Soal Pembangunan, Pokok Pikiran DPRD Meranti Sejalan Dengan Masyarakat

Selasa, 20 Februari 2018 00:46
BAGIKAN:
SELATPANJANG - Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H. Fauzi Hasan, menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tebingtinggi Barat, bertempat di Aula Kantor Camat Tebingtinggi Barat, Senin 19 Februari 2018.

Musrenbang secara resmi dibuka Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim. Turut hadir Ketua Bappeda Meranti H. Makmun Murod, Camat Tebingtinggi Barat Drs. Idris Sudin, Kepala Desa Se-Kecamatan Tebingtinggi Barat, Tokoh Masyarakat/Agama/Pemuda, dan jajaran ASN ditiap OPD Se-Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Said Hasyim meminta tiap Kepala Desa memaparkan semua permasalahan Desa yang masuk program prioritas untuk disinkronkan dengan program OPD agar tidak meleset.

H. Said Hasyim juga mengintruksikan Camat dan Kepala Desa agar dapat melakukan ekspos yang didukung dengan data konkrit terkait kondisi wilayahnya, sehingga apa yang disampaikan dapat ditangkap oleh setiap OPD terkait untuk dituangkan dalam program prioritas. Sebab jika tidak disampaikan secara detil dikawatirkan tidak masuk dalam program prioritas Kabupaten, bahkan Provinsi dan Nasional.

Data yang disampaikan oleh Kades diminta detil dan lengkap, diantaranya jumlah penduduk, angka kemiskinan, infastruktur jalan, kondisi rumah ibadah dan gedung sekolah, jumlah guru, potensi perkebunan dan lainnya.

"Data-data ini sangat penting agar diketahui kegiatan itu bersifat prinsip dan penting. Jika alpa menyampaikan maka tidak akan sampai ke Kabupaten, Provinsi dan Nasional, karena apa yang dibutuhkan masyarakat jika perlu akan kita perjuangkan sampai ke Pusat," tegas dia.

H. Said Hasyim berharap, alokasi dana yang diberikan dapat bermanfaat maksimal, misal dibidang pendidikan yang penting bukan berapa banyak gedung yang ada tetapi seberapa besar manfaatnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. 

"Ini merupakan tanggung jawab Kades untuk membangun Desa sesuai janjinya saat kampaye dulu, begitu juga saya dan Bupati," ucap H. Said Hasyim dihadapan seluruh tokoh masyarakat yang hadir.

H. Said Hasyim juga tak bosan bosanya mengingatkan Kepala Dinas teknis tidak hanya menyusun program diatas meja tetapi harus turun ke lapangan, sehingga apa yang diinginkan masyarakat yang disinergikan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati dapat dimasukan dalam program prioritas OPD.

Dengan digulirkannya ADD sebesar 1 M per Desa, sesuai dengan regulasi saat ini, H. Said Hasyim meminta Kades untuk memanfaatkan dana ADD untuk membangun Desa dengan cara menyusun program yang menyentuh masyarakat, agar tidak bermasalah diminta melibatkan semua pihak termasuk masyarakat.

"Dengan anggaran yang ada silahkan rencanakan program kegiatan, berembuklah dengan masyarakat jangan buat masalah jika tidak ingin berhadapan dengan hukum," paparnya.

Untuk mengatasi kemiskinan akibat letak Meranti yang terisolir khususnya di Tebingtinggi Barat, H. Said Hasyim mengatakan akan dibuka jalan di Lalang Tanjung - Air Mabuk. Namun untuk mendukungnya diperlukan partisipasi masyarakat yang memiliki lahan disekitar badan jalan yang akan dibangun, dengan ikhlas menghibahkan tanahnya seluas 10 M dikiri dan kanan jalan yang akan dibangun, dan Kades diminta untuk mensosialisasikannya kepada warga. 

"Rugi memang, tapi setelah jalan terbuka masyarakat akan untung berlipat ganda," ucapnya.

