• Home
  • Nasional
  • Badan Siber Sebut Tidak Akan Intai Komunikasi Pribadi Warganet

Badan Siber Sebut Tidak Akan Intai Komunikasi Pribadi Warganet

Jumat, 05 Januari 2018 19:50
BAGIKAN:
Djoko Setiadi saat dilantik Jokowi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Nasional, Rabu 3 Januari 2017

JAKARTA - Juru bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Anton Setiyawan, menegaskan, BSSN tidak akan memata-matai komunikasi pribadi masyarakat di internet. Menurutnya tugas BSSN adalah mendeteksi dan mencegah kejahatan siber dengan cara menjaga keamanan secara efektif dan efisien.

“Tidak ada (mengawasi komunikasi pribadi). Tugas kami adalah menjaga jaringan dan menanggulangi serangan siber secara nasional untuk menjaga keamanan,” ungkap Anton dikutip dari laman Liputan6.com pada Jumat 5 Januari 2018.

Dituturkannya, konsep keamanan siber dalam hal ini yaitu BSSN menjaga agar tidak ada ancaman di ranah online yang menjadi kenyataan. Namun, hal ini sifatnya melingkupi nasional.

“Jadi tidak ada yang mengacak data pribadi orang. Kami akan memastikan masyarakat bisa melakukan transaksi elektronik dengan aman,” ungkapnya.

Seperti diketahui, usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Djoko Setiadi sebagai Ketua BSSN pada Rabu 3 Januari 2018, muncul pesan berantai di internet tentang BSSN yang akan memata-matai komunikasi di internet termasuk media sosial seperti WhatsApp, Twitter dan Facebook. Pesan ini tersebar di berbagai platform termasuk pesan singkat WhatsApp.

Adapun pembentukan BSSN berdasarkan pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 133 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 53 Tahun 2017 tentang BSSN. Perpres tersebut ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 16 Desember 2017.

Lembaga yang dikomandoi Djoko ini juga bertugas mendeteksi dan mencegah kejahatan siber dengan menjaga keamanan siber secara efektif dan efisien.

Secara lebih rinci, berdasarkan Perpres Nomor 53 Tahun 2017 tersebut, BSSN mempunyai tugas melaksanakan keamanan siber secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan, dan mengonsolidasikan semua unsur yang terkait dengan keamanan siber.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, BSSN menyelenggarakan fungsi: penyusunan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kebijakan teknis di bidang identifikasi, deteksi, proteksi, penanggulangan, pemulihan, pemantauan, evaluasi, pengendalian proteksi e-Commerce, persandian, penapisan, diplomasi siber, sentra informasi, dukungan mitigasi, pemulihan penanggulangan, kerentanan, insiden dan/atau serangan siber.

Selain itu, tugas juga berfokus pada pengoordinasian kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BSSN dan sebagai wadah koordinasi bagi semua pemangku kepentingan; pelaksanaan pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan BSSN; pengawasan atas pelaksanaan tugas BSSN; pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan BSSN; dan pelaksana kerjasama nasional, regional, dan internasional dalam urusan keamanan siber.

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • APK Membandel, Siap-siap Disisir Bawaslu

    PEKANBARU - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau saat ini sedang menginventarisir jumlah Alat Peraga Kampanye (APK) yang diduga melanggar aturan di provinsi Riau.

  • Ajang Promosi Para UKM, Pameran dan Bazar MTQ ke-XXXVII di Buka

    PEKANBARU - Salah satu bentuk nyata kerja keras Pemerintah Provinsi Riau dalam memajukan ekonomi antara lain dengan pameran dan bazar MTQ ke-XXXVII di Pekanb

  • Pembukaan Stand Bazar MTQ ke-XXXVII Tingkat Provinsi Riau, Bengkalis Target Juara 1

    PEKANBARU - Sebelum pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXVII tingkat Provinsi Riau tahun 2018, dibuka secara resmi, Gubernur Riau diwakili

  • Polisi Tetapkan 2 Tersangka Terkait Temuan Mayat di Bengkalis

    BENGKALIS - Hamit alias Boboi (31) dan Jamal (38), keduaya warga Desa Cingam, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, ditetapkan sebagai tersangka atas kelalai

  • KOMENTAR