• Home
  • International
  • Bareskrim Berhasil Tangkap Perekrut Perempuan Untuk Dijadikan PSK di Malaysia

Bareskrim Berhasil Tangkap Perekrut Perempuan Untuk Dijadikan PSK di Malaysia

Minggu, 08 Januari 2017 20:39
BAGIKAN:
Tribrata News
ilustrasi

JAKARTA - Aparat Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia menangkap perekrut perempuan untuk dijadikan pekerja seks di Malaysia.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Agus Andrianto mengatakan, tim Bareskrim berhasil mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan menangkap perekrut perempuan muda dari Indramayu.

Dalam aksinya RS (41) pelaku merekrut perepuan muda dibawah umur yakni NIM (16) dan NU (15). Pelaku merekrut kedua korban pada Oktober 2016 lalu.

“Jadi pelaku menawari korban pekrjaan sebagai pelayanan restoran di Malaysia dengan gaji yang besar. Korban yang tertarik kemudian bersedia berangkat ke Malaysia,” tutur Brigjen Agus Minggu (08-01-2017).

Brigjen Agus menjelaskan, saat korban bersedia akhirnya korban dari Indramayu terbang ke Pontianak kemudian disana dijemput oleh salah satu pelaku yakni A yang saat ini masih buron.

Selanjutnya dari Pontianak, korban diselundupkan ke Malaysia melalui Entikong tanpa dokumen paspor. Korban disembunyikan dalam kendaraan hingga berhasil lolos ke Malaysia.

“Saat berada di Malaysia A menyeragkan korvam ke IT warga Indonesia yang juga buron,” katanya.

Masih kata Brigjen Agus, oleh IT kemudian kedua korban dipekerjakan para korban tersebut sebagai pekerja seks tanpa digaji. Karena tidak sesuai dengan janji, kemudian salah satu korban yakni, NIM berhasil kabur dan menghubungi orang tuanya.

Mendapatkan kabar buruk dari anaknya, kedua orang tua NIM segera melaporkan anaknya kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Malaysia. Selanjutnya pihak KJRI Kuching segera menjemput NIM untuk dipulangkan ke Indonesia dan diterima oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

“Selanjutnya Satgas TPPO Subdit III Bareskrim dengan Kanit PPA Polres Indramayu melakukan penyelidikan atas keberadaan Tersangka R di Indramayu. Kami berhasil melakukan penangkapan dan membawa ke Bareskrim Polri,” jelas Brigjen Agus.

Namun untuk jaringan lainnya, yakni A di Pontianak dan IT di Malaysia pihaknya masih terus melakukan upaya pencarian. Satgas TPPO Dit Tipidum akan berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk mencari tersangka IT maupun korban-korban lainnya.

“Kami menduga ada korban-korban lain yang masih bekerja di Kuching, Malaysia,” ungkap Brigjen Agus.
Atas perbuatannya, tersangka R dijerat dengan pelanggaran UU Tindak Pidana Perdagangan Orang Nomor 21 Tahun 2007.(tom)

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Operasi Patuh 2017, Polres Bengkalis Jaring 1.703 Pelanggara Lalu Lintas

    BENGKALIS- 1.653 pelanggaran dari 1.703 kali pelanggaran ditindak dengan ditilang aparat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bengkalis selama 14 hari gelar Operasi Patuh 2017 dar
  • Korupsi Jembatan Padamaran II di Rohil. Kerugian Membengkak, Dari Rp2,5 Miliar Jadi Rp9,4 Miliar

    PEKANBARU - Kerugian negara akibat korupsi pada pembangunan Jembatan Padamaran II di Rokan Hilir membengkak, dari Rp2,5 miliar menjadi Rp9,5 miliar. Hal in
  • Berbusana Gamis dan Ngaku Pengurus Masjid, Pria Ini Tipu 18 Nenek

    PEKANBARU - Berakhir sudah petualangan NW menipu para wanita lanjut usia yang dilakoninya sejak tahun 2016. Sudah 18 nenek menjadi korbannya. Dia mengelabu
  • Mayat Pria yang Dimakan Biawak Dikuburkan

    SELATPANJANG - Mayat pria yang membusuk dan telah dimakan biawak di parit di Jalan Yos Sudarso, Selatpanjang, akhirnya dimakamkan di TPU Taman Sri Bijuangs
  • KOMENTAR