• Home
  • Maritim
  • Lanal Dumai Gagalkan 7 Orang Penyedudup Warga Rohingya

Lanal Dumai Gagalkan 7 Orang Penyedudup Warga Rohingya

Kamis, 07 Juni 2018 23:44
BAGIKAN:

DUMAI -Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dumai berhasil menggagalkan penyeludupan tujuh orang Warga Rohingya Myanmar yang akan masuk ke negara Malaysia secara illegal. Ketujuh orang Warga Rohingya Myanmar tersebut ditemukan Patroli Lanal Dumai ketika akan berangkat ke Malaysia bersembunyi di hutan bakau disekitar Pantai Purnama Dumai, Rabu (6/6).

Penggerebekan terhadap imigran illegal Warga Rohingya tersebut dilaksanakan berdasarkan informasi yang diperoleh Unit Intelijen Lanal Dumai pada hari Rabu tanggal 6 Juni 2018 pukul 07.30 WIB, bahwa ada Warga Rohingya dari Medan dengan menggunakan kendaraan roda empat menuju Dumai dan akan berangkat ke Malaysia secara illegal.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Lanal Dumai memerintahkan 2 unsur patroli yaitu Sea Rider I dan Sea Rider II untuk melaksanakan penyisiran di sekitar Pantai Purnama Dumai. Pukul 09.00 WIB, Patroli Sea Rider II melihat ada 1 unit speed boat yang disamarkan di pohon bakau dengan beberapa orang berkumpul disekitar speed boat. Selanjutnya Tim Patroli Lanal Dumai langsung melaksanakan penggerebekan dan didapatkan 1 unit speed boat mesin 55 PK dan tujuh orang Warga Rohingya yang terdiri dari 3 orang dewasa dan 4 orang anak-anak bersembunyi di pohon bakau, dan 1 orang yang tidak dikenali identitasnya berhasil melarikan diri. Selanjutnya ketujuh orang Warga Rohingya dan 1 unit speed boat dibawa dan diamankan ke Posmat Sungai Dumai untuk dilakukan pengembangan dan proses lebih lanjut.

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino pada acara konfrensi pers didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Dumai Zulkifli A dan Palaksa Lanal Dumai Letkol Laut (KH) Saiful Simanjuntak, S.H., M.H., menyampaikan bahwa tujuh orang Warga Rohingya Myanmar tersebut berangkat ke Malaka Malaysia dibantu seorang pengurus di Medan inisial HS yang juga merupakan Warga Negara Myanmar. HS membawa ketujuh orang Warga Rohingya tersebut dengan menggunakan kendaraan roda empat menuju Jalan Suka Karya Dumai, kemudian setelah sampai disana ketujuh orang Warga Rohingya tersebut diserahkan kepada saudara YS, dan mereka sempat ditampung selama 11 hari dan disembunyikan di pondok-pondok disekitar daerah Suka Karya. Selain itu, salah satu Warga Rohingya saudara Abdul Kasim mengaku untuk berangkat ke Malaka Malaysia mereka sudah membayar sebesar Rp. 13.000.000,- kepada saudara YS.

Lebih lanjut dikatakan Danlanal Dumai, terkait dugaan pelanggaran ke Imigrasian oleh ketujuh orang Warga Rohingya Myanmar tersebut, pihak TNI AL dalam hal ini Lanal Dumai akan melaksanakan koordinasi ke pihak Imigrasi Kelas II Dumai. Lanal Dumai juga akan terus melakukan penyelidikan terhadap adanya keterlibatan oknum-oknum yang berusaha mencari keuntungan dari kegiatan tersebut.[men]
 

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Ramadan 1440 H, MTs Miftahul Huda Gelar Sarana Dakwah Menguji Mentalitas Siswa

    PINGGIR - Bulan Suci Ramadan 1440 H merupakan ajang silaturahmi serta safari sebagai sarana dakwah, dan menguji mentalitas bagi Siswa - Siswi Mts Miftahul Hu

  • Kisah Heroik Satlantas Pekanbaru Bantu Ibu Hamil Mau Melahirkan Terobos Kemacetan

    PEKANBARU - Anggota Satlantas Pekanbaru baru saja berhasil membantu seorang ibu yang dalam kondisi hamil besar dan akan segera melahirkan terjebak kemacetan

  • Tokoh Muda Muhammadiyah Imbau Menjaga Kondusifitas Menjelang Idul Fitri

    DURI - Tokoh Pemuda, Patra Setiawan berharap di bulan Suci Ramadan yang penuh berkah ini dapat menjadi penyejuk ketegangan pasca-pemilu serentak 2019.

  • Pejabat di Lingkungan STAIN Bengkalis Harus Mampu Bekerja Profesional, Berintegritas dan Inovatif

    BENGKALIS - Ketua STAIN Bengkalis Prof. Dr. H. Samsul Nizar, M. Ag menyebut pejabat di lingkungan STAIN Bengkalis harus mampu bekerja sesuai dengan peraturan

  • KOMENTAR