Pedagang Di Relokasi Ke Pasar Modren

Selasa, 27 Desember 2016 16:42
BAGIKAN:
Ilustrasi

MERANTI - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) mulai memindahkan pedagang dari Pasar Tanjung Harapan untuk menempati Pasar Modern. 

Sebelum menempati lost pasar yang telah disediakan terlebih dahulu pedagang melakukan pencabutan undian yang  dilaksanakan di halaman Pasar Modern, Selasa (27/12) pagi yang diikuti ratusan pedagang.

Dalam acara tersebut, terlihat hadir Wakil Bupati Drs H Said Hasyim, KadisperindagkopUKM H Herman beserta staf, Camat Tebingtinggi Asroruddin, Kabag Ops Polres Meranti Raden Edi SAg, Kasat Binmas AKP Yudi Setiawan dan personil lain.Terlihat juga personil TNI dan Satpol PP yang berjaga jaga di lokasi pencabutan undian.

Wakil Bupati Drs H Said Hasyim mengatakan bahwa pemindahan pedagang ini merupakan suatu solusi untuk menertibkan kawasan dan memudahkan para pedagang dan pembeli untuk berinteraksi.

"Kami dari pemerintah daerah akan menyediakan lapak dan mengakomodir selera bagi para pedagang.Dan ini merupakan suatu solusi untuk menertibkan kawasan pasar  yang sembrawut dan memberikan kenyamanan dalam berinteraksi. Disini kita juga menerapkan keadilan, jika selama ini ada satu pedagang yang mempunyai banyak lapak, sekarang hanya diperbolehkan satu saja, jika ada akan langsung kita proses secara hukum," kata Said.

KadisperindagkopUKM H Herman yang dikonfirmasi mengatakan bahwa bagaimana pun caranya para pedagang yang berjualan di Pasar Tanjung Harapan harus pindah, karena pasar lama yang ditempati pedagang kondisinya sangat semberawut dan sering mengakibatkan kemacetan dikarenakan banyak pedagang yang berjualan dipinggir jalan.

"Pasar ini sudah lama dibangun, namun baru kali ini pedagang baru dapat diakomodir dan direlokasi ke Pasar Modren ini. Sebelum itu akan dilakukan pencabutan undian yang dilakukan sampai dengan 3 hari kemudian, bagi para pedagang yang sudah mendapatkan tempat silahkan langsung berjualan, karena hari jumat (30/12/2016,red) mendatang tidak ada lagi aktivitas disana, dan lokasinya akan saya pagar," kata Herman.

H Herman menambahkan bahwa pasar modren ini belum dilengkapi dengan fasilitas seperti gudang dan lainnya, namun DisperindagkopUKM mempersilahkan para pedagang untuk membangun gudang sebagai tempat penyimpanan barang yang bersifat sementara.

"Pasar Modren belum dilengkapi gudang,namun jika para pedagang ingin membuat gudang kami persilahkan, namun hanya bersifat sementara,karena tahun 2017 mendatang akan kita anggarkan untuk itu," kata Herman.

Sementara itu Camat Tebingtinggi Asroruddin mengatakan bahwa sebelum ini ada kekeliruan dalam pendataan pedagang. Sehingga, untuk mendapatkan tempat di Pasar Modern ini, satu pedagang tidak boleh memiliki lebih dari 1 meja.

"Sekarang tidak boleh lagi 1 pedagang memiliki 5 sampai 6 meja dengan modus menggunakan nama orang lain. Satu pedagang (satu keluarga, red) cukup satu meja saja. Ini dilakukan supaya tidak terjadi kecemburuan dan monopoli sesama pedagang," ujar Asroruddin.

Pasar yang dibangun diatas lahan seluas 3,4 hektar itu, memliki kios sebanyak 104 dan los sebanyak 360 yang pengerjaannya menyedot dana APBN tahun 2013 dari kementerian perdagangan dengan total Rp 21 miliar (mrc)

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Setelah 3 Kali Beraksi, 2 Jambret di Meranti Ini Akhirnya Mendekam di Balik Jeruji Besi

    SELATPANJANG - Petualangan duet jambret di Kota Selatpanjang ini akhirnya bermuara di balik jeruji besi Polres Kepulauan Meranti.

    Dua terduga pelaku itu beri

  • Terduga Pencuri Alat Tenaga Surya Pelabuhan Roro Tanjung Peranap Akhirnya Ditangkap

    SELATPANJANG - BI (29) terpaksa harus berurusan dengan polisi. Warga Kampung Balak Dusun I RT01/ RW03 Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat ini dilaporkan atas T

  • Miliki Shabu Senilai Rp25 Juta, Buruh di Selatpanjang Ini Ditangkap Polisi

    SELATPANJANG - SG (19) seorang buruh di Selatpanjang, Kepulauan Meranti, tak dapat mengelak saat ditangkap polisi. Warga Selatpanjang Kota Jalan Pembangunan III Gang Rajawali

  • Kabur Saat Digerebek Pesta Narkoba, 2 Oknum Polisi Meranti Ini Tak Dapat Ngelak Saat Tes Urine

    SELATPANJANG - Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh ke tanah juga. Pepatah ini sepertinya cocok menggambarkan ulah 2 oknum polisi di Kepulauan Mer
  • KOMENTAR