Usut Aliran Suap Rp 1,9 Miliar, KPK Periksa Bupati Amril Mukminin

Kamis, 07 Juni 2018 19:33
BAGIKAN:
Usut Aliran Suap Rp 1,9 Miliar, KPK Periksa Bupati Amril Mukmini

PEKANBARU - Beberapa waktu lalu Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan uang Rp 1,9 miliar di rumah Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Saat itu KPK sedang melakukan penggeledahan di rumah Amril, terkait kasus korupsi proyek tahun jamak pembangunan jalan di Kabupaten Bengkalis, Riau.
BERITA TERKAIT

KPK 'Geledah' Rumdin Bupati Amril Mukminin?

KPK Periksa 8 Saksi Terkait Temuan Rp 1,9 M di Rumdin Bupati Amril Mukminin

KPK Tegaskan Status Amril Mukminin Sebagai Saksi

Usai Digeledah Oleh KPK, Diduga Bupati Amril 'Boyong' Keluarga?

Bupati Amril Enggan Berkomentar Terkait Penggeledahan Oleh KPK

Hasil Penggeledahan KPK Sita Rp 1,9 Miliar dari Rumdin Bupati Amril


Kini Amril diperiksa penyidik KPK untuk mendalami temuan uang tersebut. KPK memeriksa Amril di Mako Brimob Polda Riau, Kamis (7/6). KPK mengendus adanya dugaan suap uang Rp 1,9 miliar dari pengusaha kepada Amril.

"Terhadap Bupati Bengkalis (Amril), penyidik mengkonfirmasi informasi dugaan aliran dana dari sejumlah perusahaan terkait sejumlah proyek di Bengkalis," ujar Juru Bicara KPK Febri Diyansah.

Pemeriksaan Amril merupakan kelanjutan rangkaian kegiatan tim KPK selama sepekan ini di Riau. Febri menyebutkan, ada empat saksi yang diperiksa termasuk Amril.

"Empat orang diperiksa hari ini, terkiat proyek jalan di Bengkalis," kata Febri.

Sebelumnya, rumah Amril digeledah KPK, Jumat (1/6) dari pagi hingga pukul 19.00 WIB. Hasilnya uang Rp 1,9 miliar disita dan diselidiki dari mana sumbernya.

Febri menyebutkan, penggeledahan itu terkait dugaan kasus korupsi proyek multi years pembangunan jalan di Kabupaten Bengkalis.

"Uang sekitar Rp 1,9 miliar yang ditemukan dari rumah Bupati Bengkalis itu akan didalami lebih lanjut, keterkaitannya dengan perkara yang sedang ditangani," ujar Febri.

Perkara yang dimaksud Febri yaitu proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Riau tahun 2013-2015. Menurut Febri, penggeledahan itu merupakan salah satu tindakan yang dilakukan untuk pengumpulan bukti-bukti lebih lanjut.

Sebelumnya, KPK juga menggeledah dua kantor pemerintahan di Kabupaten Bengkalis, yakni Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan DPRD Bengkalis, Senin (19/3) lalu.

Dalam kasus ini, dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kedua tersangka itu adalah mantan Kepala Dinas PU Bengkalis periode 2013-2015, Muhammad Nasir dan kontraktor Dirut Utama PT MRC, Hobby Siregar.[mdk]

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Pendistribusian Logistik Pilgubri 2018 di Bengkalis Mendapat Pengawalan Polisi

    BENGKALIS - Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto SIK. MH, beserta jajaran melakukan peninjauan serta pengamanan Pendistribusian Logistik Pemilihan Gubenur

  • Polisi Kawal Pendistribusian Logistik Pilgubri 2018

    INHU - Kepolisian Resort Indragiri Hulu melakukan pengawalan pendistribusian logistik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tiau tahun 2018, Minggu (24/6). L

  • Penerimaan CPNS 2018 Dibuka Juli, Catat!.. Ini Syarat yang Dibutuhkan

    JAKARTA - Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 bakal dibuka usai pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang digelar pada 27 Juni 2018. Besar kemungk

  • 4 Warga Dumai Kesentrum Listrik, 1 Kritis

    DUMAI - Gotong-royong warga di Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai yang sedang memasang tenda untuk acara halal bi halal berubah jadi ke

  • KOMENTAR