Sementara Ketua DPRD Kepulauan Meranti H. Fauzi Hasan, dalam sambutannya menjelaskan, apapun yang diinginkan masyarakat untuk membangun Tebingtinggi Barat sama dengan keinginan Dewan, baik itu pembangunan jalan untuk membuka akses hingga pembangunan gedung-gedung sekolah.

Kemudian, Kepala Bappeda Meranti Makmun Murod dalam pemaparannya menjelaskan angka Kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2018 mencapai 28.9 persen. Angka itu sesuai dengan data yang dirilis oleh BPS tahun 2017 lalu.

Menurut Kepala Bappeda Meranti, angka ini cukup memprihatinkan dan merupakan yang terendah di Provinsi Riau. Untuk itu perlu dilaksanakan berbagai strategi untuk menggesa pembangunan.

Adapun yang cukup menghawatirkan adalah angka Harapan Hidup di Meranti adalah 66.8 Tahun, Angka Pendidikan/lama pendidikan 12.74, IPM juga masih pada posisi yang rendah berkisar 63.9 persen. 

Pada tahun 2019 Pemprov Riau seabagai perwakilan Pusat di Daerah, menargetkan indikator Makro yang harus dicapai Meranti dibidang Pertumbuhan Ekonomi dari 3.22 menjadi 3.49 Persen, Lama Pendidikan Sekolah 12.78, Harapan Hidup 67.4 persen, dan Angka kemiskinan ditekan hingga 25 Persen.

Meski indikator Makro Meranti cukup rendah, dikatakan Murod, yang cukup membanggakan adalah raihan Nilai Akuntabilitas Meranti yang sejajar dengan Kabupaten Kota lainnya di Provinsi Riau. Dan kedepan Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si berharap nilai SAKIP Meranti dapat ditingkatkan menjadi nilai A, untuk mewujudkannya dibutuhkan kerjasama dari seluruh OPD.

"Untuk meningkatkan Nilai SAKIP ini butuh perjuangan bersama, mustahil akan mendapat nilai bagus jika seluruh OPD tidak mendukungnya," ucap Makmun Murod.

Murod meyakini dengan ketepatan waktu dan keakuratan perencanaan hingga evaluasi data yang baik maka Nilai SAKIP A untuk Meranti akan diraih.

Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim juga menyinggung nilai SAKIP Meranti yang sudah cukup baik (B, red), kedepan ia berharap dapat ditingkatkan yang kuncinya berada pada Input, Ouput dan Outcome.

Untuk tahun 2019 ini, diungkapkan Kepala Bappeda Meranti, fokus pada peningkatan kesejahteraan masayarakat dengan menggesa, pembangunan Infrastruktur dasar, lingkungan hidup, akuntabiltas kinerja dan ketahan pangan.

Terkahir Camat Tebingtinggi Drs. Idris Sudin, menekankan dengan kekompakan bersama yang menjadi kunci suksesnya pembangunan di Kecamatan Tebingtinggi Barat akan dapat meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

"Semoga dalam Musrenbang ini dapat titik temu dalam rangka menggesa pembangunan Kecamatan," pungkas Idris Sudin.

Sekedar informasi, beberapa program prioritas di Kecamatan Tebingtinggi Barat diantaranya Batu Pemecah Ombak di Mekong-Insit, Jalan Lingkar Tanjung-Air Mabuk, Jala Aimpang Tengkorak-Jembatan Sungai Mahakam, Pembangunan Dermaga Kecamatan, Dermaga Cik Magang, Base Jalan Manggis, Pembangunan Parit Beton, Pembangunan Pagar Sekolah SD 09 Pelimau, Rehap Berat SD Insit, Gedung SDN 16 Tanjung Pranap, pembangunan Kantor Desa Tanjung Darul Takzim dan lainnya. (hms setwan/nur)
BAGIKAN:
KOMENTAR