Predator Terganas, Hewan Kecil Ini Diklaim Berusia 508 Juta Tahun

Jumat, 22 Desember 2017 04:05
BAGIKAN:

PEKANBARU - Penelitian baru telah mengungkapkan lebih banyak rincian mengenai predator laut kecil berusia 508 juta tahun yang sangat terkenal, yakni Habelia optata. Makhluk ini telah menarik perhatian ilmuwan sejak awal penemuannya, lebih dari seabad yang lalu.

Hewan yang telah punah itu berukuran 2 centimeter, tubuhnya beruas dengan kerangka eksternal, tungkai bersendi, dan ekor panjang. Ia termasuk dalam golongan hewan yang disebut chelicerate, yang merupakan bagian dari kelompok yang lebih besar, yakni arthropoda, mencakup laba-laba, serangga, dan krustasea.

Untuk penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMC Evolutionary Biology, para ilmuwan menganalisis 41 spesimen hewan tersebut.

Mereka menemukan bahwa tubuh Habelia optata terbagi beberapa ruas hingga kepala. Bagian tengah (thorax) dan bagian bawah (post thorax) seluruhnya terselimuti oleh berbagai jenis duri dan appendage (struktur berupa tonjolan tubuh yang dapat digerakan secara aktif).

Thorax-nya memiliki lima pasang kaki berjalan, sementara post-thorax tersambung dengan appendage yang kemungkinan digunakan untuk respirasi.

"Kalajengking dan kalajengking-yang-telah-punah juga merupakan chelicerate (subfilum dari anggota hewan tak bertulang belakang, termasuk dalam filum Arthropoda), dengan tubuh yang terbagi-bagi menjadi tiga wilayah berbeda,” kata Cédric Aria dari Universitas Toronto.

Ia berpendapat, wilayah tersebut secara luas sesuai dengan Habelia. Namun, perbedaan utamanya, yaitu kalajengking dan kalajengking laut, seperti chelicerate lainnya, benar-benar berjalan menggunakan kepala.

Para peneliti berpikir bahwa perbedaan aneh dalam anatomi antara Habelia dan chelicerates modern menyebabkan evolusi kepala yang sangat kompleks.

Kepala tersebut meliputi lima appendage yang aneh, termasuk piring besar untuk mengunyah, sebuah cabang seperti kaki dengan duri kaku untuk mencengkeram, dan cabang tipis yang memungkinkan hewan tersebut merasakan lingkungannya.

“Alat appendage dan rahang yang kompleks membuat Habelia menjadi predator yang sangat ganas untuk ukurannya. Kedua bagian tersebut sangat aktif dan efisien dalam membunuh mangsanya,” ujar Aria, dikutip dari International Business Times, Kamis (21/12/2017). [okz]

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • APK Membandel, Siap-siap Disisir Bawaslu

    PEKANBARU - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau saat ini sedang menginventarisir jumlah Alat Peraga Kampanye (APK) yang diduga melanggar aturan di provinsi Riau.

  • Ajang Promosi Para UKM, Pameran dan Bazar MTQ ke-XXXVII di Buka

    PEKANBARU - Salah satu bentuk nyata kerja keras Pemerintah Provinsi Riau dalam memajukan ekonomi antara lain dengan pameran dan bazar MTQ ke-XXXVII di Pekanb

  • Polisi Tetapkan 2 Tersangka Terkait Temuan Mayat di Bengkalis

    BENGKALIS - Hamit alias Boboi (31) dan Jamal (38), keduaya warga Desa Cingam, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, ditetapkan sebagai tersangka atas kelalai

  • Peringati HAKI, Usai Gelar Apel Kejari Bengkalis Bagi Bagi Kaos

    BENGKALIS - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis membagi-bagikan kaos bagi masyarakat, Senin 10 Desember 2018.

    Acara i

  • KOMENTAR