Mencekam! Aksi Ratusan warga Unjuk Rasa PT. Marita Makmur Jaya

Senin, 16 April 2018 20:15
BAGIKAN:
Unjuk rasa ratusan warga di Pulau Rupat, Senin 16 April 2018 terhadap manajemen PT. MMJ Rupat dan Kantor UPT Diskop.

BENGKALIS - Ratusan warga di Pulau Rupat, menggelar unjuk rasa terhadap manajemen PT. MMJ Rupat dan Kantor UPT Diskop, Senin 16 April 2018 tepatnya di kantor Kecamatan Rupat.

Aksi itu dilakukan warga terkait pembagian hasil usaha tentang pengelolaan perkebunan sawit oleh PT. Marita Makmur Jaya (MMJ) yang berdiri di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis Riau. Mereka menyampaikan tuntutan ke PT. MMJ yang mendesak agar segera merealisasikan janji bagi hasil plasma.

Dari informasi, perusahaan PT. MMJ yang beroperasi di Pulau Rupat telah  menyepakati bagi hasil plasma sejak Tahun 1999 silam melalui Koperasi dengan pola kredit kepada koperasi primer untuk anggota atau KKPA. Tetapi, hal itu tidak pernah di realisasikan oleh pihak perusahaan.

"Bahwa unjuk rasa ini karena perusahaan tidak membagi hasil plasma perkebunan sesuai dengan kesepakatan atas pengelolaan lahan ratusan hektar di Pulau Rupat," kata Koordinator Lapangan, Jefri kepada sejumlah wartawan.

Sebelum adanya aksi massa, PT Marita Makmur Jaya juga telah digugat oleh sejumlah kelompok tani ke Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, dan diduga pihak perusahaan tidak menepati janji bagi hasil plasma, sejak tahun 2004 silam.

Dalam hal tersebut, sebanyak lima kelompok tani menggugat, diantaranya, Kelompok Tani Darussalam, Darul Ikhsan, Tunas Harapan, Tunas Gemilang dan Kelompok Tani Pasir Indah.

Selain itu, masyarakat pulau rupat juga telah barbagai upaya melakukan mediasi, seperti dengar pendapat ke dewan, rapat di tingkat kecamatan, dan bahkan melakukan somasi ke koperasi.

Namun, tidak ada titik temu, karena pihak perusahaan tetap bersikukuh dengan pendiriannya tidak merealisasikan bagi hasil tersebut.Selanjutnya, masyarakat juga telah melakukan upaya jalur hukum ke PN Bengkalis.

Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM (Diskop) Kabupaten Bengkalis meminta kepada pihak-pihak yang merasa di rugikan dihimbau untuk menyampaikan data-data yang diperlukan. Supaya persoalan yang ditimbulkan bisa dicarikan solusi atau mencari jalan keluar.

Informasinya bahwa ada ketidak sesuaian data antara koperasi dengan pihak perusahaan, sejumlah koperasi di Rupat juga ada yang belum terdaftar di Diskop UKM Bengkalis. Karena dahulunya mendaftar melalui provinsi.

"Koperasi juga ada melapor ke Diskop UKM, dan Diskop meminta data-data yang diperlukan, akan tetapi sampai sekarang belum ada disampaikan, makanya Diskop Bengkalis belum mengetahuinya," ungkap Herman Sekretaris Diskop Bengkalis.

"Oleh karena itu, kita minta koperasi untuk menyampaikan data-data, biar dinas mengetahuinya. Dan kalau tak ada laporan tentu sulit untuk ditindaklanjuti," Tambah Sekretaris Diskop UKM Bengkalis, Herman Ahmad lagi.

Aksi yang sempat mencekam di pulau rupat itu mendapat pengawalan dari pihak Polsek Rupat dan Rupat Utara dengan dibantu 1 pleton dari Polres Bengkalis sehingga aksi damai dapat berjalan dengan tertib dengan situasi ama.[And]
 

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Sekda Resmi Buka Musda VII GOW Kabupaten Bengkalis Tahun 2018

    BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten bengkalis berharap (Musda) VII Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bengkalis dinamis dan cerdas sehingga menghasilkan

  • Kasmarni Sebut Wanita Sebagai Tolok Ukur Penentu Keberhasilan pembangunan

    BENGKALIS - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bengkalis melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) VII tahun 2018, yang diikuti sebanyak 15 organisasi w

  • Rentut Kasus Narkoba 55 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ektasi dari Kajagung Turun, Akankah Sidang Ditunda?

    BENGKALIS -  Rencana tuntutan (rentut,red) dari Kejaksaan Agung terhadap terdakwa kasus narkoba seberat 55 kg Sabu dan 46.718 butir Ektasi telah diterim

  • Peringati HAKI, Usai Gelar Apel Kejari Bengkalis Bagi Bagi Kaos

    BENGKALIS - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis membagi-bagikan kaos bagi masyarakat, Senin 10 Desember 2018.

    Acara i

  • KOMENTAR