Soal Dugaan KMP TAsik Gemilang, Pengacara YA Sebut Jaksa Tabrak 81 KUHP

Selasa, 01 Januari 2019 20:31
BAGIKAN:
BENGKALISONE

BENGKALIS - Kuasa hukum tersangka dugaan korupsi Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tasik Gemilang, Bengkalis, Windrayanto, mengatakan, penetapan terhadap tersangka kliennya, YA alias Edi, oleh Kejari Bengkalis dinilai menciderai hukum.

"Saya sebagai penasehat hukum (PH) tersangka YA alias Edi, siap melakukan langkah hukum Praperadilan," kata Windrayanto, Senin, 31 Desember 2018, di Bengkalis.

Ia menjelaskan, status tersangka terhadap YA alias Edi dalam kasus pidana KMP Tasik Gemilang telah melanggar aturan tercantum pada Undang Undang.

"Di sini, marilah kita menjunjung tinggi Pasal 81 KUHP. Di pasal tersebut jelas sekali regulasi yang mengatur. Perkara ini, menurut hemat kami murni perdata. Karena klien kami sebagai pihak dirugikan dan jauh-jauh hari sudah melakukan Gat Perdata, " Katanya.

Sedangkan kasus perdatanya, diakui Windrayanto, masih berjalan, kini sudah memasuki tahapan pembuktian, mengajukan alat bukti surat dan sebagai Pihak dirugikan dalam permasalahan KMP Tasik Gemilang tersebut.

"Kami melakukan gugatan kepada Bupati Bengkalis sebagai Tergugat I dan Dinas Perhubungan Tergugat II, sidang Perdata untuk tahapan alat bukti di Pengadilan Negeri Bengkalis diagendakan, Kamis, 3 Januari 2019 mendatang," jelasnya.

Ditanyakan, langkah diambil guna Pra-Peradilan tersebut? Windrayanto mengatakan, akan berkordinasi dengan tersangka YA alias Edi, kleinnya.

"Untuk saat ini masih belum karena klien saya masih ada halangan karena orangtuanya sedang sakit, mungkin setelah itu ada langkah ke sana, " pungkas Windrayanto.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis menetapkan dua tersangka dalam kasus tindak pidana Korupsi Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang, Rabu, 26 Desember 2018.

Kedua tersangka mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bengkalis JA dan rekanan melaksanakan kegiatan operasional KMP Tasik Gemilang YA alias Edi.

Pun demikian, penetapan terhadap kedua tersangka setelah pihak BPK-P menyampaikan audit operasional KMP Tasik Gemilang ke Kejari Bengkalis sejak tahun 2012-2015. Sedangkan tahun 2016-2018 masih dilakukan audit pihak BPK-P.


Tulisan ini telah terbit di RIAUONLINE.CO.ID dengan judul:Soal Dugaan Korupsi KMP Tasik Gemilang, Kuasa Hukum: Ini Perdata, Bukan Pidana

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Ulahnya Menghina Agama Islam di Fb, Gaek Di Mandau Ini Dicokok Polisi

    BENGKALIS - Laki paruh baya SP (57) tidak akan lagi bisa menghirup kebebasan dikarenakan akan menghabiskan sisa hidupnya di jeruji besi. Pasalnya, karena ula

  • Terdakwa Sabu 10 Kg Divonis Seumur Hidup, JPU Bengkalis Lakukan Kasasi

    BENGKALIS - Terdakwa Kasus Sabu 10 Kg, RF (38) divonis seumur hidup setelah melakukan banding di Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru. Sedangkan rekannya Mh (38)

  • Dinamai 'Danish', Bayi Dalam Kardus Sudah Punya Orang Tua Asuh

    BENGKALIS  - Masih membekas diingatan kita,  bayi dalam kardus berjenis kelamin laki-laki diduga dibuang oleh orang tuanya, Sabtu 3 Nopember 2018 l

  • Usai Divonis Mati, 3 Pengedar 55 Kg Sabu Lakukan Banding

    BENGKALIS -  Ketiga terdakwa kasus 55 Kg sabu dan ribuan pil extasy mengajukan banding atas vonis mati yang dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis,

  • KOMENTAR