• Home
  • International
  • Mahathir Bentuk Satgas Ungkap Kasus Korupsi 'Rp64 Triliun' di 1MDB Malaysia

Mahathir Bentuk Satgas Ungkap Kasus Korupsi 'Rp64 Triliun' di 1MDB Malaysia

Selasa, 22 Mei 2018 15:13
BAGIKAN:
Eks PM Malasyia Najib Rajak

BENGKALISONE - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan pembentukan satuan tugas (Satgas) untuk menyelidiki dugaan korupsi yang hampir mencapai Rp64 triliun di lembaga investasi negara 1Malaysia Development Berhard (1MDB), Senin, 21 Mei 2018.

Pembentukan Satgas ini tidak lepas dari kemenangan oposisi Pakatan Harapan dalam pemilu 9 Mei lalu. Seperti janji PM Mahathir Mohammad, sebagai pemimpin oposisi dalam kampanyenya, ia akan membuka kasus dugaan penyalahgunaan dana ratusan juta dolar di 1MDB.

Satgas ini diberi kewenangan untuk bekerja sama dengan para aparat penegak hukum di sejumlah negara untuk menyita dan mendapatkan kembali uang negara yang hilang.

Satgas ini beranggotakan beberapa mantan pejabat, antara lain Abdul Gani Patail, mantan jaksa agung yang dipecat pada 2015 ketika memimpin penyelidikan atas skandal 1MDB, dan sejumlah pejabat lain yang dipecat karena menyelidiki kasus ini juga menjadi anggotanya, termasuk perwakilan dari badan-badan antikorupsi, polisi dan kejaksaan agung.

Tugas dari Satgas tersebut menyita aset dan mengambil langkah-langkah hukum untuk meminta pertanggungjawaban orang-orang yang diduga menyalahgunakan dana negara 1MDB.

Kantor Mahathir mengatakan anggota satgas memiliki kewenangan untuk melacak `transaksi-transaksi ilegal` 1MDB yang diduga sampai hingga ke sejumlah negara seperti Amerika, Swiss, Kanada, dan Singapura.

"Pemerintah berharap satgas yang beranggotakan aparat dari berbagai lembaga ini akan memulihkan kembali citra dan martabat Malaysia yang tercoreng akibat skandal korupsi 1MDB," demikian pernyataan yang dikeluarkan kantor Mahathir, melansir BBC Indonesia, Selasa, 22 Mei 2018.

Seperti diketahui, IMDB adalah lembaga dibentuk pemerintah pimpinan PM Najib Razak pada 2009 dengan tujuan utama mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia. Namun diduga, Najib, keluarga da kroni-kroninya malah menyalahgunakan dana di badan ini.

Aparat penegak hukum di Amerika Serikat menduga dana senilai US$4,5 miliar, setara dengan Rp63,8 triliun itu dicuri dari 1MDB dan dikirim ke Amerika, antara lain untuk membiayai film Hollywood dan membeli karya-karya seni, termasuk lukisan Monet dan Van Gogh.

Diduga pula, ada aliran dana sebesar US$681 juta, atau sekitar Rp9,6 triliun, ke rekening pribadi Najib Razak menjelang pemilihan umum tahun 2013 lalu. Namun, Najib secara tegas membantah dugaan tersebut.

Najib dan pengelola 1MDB menegaskan tidak ada aturan hukum yang dilanggar. Bahkan, Najib dalam pidato di depan ratusan pendukung pada akhir pekan lalu, menegaskan bahwa tidak ada uang negara yang ia curi dari 1MDB.

Sebelumnya, pemerintah sudah melarang Najib meninggalkan Malaysia dan polisi melakukan penggeledahan di rumah milik Najib pekan lalu. Dalam penggeledahan ini polisi membawa puluhan tas yang dimasukkan ke dalam sejumlah mobil. Media di Malaysia memberitakan tas-tas tersebut berisi uang kontan dan perhiasan.[roci]

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Korem 031/WB Cek Fisik dan Administrasi Kendaraan Dinas

    PEKANBARU - Sebagai salah satu langkah penertiban dalam berlalu lintas, Rabu, (15/08/2018), Korem 031/WB melaksanakan pemeriksaan kelengkapan kendaraan dinas

  • Peduli Gempa Lombok, MTs Miftahul Huda Galang Dana

    PINGGIR - Bentuk kepedulian terhadap gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok, MTs Miftahul Huda, Desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis,

  • Wakili Presiden Jokowi, Gubernur Jatim Buka Pertemuan 4100 Pembina Pramuka di Desa Lebakharjo Malang

    MALANG - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo membuka Karang Pamitran Nasional 2018 di Lapangan Desa Lebakharjo, Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sela

  • MenPAN-RB Mundur, Begini Nasib Penerimaan PNS Baru

    JAKARTA - Kepala Biro Hukum Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Mudzakir mengatakan, mundurnya

  • KOMENTAR