Tertangkap OTT, Tim Saber Pungli Amankan Oknum Kades di Rohul

Minggu, 21 Januari 2018 14:14
BAGIKAN:
ILUSTRASI

PEKANBARU - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kepolisian Resort Rokan Hulu, Provinsi Riau menangkap oknum kepala desa.

Oknum berinisial PA itu ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait penerbitan ratusan surat keterangan riwayat penguasaan tanah (SKRPT).

"Dari OTT tersebut tim berhasil menyita uang tunai Rp50 juta serta kwintansi senilai Rp255 juta," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Sabtu 20 Januari 2018.

Guntur menguraikan, sebanyak enam orang ditangkap dalam OTT pada, Kamis 18 Januari 2018 tersebut. Diantaranya adalah PA (32) yang merupakan Kepala Desa Rantau Benuang Sakti Kecamatan Kepenuhan, Rokan Hulu serta Sa (29), selaku Sekretaris diatas.

Selain kedua oknum perangkat desa tersebut, polisi turut menangkap empat orang lainnya. Mereka adalah MD (49), Kepala Desa Kepenuhan Barat Kecamatan Sungai Rokan Jaya serta SD (44), Su (30), dan As (31). Tiga inisial terakhir merupakan warga desa Rantau Benuang Sakti.

Kasus yang menyeret tiga oknum perangkat desa dan tiga warga desa itu berawal dari laporan pengurus koperasi Serba Usaha Rokan Jaya.

Pengurus koperasi berinisial EE tersebut menerangkan bahwa oknum perangkat dan warga desa meminta sejumlah uang untuk pengurusan SKRPT, yang merupakan cikal bakal terbitnya SHM atau surat hak milik tanah.

Awalnya, sang Kades meminta uang "terima kasih" sebesar Rp3,5 juta untuk setiap SKRPT yang disahkan. Total terdapat 102 dari 426 SKRPT yang diurus oleh para perangkat desa.

"Namun korban tidak menyanggupinya karena terlalu tinggi," ujarnya.

Selanjutnya, pelaku kembali meminta biaya sebesar Rp2,5 juta atau lebih rendah dari permintaan pertama. Hingga akhirnya, muncul kesepakatan "uang terima kasih" tersebut disanggupi sebesar Rp1,5 juta untuk per surat.

Mendapat informasi itu, polisi yang menerima laporan bahwa korban akan menyerahkan sejumlah uang tersebut ke pelaku langsung bergerak dan melakukan OTT.

Selain barang bukti Rp50 juta, kwitansi pembayaran kepada pelaku untuk 102 SPKRT seniali Rp255 juta, polisi turut menyita 73 persil SKRPT yang telah terisi identitas pemilik surat yang ditandatangi Kades serta pihak kecamatan.

"Para pelaku diduga melakukan tindak pidana korupsi atau penyalahgunaan wewenang Pasal 12 huruf e Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidan korupsi," urai Guntur.[roci]

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • KPK Benarkan Penangkapan Bupati Button Selatan Karena Proyek

    JAKARTA - Tim Satgas KPK masih memeriksa Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat dan 9 orang lainnya di Mapolres Baubau. Pemeriksaan dilakukan setelah tim S

  • Polisi Kejar Pria yang Hina Jokowi di Instagram

    JAKARTA - Sebuah video berdurasi 19 detik mendadak viral di dunia maya, Instagram. Di mana video tersebut memperlihatkan seorang pria dengan bertelanjang dad

  • Anggota DPRD Ini 'Bonyok' Dikeroyok Gara-gara Meme Amien Rais-Rizieq

    KARAWANG - Anggota DPRD Karawang Hitler Nababan dikeroyok massa. Wajah Hitler babak belur. Pemicu pengeroyokan kader Partai Demokrat tersebut diduga dipicu m

  • Warga di Rohul Ditangkap Polisi Karena Miliki Senpi Ilegal

    ROHUL - Polres Rokan Hulu berhasil membekuk kepemilikan senjat api ilegal, tersangkanya adalah MAR(48) warga Desa Rambah Kecamatan Rambah Hilir, dan SA(32) w

  • KOMENTAR