Tampilkan Gambar Pelecehan Anak, Saluran YouTube Ini Diblokir

Jumat, 20 Juli 2018 02:38
BAGIKAN:

BENGKALISONE - YouTube telah menangguhkan akun FamilyOFive milik pasangan Mike dan Heather Martin yang berasal dari Maryland, Amerika Serikat.

Mereka telah sembrono menggunakan anak-anak untuk membuat video lelucon viral, yang menampilkan rekaman gambar pelecehan anak. Setelah diketahui bahwa Martins masih aktif di YouTube, warganet meminta YouTube untuk mengambil tindakan terhadap akun tersebut. Video terbaru akun tersebut baru diposting empat hari lalu.

Pasangan tersebut memang bermasalah. Dikutip dari laman The Verge, Kamis 19 Juli 2018, suami istri itu dituduh mengabaikan anak pada musim gugur lalu. Mereka dijatuhi hukuman hingga lima tahun masa percobaan. Selain itu mereka juga kehilangan hak asuh atas dua dari lima anak.

Martin mengaku, anak mereka yang berusia 10 tahun pada waktu itu bertindak sendiri dalam video. Namun penegak hukum menemukan kejanggalan. Mereka menemukan kekerasan fisik, bersama dengan bukti anak-anak mereka mengalami cedera saat merekam video.

Anggota komunitas YouTube menyebut, pasangan tersebut mengeksploitasi anak-anak dan memonetisasi video pelecehan anak. Salah satu kritikus yang terang-terangan mengkritik yakni akun YouTuber Philip DeFranco. Akun ini menyoroti perilaku pasangan tersebut.

Ganti nama channel

Karena mendapat tekanan, Martin bersama keluarganya pindah dari Maryland ke Vest Virginia dengan tiga anak mereka yang tersisa. Mereka telah mengoperasikan channel dengan nama baru, FatherOFive dari sebelumnya DaddyOFive. Channel tersebut sudah memiliki lebih dari 750 ribu pengikut.

Saat ini jika Anda mencari video FamilyOFive di YouTube, akan tetap menampilkan gambar mini dan daftar untuk video. Namun jika diklik, akan menghasilkan sebuah pernyataan di layar, yang mengumumkan penutupan akun.

YouTube memberikan pernyataan, konten yang membahayakan anak-anak tidak dapat diterima oleh mereka. YouTube telah menggandeng para ahli di bidang keamanan anak, untuk memastikan mereka memiliki kebijakan yang ketat dan secara agresif menegakkannya.

"Saluran ini sudah melanggar pedoman kami yang melarang anak melakukan hal membahayakan. Kami menghapus semua salurannya di bawah persyaratan layanan kami,” bunyi pernyataan dari YouTube.

Saat ini video yang menampilkan anak-anak harus mematuhi undang-undang pekerja anak setempat. Pada lain kesempatan Martin juga dimintai tanggapan atas kejadian tersebut. Selama 18 bulan terakhir keluarganya telah mencoba untuk instropeksi atas kejadian lalu. Pria itu juga menyebut, YouTube menjadi bagian dari yang keluarga mereka nikmati.

"Kami akan terus melakukannya, dalam batas-batas ketat yang telah kami tetapkan untuk diri kami sendiri. Demi privasi kami dan penyembuhan lanjutan, saya tidak memiliki komentar lebih lanjut atau sesuatu untuk masa lalu maupun saat ini," ujar Martin.[viva]

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • 3 Napi Kabur dari Lapas Jambi Ditangkap Di Bengkalis, 1 Dihadiahi Timah Panas Polisi

    BENGKALIS - Tiga dari empat nara pidana (napi) kasus narkotika yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sungai Penuh Jambi, akhirnya ditangka

  • Kasus Perceraian Kalangan PNS Meningkat di Bengkalis

    BENGKALIS - Angka perceraian dikalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Bengkalis relatif meningkat dibanding tahun

  • Nyambi Jual Sabu, ASN Bengkalis Dicokok Polisi

    BENGKALIS - Lagi, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, Riau yang nyambi menjual narkotika jenis sabu ditangkap P

  • Polisi Tangkap 2 Pengedar Sabu Di Mandau

    MANDAU - Kepolisian Sektor Mandau berhasil mengamankan 2 pelaku pengedar narkotika jenis sabu di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis 13 Juni 2

  • KOMENTAR