Kronologi OTT BPN Siak, Berikut Keterangan Polisi

Jumat, 27 Juli 2018 12:12
BAGIKAN:
ILUSTRASI

PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau membenarkan telah menggelar operasi tangkap tangan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Siak. Dua terduga pelaku yang semuanya berjenis kelamin perempuan, diamankan dari operasi tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto di Pekanbaru menjelaskan, OTT yang melibatkan tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Kemenkopolhukam tersebut dilakukan pada Rabu 25 Juli 2018 sore kemarin.

"Dua terduga pelaku diamankan dari operasi tersebut," katanya, Kamis 26 Juli 2018 malam.

Ia menjelaskan kedua terduga pelaku yang masih menjalani pemeriksaan tersebut merupakan seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) dan honorer. Terduga yang seluruhnya wanita itu berinisial SD alias DI (33) dan IR (37).

BACA JUGA: Diduga Lakukan Pungi, Tipikor Polres Bengkalis Tangkap Oknum STAIN Bengkalis

Sunarto menuturkan, OTT itu dilakukan tim Saber Pungli di Kantor BPN, tepatnya komplek perkantoran Pemda Sungai Betung, Kabupaten Siak.

Operasi berawal ketika Tim Saber Pungli yang dipimpin Kombes Sumadi mendatangi Polres Siak pada hari kejadian berlangsung. Tim kemudian mendatangi kantor BPN Siak untuk melakukan penggeledahan.

Dengan berbekal surat perintah tugas, tim menggeledah ruangan seksi hukum pertanahan. Di ruang tersebut, ditemukan uang seniali Rp2,9 juta yang belakangan dijadikan salah satu barang bukti.

Uang tersebut diduga untuk memperlancar proses peralihan hak serta pengurusan tanah.

Sementara itu, dari pemeriksaan sementara Sunarto menyebut kedua terduga pelaku memiliki peran masing-masing untuk merumuskan besaran Pungli dalam mengurus surat peralihan hak tersebut, serta penerima uang dari korban.

"SD diduga berperan sebagai penerima uang, kemudian YH alias IR diduga sebagai perumus besaran Pungli," tuturnya.

Dari OTT tersebut, selain menyita Rp2,9 juta sebagai barang bukti, petugas juga menyita dokumen catatan masyarakat yang melakukan pengurusan tanah, rekaman kamera pengintai CCTV, arsip Warkah pengurusan tanah dan dua unit ponsel.

Kasus ini sendiri masih terus didalami kepolisian. Meski begitu, keduanya terancam Pasal 12 Huruf e undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas undang-undang nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.[roci]

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Pemuda dan Masyarakat Karang Anyer Duri Deklarasikan Dukungan Pemenangan Jokowi 1 Periode Lagi

    MANDAU - Ratusan Pemuda dan Masyarakat yang tergabung dalam Tim Deklarasi  Relawan Pemuda dan Masyarakat, Pemenangan Jokowi 1 Periode Lagi Kabupaten Ben

  • Kapolres Bengkalis, AKBP Yusup Rahmanto Pimpin Sertijab Kapolsek Bantan

    BENGKALIS - Kapolres Bengkalis, AKBP Yusup Rahmanto, S.I.K, MH Memimpin Upacara serah terima jabatan Kapolsek Bantan Polres Bengkalis yang sebelumnya di jabat oleh AKP Yuherm

  • Wabup Pelalawan Minta Warga Untuk Menerima Hasil Pilkades 2018

    PELALAWAN - Sebanyak 43 desa di Kabupaten Pelalawan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2018, Rabu, 17 Oktober 2018. Wakil Bupati Pelal

  • Temuan Bayi Gegerkan Warga Siak Kecil

    SIAK KECIL - Senin, 15 Oktober 2018 malam kemarin sekitar pukul 19.30 WIB, warga di Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis dihebohkan dengan temuan bayi p

  • KOMENTAR