Muzamil : Pemimpin Yang Besar Itu Lahir Dari Mental Yang Kuat dan Teruji

Kamis, 22 Februari 2018 21:29
BAGIKAN:
SELATPANJANG - Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghadiri pembukaan pelatihan kepemimpinan dan keorganisasian yang diselenggarakan STAI Nurul Hidayah Selatpanjang, Kamis 22 Februari 2018.

Turut hadir juga dalam kesempatan itu H. Syahril Ketua Yayasan Ponpes Nurul Hidayah, Ketua STAI Nurul Hidayah, serta para Dosen di STAI Nurul Hidayah.

Dalam sambutannya, Muzamil menuturkan jika kegiatan yang dilaksanakan tersebut sangat bermanfaat untuk mahasiswa. Kata Muzamil, pemimpinan yang besar itu lahir dari mental yang kuat, teruji dengan kondisi sulit.

"Semua kita adalah pemimpin, dan semua pemimpin itu akan diminta pertanggung jawaban dari apa yang dipimpin," ujarnya.

Sebagai perguruan tinggi islam, sebut Muzamil, pastinya sudah punya contoh pemimpin yang terbaik yakni Nabi Muhammad SAW. "Pemimpin yang pantas kita tiru kepemimpinannya nomor satu adalah Nabi Muhammad SAW," ungkapnya.

Menurut Muzamil, secara umum kepemimpinan itu perlu adanya 3 hal diantaranya :
1. Akhlak (moral atau adab)
2. Disiplin
3. Bersih

Sebelumnya, Ketua panitia dalam sambutannya menjelaskan jika kegiatan yang diselenggarakan itu bertujuan untuk menjebatani para mahasiswa bagaimana semestinya ketika menjadi seorang pemimpinan.

"Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, kami sangat berharap agar dapat mencetak pemimpin yang lebih berkualitas kedepannya," ujarnya.

Disampaikan Ketua STAI Nurul Hidayah pula, yang dilaksankan tersebut merupakan salah satu kegiatan kemahasiswaan yang melatih bagaimana kemimpinan dan penyegaran struktur organisasi mahasiswa.

Sementara H. Syahril, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hidayah dalam sambutanya menjelaskan, kepemimpinan itu bukan hanya eksen diri, namun kepemimpinan itu ada suatu power yang mana power itu lahir dari berbagai macam ilmu yg dipelajari dan dilatih.

"Saya sangat berharap dengan adanya pelatihan ini, akan lahir pemimpin yang lebih baik nantinya, dan para mahasiswa harus semangat dalam menimba ilmu, baik itu dalam proses pelatihan maupun di masyarakat luas." pesan dia.(hms setwan/nur)
BAGIKAN:
KOMENTAR