Permen Bohlam yang Viral Ini Ternyata Sangat Berbahaya!

Kamis, 04 Januari 2018 01:54
BAGIKAN:
ilustrasi permen bohlam

BENGKALISONE - Sebuah permen berbentuk bohlam dengan diameter 6 cm, tengah digandrungi oleh masyarakat Cina.

Dilansir dari laman SUARA.COM pada kamis 4 Januari 2018, tren ini dimulai sejak sinetron bertajuk Emergency Medicine Specialist, yang menampilkan satu episode di mana seorang lelaki harus dirawat dengan kondisi bohlam berada di dalam mulut.

Diceritakan dalam skenario, lelaki tersebut penasaran dengan rasa bohlam dan mencoba memakannya.

Dari situ kemudian muncul ide membuat hadiah unik berupa permen berbentuk bola lampu dan dijual secara online. Tak disangka, permen bohlam menjadi populer dan banyak dipesan olah kalangan muda-mudi Cina.

Salah seorang pedagang permen bohlam yang menjajakan produknya lewat marketplace, Taobao mengatakan telah menerima 1.026 pesanan dalam sebulan. Permen tersebut memiliki berat 200 gram yang dijual 39 Yuan atau lebih dari Rp80 ribu.

Meski populer, bukan berarti permen bohlam tidak menimbulkan kontroversi. Seorang selebriti dunia maya asal Cina, Xu Fanchi bahkan mengunggah sebuah video dimana ia kesulitan mengeluarkan permen tersebut dari mulut. Setelah lima menit dan meleleh, permen karamel baru bisa lepas dari mulutnya.

Masalah tersendak juga jadi perhatian khusus seorang dokter dari Rumah Sakit Persahabatan Cina-Jepang di Beijing, Bi Qingyun. Menurutnya permen tersebut dapat menyebabkan lebih banyak risiko kesehatan dari yang dibayangkan.

"Jika permen tetap berada di dalam mulut lebih dari satu jam, sendi rahang bawah bisa terkilir. Lidah juga bisa membengkak, karena tekanan jangka panjang. Itu bisa menyebabkan tersedak dan berakibat fatal," kata Bi seperti kutip dari AsiaOne.

Bi menyarankan agar masyarakat tidak memasukkan permen sekaligus ke dalam mulut. "Jangan mengambil risiko karena rasa ingin tahu," tutupnya.

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • MK Putuskan Sprindik Baru Bisa Terbit Setelah Praperadilan

    JAKARTA - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) memastikan bahwa Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru tetap bisa diterbitkan oleh lembaga penegak hukum usai

  • Kronologi OTT BPN Siak, Berikut Keterangan Polisi

    PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau membenarkan telah menggelar operasi tangkap tangan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Siak. Dua terduga p

  • Obat Ini Tak Lagi Dijamin BPJS, Penderita Gugat Presiden

    BENGKALISONE - Presiden Joko Widodo dan Direktur Utama BPJS digugat seorang perempuan Juniarti (46) yang divonis dokter menderita kanker payudara HER2 positi

  • Diduga Lakukan Pungi, Tipikor Polres Bengkalis Tangkap Oknum STAIN Bengkalis

    BENGKALIS - Seorang Honorer, bagian Staf Admistarasi Umum dan Keuangan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Bengkalis dikabarkan ditangkap Unit Tindak Pidan Ko

  • KOMENTAR