Bawang Merah Ilegal Sebanyak 1.350 Kg Disita Polres Dumai

Senin, 03 September 2018 13:30
BAGIKAN:
ILUSTRASI

PEKANBARU - Kepolisian Resor Dumai menyita sebanyak 150 karung bawang merah ilegal asal Malaysia, atau setara 1,35 ton yang diselundupkan dari wilayah pesisir Provinsi Riau.

"Dua orang pelaku diamankan dari pengungkapan tersebut," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto di Pekanbaru, Minggu 2 September 2018.

Sunarto mengatakan kedua pelaku yang ditangkap di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai pada Sabtu tengah malam tadi 1 September 2018 tersebut masing-masing berinisial SR (57) dan DD (22).

Keduanya merupakan warga Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Ia menuturkan pengungkapan itu berawal dari kecurigaan Polisi yang sedang melakukan patroli melihat satu unit mobil box sarat muatan di SPBU perbatasan Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis tersebut.

Berawal dari kecurigaan petugas, lanjutnya, personel polisi langsung melakukan pemeriksaan. Hasilnya terungkap bahwa mobil Box benomor polisi B 9947 KAG tersebut memuat ratusan karung bawang merah siap edar.

"Saat diperiksa, kedua pelaku tidak dapat menunjukkan dokumen resmi kepada petugas kita. Kemudian mobil beserta muatan di amankan ke Polres Dumai," ujar Sunarto.

Sementara itu, dari pemeriksaan sementara, Sunarto mengatakan bahwa komoditas pertanian itu baru saja masuk dari pelabuhan tikus di Kabupaten Bengkalis untuk dipasarkan di Kota Dumai.

Selain itu, Polisi juga menyimpulkan dalam perkara ini, kedua pelaku hanya bertugas sebagai pengantar. Sementara si pemilik bawang berinisial RZ masih terus didalami petugas.

Lebih jauh, Sunarto menegaskan penyelundupan produk pertanian, termasuk salah satunya bawang merupakan kejahatan yang dapat dipidana.

Dalam kasus ini, ia mengatakan kedua pelaku terancam undang-undang nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan serta undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan. Upaya penyelundupan bawang merah asal luar negeri ke Riau cukup marak terjadi.

Sasaran pelaku kejahatan importir komoditas pertanian yang dapat merusak harga petani lokal tersebut adalah wilayah pesisir Riau.

Selain Bengkalis, wilayah lainnya yang kerap menjadi sasaran pelaku adalah Dumai, Indragiri Hilir, Meranti dan Rokan Hilir.[roci]

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Terungkap, Pasukan Penindak Terorisme Bukan Densus 88. Siapa?

    JAKARTA - Masyarakat selama ini sudah salah dalam menilai satuan atau unit kepolisian yang melakukan penindakan dalam kasus tindak pidana terorime. Hal ini diungkapkan Kepala

  • 16 November, Giliran Maruf Amin Sambangi Riau, ini Jadwalnya...

    PEKANBARU - Ketua Tim Koalisi Daerah (TKD) Riau Indonesia Kerja Idris Laena memastikan Calon Wakil Presiden Maruf Amin akan mengunjungi Provinsi Riau pada ta

  • Pasca Pulihnya Listrik di Bengkalis, PLN Gelar Syukuran dan Santunan

    BENGKALIS - Pasca pemulihan sistem kelistrikan dari tragedi BlackOut sistem isolated kelistrikan hingga menyebabkan terjadinya kebakaran pada mesin panel Pem

  • Terungkap, Penipuan Rp 23 T yang Menyeret Nama Ratna Sarumpaet

    BENGKALISONE - Ucapan Ratna Sarumpaet (RS) terkait kasus penipuan modus iming-iming uang raja-raja Indonesia senilai triliunan rupiah ternyata bukan isapan j

  • KOMENTAR