Terkuak, Beginilah Jaringan Narkoba Pekanbaru dan Malaysia Bertransaksi

Selasa, 22 Mei 2018 16:27
BAGIKAN:
ILUSTRASI

JAKARTA - Deputi Pemberantasan Narkoba BNN Arman Depari mengungkap bahwa jaringan narkoba ekstasi dan sabu Pekanbaru adalah penghubungan dari jaringan narkoba Malaysia, dengan transaksi di tengah laut.

Dipaparkan Arman, barang haram tersebut dibawa dari Malaysia menggunakan kapal kecil dan dijemput oleh jaringan Indonesia di koordinator tertentu.

"Mereka akan dijemput oleh speedboat dari Indonesia jadi mereka punya koordinat tertentu. Kemudian mereka bertemu di tengah laut atau istilahnya ship by ship," papar Arman di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, melansir Suara.com, Selasa, 22 Mei 2018.

Usai melakukan transaksi, jaringan Indonesia tersebut masuk daerah Dumai, Riau. Di sana paket narkoba dalam bentuk besar langsung didistribusikan ke daerah-daerah termasuk Pekanbaru.

Berita terkait: Bawa sabu 8 Kg lebih dalam Ban Serap Fortuner, Warga Dumai di Tangkap

Tersangka Wina yang mendapat paket tersebut langsung membagi paket dalam ukuran kecil dan berat yang beragam. Berat bagian paket itu 25 gram sampai 50 gram. Ekstasi yang diedarkan tersebut terbagi menjadi dua warna yakni pink dan orange yang dikemas dalam bentuk kecil.

"Mereka juga kemas dalam bentuk-bentuk kecil ada satu kemasan 100 butir, ada yang 250 butir kemudian mereka lempar ke pasar," jelasnya.

Lebih lanjut, dikatakan Arman, harga beredar di pasaran sangat bervariasi. Namun untuk sindikat Pekanbaru tersebut menjual ekstasi dan sabu mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

"Yang 100 butir ekstasi itu harganya 8 juta, kalau shabu per gram harganya 800ribu sedangkan yang 25 gram harganya 28 juta," pungkasnya.[roci]

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Terhenyak, 3 Pengedar Sabu 55 Kg Dituntut Hukuman Mati

    BENGKALIS - Juliar (23 tahun), Andi Saputra (27), dan Dedi Purwanto (25), terhenyak dengan mata berkaca-kaca duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Bengk

  • APK Membandel, Siap-siap Disisir Bawaslu

    PEKANBARU - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau saat ini sedang menginventarisir jumlah Alat Peraga Kampanye (APK) yang diduga melanggar aturan di provinsi Riau.

  • Ajang Promosi Para UKM, Pameran dan Bazar MTQ ke-XXXVII di Buka

    PEKANBARU - Salah satu bentuk nyata kerja keras Pemerintah Provinsi Riau dalam memajukan ekonomi antara lain dengan pameran dan bazar MTQ ke-XXXVII di Pekanb

  • Polisi Tetapkan 2 Tersangka Terkait Temuan Mayat di Bengkalis

    BENGKALIS - Hamit alias Boboi (31) dan Jamal (38), keduaya warga Desa Cingam, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, ditetapkan sebagai tersangka atas kelalai

  • KOMENTAR