Kepulauan Meranti yang tergolong masih bari di mekarkan dan masih dalam tanggung jawab pusat sesuai perundangan.

"Sebagai daerah terluar Meranti seperti dianak tirikan pusat, hal ini terlihat jelas alokasi bantuan pusat yang mengarah ke daerah daerah perbatasan seperti Kalimantan, NTT dan lainnya sangat jauh berbeda, ketimpangan ini menyudutkan wilayah kami dan hak kami sebagai wilayah perbatasan sudah sepatutnya dilebihkan, maka dari saya berharap mulai tahun 2018 ini dan seterusnya pusat dapat mengalokasikan lebih ke Meranti sehingga pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti dapat di percepat" kata Muzamil.

Semua persoalan ini lanjut Muzamil merupakan hal yang harus disampaikan kepada pemangku kebijakan karena merupakan tanggungjawab selaku wakil rakyat yang harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat dan tuhan.

Sementara Ketua Komisi II Darwin Susandy, mengulas soal prosedur terkait petunjuk dan arahan bagaimana agar Kabupaten Kepulauan Meranti bisa mendapatkan alokasi dana dari pusat.

Setelah mendengarkan sambutan rombongan DPRD, ini Kepala Sub Direktorat Alokasi Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN/ Bappenas RI Firmansyah, SE, MAP, MIDS menyebutkan pada dasarnya Bappenas RI sangat berkomitmen untuk membantu Kabupaten Kepulauan Meranti dan akan berusaha melakukan pendampingan terhadap pengajuan anggaran yang dilakukan.

"Bappenas menjadikan skala prioritas bagi wilayah pesisir apalagi wilalayah perbatasan dengan negara. Kita sangat berkomitmen untuk kedepan dalam membantu alokasi anggaran ke Meranti, namun hal ini tidak terlepas dari keseriusan Pemkab Meranti yang mesti sesering mungkin berkomunikasi aktif bukan hanya ke Bappenas juga bangun koordinasi dengan Kementerian PU dan perumahan Rakyat, kementerian Perhubungan dan kementerian lainnya sehingga pembangunan Meranti segala bidang dap do genjot dengan maksimal" katanya.

Selain itu Kata Firmansyah saat ini Perumusan program dan anggaran melalui E - Planing Aplikasi Akan membantu melakukan komunikasi dan menyampaikan kepada setiap sektor (bagian) yang ada di Bappenas untuk memperhatikan Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Kita minta juga Pemkab Meranti dapat cepat merumuskan dan melakukan koordinasi segera membangun komunikasi sebab Untuk Anggaran Tahun 2019 awal Februari ini sudah dilakukan prosesnya," ungkapnya.

Sekedar diketahui selain Fauzi Hasan, SE juga ikut mendampingi Muzamil, Darwin Susandy, S.Hum, Dr. M. Tartib, M. Si, Lindawati, Dedi Putra, S.HI, Taufik, Asmawi, S.AP, H. Musdar, S.Pd, E. Miratna, M.Si, Darsini, Staf sekretariat DPRD Meranti, juga turut hadir kepala Bappeda Mamun Murod.(rls/nur)
BAGIKAN:
KOMENTAR