• Home
  • Maritim
  • Menko Tedjo maksimalkan TNI AL jaga perairan perbatasan Indonesia

Menko Tedjo maksimalkan TNI AL jaga perairan perbatasan Indonesia

Sabtu, 07 Februari 2015 22:58
BAGIKAN:
ilustrasi kapal perang TNI AL
JAKARTA, PESISIRONE.com - Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan pengamanan perairan di Maluku Utara (Malut) jadi prioritas pemerintah. Pasalnya perairan daerah ini berbatasan langsung dengan negara tetangga.

"Semua daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malut ini diprioritaskan pengamanannya untuk mencegah terjadinya pencurian ikan yang dilakukan nelayan asing," katanya di Ternate, seperti dilansir Antara, Sabtu (7/2).

Tedjo mengatakan, pemerintah akan menambah armada pengamanan untuk mengawasi perairan Malut dan daerah lainnya yang berbatasan dengan negara tetangga, termasuk memaksimalkan peran TNI-AL dan Polairud. Menurut dia, sebagian besar wilayah Malut merupakan laut, sehingga pemerintah memprioritaskan armada dam di tempatkan di sejumlah titik rawan masuknya kapal nelayan asing yang akan mencuri ikan di perairan Malut.

Oleh karena itu, dirinya optimistis dengan dukungan armada dan personel yang kuat, maka wilayah perairan Malut bisa terjaga dari masuknya nelayan asing yang berusaha masuk teritorial Indonesia untuk mencuri ikan.

Sebelumnya, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno membawakan kuliah umum Universitas Muhammadiyah Malut (UMMU) dan meminta dukungan semua pihak, terutama dalam menjaga teritorial perairan di Malut.(ant)


JAKARTA, PESISIRONE.com - Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan pengamanan perairan di Maluku Utara (Malut) jadi prioritas pemerintah. Pasalnya perairan daerah ini berbatasan langsung dengan negara tetangga.

"Semua daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malut ini diprioritaskan pengamanannya untuk mencegah terjadinya pencurian ikan yang dilakukan nelayan asing," katanya di Ternate, seperti dilansir Antara, Sabtu (7/2).

Tedjo mengatakan, pemerintah akan menambah armada pengamanan untuk mengawasi perairan Malut dan daerah lainnya yang berbatasan dengan negara tetangga, termasuk memaksimalkan peran TNI-AL dan Polairud. Menurut dia, sebagian besar wilayah Malut merupakan laut, sehingga pemerintah memprioritaskan armada dam di tempatkan di sejumlah titik rawan masuknya kapal nelayan asing yang akan mencuri ikan di perairan Malut.

Oleh karena itu, dirinya optimistis dengan dukungan armada dan personel yang kuat, maka wilayah perairan Malut bisa terjaga dari masuknya nelayan asing yang berusaha masuk teritorial Indonesia untuk mencuri ikan.

Sebelumnya, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno membawakan kuliah umum Universitas Muhammadiyah Malut (UMMU) dan meminta dukungan semua pihak, terutama dalam menjaga teritorial perairan di Malut.(ant)


BAGIKAN:
KOMENTAR