Kajari: Tilang Elektronik Basmi Pungutan Liar

Senin, 09 Januari 2017 14:02
BAGIKAN:
Rahman Dwi Saputra
BENGKALIS -Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis Rahman Dwi Saputra mengajak semua pihak mendukung penerapan tilang elektronik di Bengkalis.

Selain mempermudah masyarakat dalam proses pengurusan pelanggaran lalu lintas tanpa hadir sidang, menurut Rahman, tilang elektronik merupakan sebuah sistem membasmi pungutan liar.

"Ini sangat efektif, merupakan terobosan yang luar biasa, dengan sistem ini bisa mempermudah masyarakat melakukan proses pengurusan tilang dengan aplikasi yang ada serta sesuai dengan tujuan pemerintah mencegahkan dan membasmi pungutan liar. Polisi maupun petugas kejaksaan tidak lagi memegang uang dalam bentuk fisik, masyarakat akan langsung membayar denda sidang ke Bank dengan sendiri, "ungkap Kajari di Mapolres Bengkalis, Senin (9/1/2017).

"Jadi ini perlu kita dukung semua, baik teman media maupun masyarakat umum,"tambah Rahman.

Rahman mengungkapkan, penerapan tilang elektronik lebih menghemat waktu warga dalam mengambil barang bukti pelanggaran tilang dan mencegahkan kerusakan barang bukti. (Gus)
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Polisi Geledah Rumah Warga Di Bukit Batu, Hasilnya..

    BENGKALIS -Kasus narkotika jenis sabu marak di kecamatan Bukit Batu kabupaten Bengkalis. Hanya berselang sekitar 2 hari setelah meringkus pemuda Tanjung Datuk Siak Kecil, kini Pols
  • Komisi Penyiaran Indonesia Dukung Perlindungan Jurnalis

    JAKARTA - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis menekankan KPI mendukung perlindungan jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

  • Karirnya di milter sempat melesat. Tapi pensiun dini karena diberhentikan. Dia adalah Prabowo Subianto

    JAKARTA - Prabowo Subianto, Letnan Jenderal (Purn) TNI, yang saat ini jadi Ketua Umum Partai Gerindra, liku-liku hidupnya menar

  • Tuan Rumah HPN 2017, Menhub Gelontorkan Bantuan ke Provinsi Maluku

    JAKARTA - Provinsi Maluku mulai "ketiban" berkah berkat menjadi tuan rumah perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2017. Kendati HPN 2017 masih dua pekan

  • KOMENTAR