Maraknya Narkoba Masuk ke Desa-desa, Apa Kata Kasatreskrim Bengkalis?

Senin, 03 Desember 2018 17:03
BAGIKAN:

BENGKALIS - Masuknya narkoba hingga ke desa-desa di Kabupaten Bengkalis, bukan hanya sekedar isu belaka. Bahkan, Polres Bengkalis dengan tegas membenarkan bahwa hal itu adalah fakta.

Kapolres Bengkalis, AKBP Yusup Rahmanto melalui Kasat Narkoba, AKP Syahrizal kepoada RIAUONLINE.CO.ID mengatakan bahwa peredaran narkoba di desa-desa tidak terlepas dari isu narkoba di Kabupaten Bengkalis.

"Itu bukan isu, tetapi fakta. Secara keseluruhan selain di Pulau Bengkalis mencakupi Pulau Rupat, Kecamatan Mandau, Kecamatan Bahtin Solapan dan Pinggir, peredaran narkoba meningkat sangat signifikan," kata AKP Syahrizal, Senin, 3 Desember 2018.

Untuk perbandingan meningkatnya peredaran narkoba di Bengkalis dari tahun sebelumnya, lanjut Syahrizal, pengungkapan kasus narkoba 2017 sekitar 186 LP dengan jumlah tersangka 275. Sedangkan tahun 2018 naik sebanyak 242 penangkapan dengan jumlah tersangka 348 orang, baik itu pemakai maupun pengedar.

"Artinya, sesuai data tersebut tahun ini terjadi peningkatan signifikan. Didominasi dengan kategori tersangka rata-rata dibusia 30 tahun ke batas, sedangkan di bawah 19 tahun ada sekitar 16 orang," ujar Syahrizal.

 

Dengan data tersebut, secara umum tambah kasat bahwa Kasus Narkoba di negeri junjungan ini sudah memasuki semua sisi.

"Faktanya, peredaran narkoba juga sudah merambah dari berbagai tingkat usia. Kemudian berbagai tingkat pendidikan dan berbagai level pekerjaan. Ini merupakan situasi darurat narkoba," sebut Syahrizal.

Oleh karena itu, Polisi sebagai garda terdepan tentunya tidak main-main dalam melakukan proses penegakan hukum terhadap narkoba.

"Akan ditindak tegas, penyalahgunaan maupun peredaran narkoba ini," tegas dia.

Sedangkan upaya ke arah pencegahan dengan kondisi Pulau Bengkalis secara geografis merupakan wilayah perbatasan yang langsung berhadapan dengan negara tetangga. Syahrizal menambahkan pihaknya telah melakukan kerjasama, di antaranya dengan TNI AL, Bea dan Cukai.

"Secara geografis Bengkalis adalah tulang punggung dari daerah Sumatera, juga merupakan pintu masuk yang sangat respersentatif, karena banyaknya pelabuhan-pelabuhan tikus dan sungai-sungai kecil makanya dalam penanganan ini kita bekerjasama dengan TNI AL, Bea dan Cukai," pungkasnya.

 

Artikel ini sudah tayang di RIAUONLINE.CO.ID dengan judul: Narkoba Merambat ke Desa-desa di Bengkalis, Satnarkoba: Itu Bukan Isu

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Tak Ada Perayaang Cap Go Meh, Warga Tionghua Bengkalis Sembahyang Di Vihara

    BENGKALIS - Warga Tionghoa Bengkalis melakukan sembahyang di Vihara Hok Ann Kiong, Selasa 19 Februari 2019 malam tadi di jalan Yos Sudarso, Kota Bengkalis.

  • Kapolres Bengkalis Tegas Tindak Pelaku Karlahut, Ini Hukumanya,.

    BENGKALIS - Kabupaten Bengkalis merupakan satu dari tiga Kabupaten di Provinsi Riau terjadi kebakaran lahan dan Hutan (karlahut). Oleh karena itu, upaya tega

  • Akibar Asap Karlahut, Sekolah di Rupat Sempat Diliburkan

    BENGKALIS - Usai ditetapkan Status Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis, hingga Selasa, 19 Februari 2019, di bebera

  • Pasca Karlahut Di Rupat, Cuaca Bengkalis Cerah

    BENGKALIS - Satu dari tiga Kabupaten Kota di Provinsi Riau terjadi peristiwa kebakaran lahan dan Hutan (karlahut) tidak terkecuali di Kabupaten Bengkalis. Me

  • KOMENTAR