Penembak Jodi Setiawan Ternyata Pecatan Polisi Terlibat Kasus Narkoba

Senin, 09 Januari 2017 19:37
BAGIKAN:
Poto: Tribrata News
Satriandi, pelaku penembakan Jodi dipapah setibanya di Polresta Pekanbaru. Senin, 9 Januari 2017

PEKANBARU - Pelaku penembakan Jodi Setiawan (21), yang tewas dengan timah panas di tubuhnya di di depan pintu rumah Edi Tias, Jalan Hasanuddin, Sabtu, 7 Januari 2017 lalu, ternyata seorang pecatan anggota polisi pernah bermasalah sebelumnya.

Pecatan polisi ini pernah dinas di Polres Rokan Hilir tersebut bernama Satriandi (29). Ia pernah melompat dari lantai 8 Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Jumat, 1 Mei 2015 silam, dalam kasus penggerebekan dari pengembangan kasus tabrakan mobil sindikat narkoba tersebut terhadap mobil polisi di Jalan Cut Nyak Dien.

Satriandi ditangkap oleh tak kurang dari 24 jam usai penembakan menewaskan Jodi di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Minggu malam, 8 Januari 2016.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto mengatakan, pelaku ditangkap berkat kerjasama Polres Padang Panjang, Polda Sumbar dan Satreskrim Polresta Pekanbaru serta didukung penuh IT Dit Intelkam Polda Riau.

"Penangkapan dilakukan di daerah Padang Panjang, di dalam kendaraan Honda Freed warna hitam No Pol BM 1110 OC dan ditemukan senpi rakitan dengan 6 peluru," kata Kapolresta, Senin, 9 Januari 2017.

Ia menjelaskan, pemeriksaan awal tersangka mengakui ia pelaku penembakan terhadap Jodi Setiawan, di Jalan Hasanuddin.

"Sementara untuk motif pelaku masih terus di dalami. Secepatnya akan kami beberkan apa tujuan pelaku menghabisi nyawa korbannya," kata Kombes Pol Susanto.

Jodi Setiawan alias Jodi Oye (21), terbujur kaku, Sabtu, 7 Januari 2017, pukul 23.30 WIB dengan luka tembak tepat di dada di depan pintu rumah Edi Tias (64) warga Jalan Hasanuddin Kec. Limapuluh, Pekanbaru.(roc)

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Hindari Memposting 3 Hal Ini di Media Sosialmu Ketika Sedang Berpuasa!..

    BENGKALISONE - Di bulan puasa ini kita memang benar-benar diuji. Mulai dari menahan amarah, lapar, haus dan lain sebagainya. Termasuk menahan untuk mempostin

  • Penghina Ustaz Abdul Somad Ditangkap

    BENGKALISONE - Penghina Ustaz Abdul Somad berhasil ditangkap, Rabu malam, 23 Mei 2018. Pria itu bernama Rudiansyah. Sebelumnya, dalam akun media sosial Faceb

  • Catatan Kelam Dunia Pers Setelah 20 Tahun Reformasi

    JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta merilis sejumlah data soal cacatan kelam dunia pers Indonesia selama 20 tahun reformasi. Dari 2003 hingga

  • BIN: 3 Hal Gagal Paham Ini Jadi Biang Keladi Terorisme!

    JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) menyebut ada tiga penyebab terorisme tumbuh subur di Indonesia. Ketiga hal itu berpangkal dari pemahaman agama yang ke

  • KOMENTAR