Waspada!.. Inilah Modus Baru Begal Motor

Sabtu, 03 Februari 2018 12:48
BAGIKAN:
Empat pemuda pengangguran dibekuk unit Reserse Kriminal Polsek Bekasi Selatan
BEKASI - Beragam cara dilakukan orang untuk melancarkan aksi kriminalitasnya. Modus kejahatan pun terus berkembang, seperti yang dilakukan empat pria pengangguran dari Bekasi Selatan ini.
 
Komplotan ini menipu para pelajar dan para anak baru gede (ABG) yang mengendarai sepeda motor.Mereka adalah W (20), FAS (22), AR (18) dan R (20). Dari tangan warga Tambun, Kabupaten Bekasi itu, petugas menyita tiga sepeda motor hasil curian.
 
Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 2 Februari 2018, Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Hersiantony mengungkapkan, modus yang digunakan para pelaku sangat unik. Mereka berpura-pura kehabisan bensin di tengah jalan sambil mendorong motornya.
Lantas, ketika ada pengendara motor melintas, pelaku menahannya dan berpura-pura meminta tolong. Mereka meminta didorong motornya untuk membeli bensin di SPBU yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi.
 
"Di tengah jalan saat menyetop motor, pelaku W, menyuruh korban untuk turun dan dikasih uang Rp 10 ribu untuk menunggu," kata Hersiantony didampingi Kanit Reskrim Polsek Bekasi Selatan, Iptu Sugio, di kantornya, Kamis 1 Februari 2018.
 
Korban yang curiga, menolak hal tersebut. Hingga akhirnya terjadi pertengkaran. Beruntung, saat pertengkaran terjadi, ada pengendara motor lain yang melintas dan mencoba membantu korban.
 
Warga kemudian menghubungi polisi dan membekuk para pelaku. Mereka digiring ke Mapolsek Bekasi Selatan.
 
 
"Korbannya adalah anak-anak sekolah yang sedang bermain motor," Hersiantony menjelaskan.
 
Karena itu, Ia pun mengimbau kepada orangtua untuk tidak memberikan sepeda motor kepada anak-anak sekolah atau di bawah umur. Sebab, tidak jarang anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan bermotor ini menjadi sasaran pelaku kejahatan.
 
"Ini kejadiannya siang hari bolong loh, saat pulang sekolah. Saya meminta agar orangtua, agar waspada. Jangan berikan anak untuk bermain sepeda motor," pungkasnya.
 
Sementara itu, seorang pelaku W mengaku jika dirinya baru pertama kali melakukan kejahatan tersebut. Ia berniat, uang hasil kejahatannya digunakan untuk membayar kontrakan.
 
"Untuk bayar kosan pak, udah nunggak 2 bulan," kata pelaku W, saat diintrogasi polisi.
 
Atas hal tersebut, empat pemuda pengangguran ini dijerat dengan pasal 378 KUHPidana dengan hukuman di atas 5 tahun penjara.[boc]
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Seorang Ibu Mengamuk Histeris di Disdukcapil, Ini yang Terjadi..?

    PELALAWAN - Seorang ibu berteriak histeris di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pelalawan, Kamis, 20 September 2018. Wan

  • Polres Inhu Rilis Pengungkapan Kasus Perbankan, Karhutla dan Pembunuhan

    INHU - Sat Reskrim Polres Inhu melaksanakan Kegiatan Konferensi Press Pengungkapan Kasus tentang Perbankan, Pembakaran Lahan dan Pembunuhan di Halaman Mapolr

  • Polres Meranti Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Muara Takus Tahun 2018

    MERANTI - Polres Meranti Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Muara Takus Tahun Tahun 2018 bertempat di Halaman Mapolres Kep. Meranti Jl. Pembangunan I Se

  • Kapolda Riau Pimpin Apel Gelar Pasukan Mantap Brata Muara Takus 2019

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Daerah Riau Irjen Pol Drs. Widodo Eko Peihastopo MM tadi pagi pimpin apel gelar pasukan Mantap Brata Muara Takus tahun 2019. Ra

  • KOMENTAR