Bejatnya! Ayah Gauli Anak Kandung Bertahun-tahun

Senin, 16 Oktober 2017 20:25
BAGIKAN:
Ilustrasi
ROHUL -Tim Opsnal Satuan Reskrim Polres Rokan Hulu (Rohul), berhasil menangkap seorang lelaki, ‎ REL (39) dari rumahnya di Kecamatan Bangun Purba, karena tuduhan sudah menjadikan anak kandungnya yang masih di bawah umur sebagai budak nafsu sejak tahun 2014.

Awalnya, REL ditangkap polisi‎ Sabtu (14/10/2017) sekitar pukul 14.00 Wib, atas tuduhan terduga pelaku tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul ke anak di bawah umur, yang masih anak kandungnya sendiri, SB (17) atau Melati.

Dari informasi korban Melati ke polisi, dirinya sudah dipaksa layani nafsu ayahnya sejak tahun 2014 lalau. Bahkan, perbuatan bejat ayahnya yang cabul, dilakukan di rumah mereka kawasan Kecamatan Bangun Purba, terakhir pada 30 September 2017.

Akibat tidak tahan dengan kelakuan ayahnya, Melati kemudian memberanikan diri memilih kabur dari rumahnya ke daerah Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.

Akhirnya, dengan memberanikan diri, lalu menelepon ibunya DR (33) serta memberitahukan bagaimana bejatnya ayahnya terhadap dirinya selama ini.

Melati bercerita ke ibunya, awal kejadian sekitar tahun 2014 namun korban lupa tanggal dan harinya. Saat itu, Melati tengah mencuci ‎piring sekitar pukul 15.00 Wib. Kemudian, ayahnya REL memanggil dirinya dan meminta korban memijat kepalanya.

Disaat Melati pijat kepala ayahnya, sang ayah cabul dengan leluasa geranyangi bagian tubuh korban, termasuk daerah sensitif bagian depannya. Melati saat itu sempat menolak dan mengatakan "Jangan pak".

Namun hal itu bukan membuat pelaku takut, malahan pelaku REL justru mengancam anaknya Melati hingga korban harus mematuhi kehendak ayahnya, "Kalau tidak mau nanti ku bunuh kau ‎sama semua keluarga kalian"

"Mendengar ancaman tersebut korban merasa takut," tegas Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK, MH, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Suheri Sitorus, Minggu (15/10/2017) malam.

Awal kejadian pertama, dilakukan ayah bejat ke Melati. Kejadian tersebut membuat REL malah keseringan memaksa Melati yang masih di bawah umur, untuk melayani nafsu bejatnya.

Malahan, Melati dengan terpaksa harus melayani nafsu bejat ayahnya antara tiga sampai empat‎ kali setiap minggunya sejak 2014 silam dan terakhir 30 September 2017, masih di rumah mereka sendiri, saat rumah sedang sepi.

Karena tidak tahan dengan kelakuan bejat ayahnya, Melati kemudian kabur dari rumahnya ke daerah Padang Lawas. Lalu, dua pekan kabur, Melati nekat menghubungi ibunya DR, dan memberitahukan keberadaan dirinya di daerah Padang Lawas. Saat itu, korban meminta ibunya memohon perlindungan ke kantor polisi, karena korban merasa takut dan terancam.‎

"Ibu korban akhirnya melaporkan kejadian menimpa anaknya ke Polres Rohul untuk proses Hukum selanjutnya," jelas Ipda Suheri.

Usai menerima laporan dari pelapor, lalau polisi membawa korban visum ke RSUD Rohul, serta melakukan pemeriksaan korban dan saksi, di hari sama Tim Opsnal Satuan Reskrim ‎Polres Rohul kemudian menangkap pelaku di rumahnya di Kecamatan Bangun Purba

"Kini pelaku sudah diamankan di Mapolres Roul ," tegas Ipda Suheri. (Don/rgc)
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Kerjasama Pengelolaan Air Bersih, Jepang Observasi dan Supervisi Teknis di Bengkalis

    BENGKALIS - Sebanyak tiga orang tim ahli dari Kota Ube Jepang akan melakukan observasi dan supervisi teknis kualitas air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Bengkalis. Kegiatan
  • Bupati Bengkalis Buka Kegiatan Pembinaan Hukum Dan Koordinasi Hukum Tentang Kejahatan Korupsi

    BENGKALIS - Bupati Bengkalis Amril Mukminin diwakili Asisten Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bengkalis Hj Umi Kalsum secara resmi membuka kegiatan pemb

  • Lagi, Rekan Kekasih Gelap Eri Jack Ditangkap

    BENGKALIS- Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis pastikan menambah satu tersangka dari terbongkarnya upaya penyelundupan narkoba jenis sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lap

  • Kesadaran Masyarakat Bengkalis Bayar Pajak Cukup Tinggi

    BENGKALIS- Kepala Kantor UPT Wilayah Bengkalis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau Mohammad Fadhlan mengatakan, kesadaran masyarakat membayar pajak kendaraan cukup tinggi, meski
  • KOMENTAR