Bukti Sabu Dari Malaysia Masuk Riau Meningkat, Berikut Datanya..

Selasa, 01 Januari 2019 21:14
BAGIKAN:
Net
Ilustrasi Narkoba Jenis Sabu

PEKANBARU - Luar biasa. Selama 2018, Narkotika jenis sabu-sabu yang masuk ke bumi Lancang Kuning diduga dari Malaysia mencapai 344,7 kilogram (kg).

Perinciannya, dari jumlah 344,7 Kg tersebut, 19,7 Kg berhasil disita Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, sedangkan selebihnya, 325 Kg oleh Polda Riau.

Untuk BNN Provinsi Riau, terjadi peningkatan pengungkapan kasus sabu sebanyak 400 persen dari tahun sebelumnya, 2017, hanya 5,1 Kg.

Secara umum, selama 2018, BNN Provinsi Riau menyita 19,7 kilogram sabu-sabu, 5.012 butir pil ekstasi serta 6 kilogram ganja dari tangan 53 tersangka. Sedangkan 2017 lalu, jumlah ektsasi berhasil disita BNN Provinsi Riau hanya 1.635 butir dan tahun ini meningkat drastis mencapai 5.012 butir.

"Begitu juga dengan ganja. Tahun lalu hanya 628,97 gram, tidak sampai satu kilo. Tahun ini mencapai 6 kilogram lebih. Ini hanya sebagian kita berhasil ungkap, lainnya kita tidak tahu seberapa besar," tutur Kepala BNNP Riau, Brigjen Pol Wahyu Hidayat, Senin, 31 Desember 2018.

Untuk itu, Wahyu mengatakan, kasus peredaran gelap narkoba di Provinsi Riau masih menjadi masalah besar. Sinergi seluruh pihak, BNN dengan Polri, TNI hingga masyarakat, tuturnya, mutlak dilakukan guna terus memberantas peredaran narkoba di wilayah itu pada tahun mendatang.

Wahyu juga menjelaskan, selain Riau sebagai tempat transit favorit peredaran narkoba dari negeri jiran, Malaysia, indeks penyalahguna narkoba di Bumi Lancang Kuning juga cukup tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian Puslitdatin BNN bersama dengan Universitas Indonesia, Riau menduduki ranking ke 9 dari 33 Provinsi se-Indonesia dalam tingkat prevalensi penyalahguna narkoba.

"Pada 2017 data prevalensi penyalahguna narkotika usia 10-59 tahun di Riau sebesar 1,87 persen dari jumlah populasi empat juta lebih penduduk Riau," ujarnya.

Selain Riau, dua provinsi lainnya di Sumatera, Sumatera Utara dan Jambi, masing-masing masuk 10 besar penyalahguna narkoba tertinggi di Indonesia.

"Ini cukup mengkhawatirkan. Kita harus tegaskan bahwa narkoba musuh utama yang harus diberantas bersama-sama," tegasnya.

Polda Riau Sita 325 Kg Sabu

Peningkatan kasus peredaran narkoba di Riau juga diakui jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Sebanyak 325 kilogram sabu-sabu hasil pengungkapan dari 1.625 perkara sepanjang Januari-Desember 2018 ini

"Pengungkapan ini melebihi target saya. Padahal tahun ini saya hanya targetkan 200 kilogram sabu-sabu, ternyata belum genap setahun sudah 325 kilogram," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Haryono.

Ia merincikan, seluruh sabu-sabu tersebut disita dari tangan 2.261 tersangka. Namun, dalam beberapa pengungkapan, para tersangka ini memiliki narkoba dalam jumlah besar, hingga mencapai puluhan kilogram.

 

Tulisan ini sudah terbit di RIAUONLINE.CO.ID dengan judul: Busyet, 344,7 Kg Sabu Selama 2018 Masuk Riau dari Jalur Malaysia

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Caleg Partai Pengusung Di Bengkalis 'Ogah' Pasang Poto Jokowi

    BENGKALIS - Kebanyakan, para Calon Legislatif (Caleg) dari partai politik pengusung Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (capres-cawapres) nomor urut 01 d

  • Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Mandau

    BENGKALIS - Jajaran tim opsnal Satreskrim Polsek Mandau, Polres Bengkalis kembali mengamankan satu orang pemuda diduga pelaku tindak pidana narkotika jenis s

  • Disambut Ribuan Warga Duri, Sandi Uno Sebut Angin Kemenangan 02

    DURI - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno dalam kunjungan nya ke tanah kelahiranya Duri, Riau mengaku sangat terharu mendapatkan bant

  • Hampir 2 Jutaan Kertas Suara Tiba Di Bengkalis Gunakan 10 Truk Colt Diesel

    BENGKALIS - Sebanyak 1.972.700 surat suara bagian dari logistik Pemilu 2019, sudah diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis.

  • KOMENTAR