• Home
  • Nasional
  • Bentrok TNI-Polisi Berpotensi Ancam Keamanan Negara

Bentrok TNI-Polisi

Bentrok TNI-Polisi Berpotensi Ancam Keamanan Negara

Kamis, 20 November 2014 21:06
BAGIKAN:
PESISIRONE GROUP/CNN Indonesia
Kapolri Jenderal Pol Sutarman (kiri) dan KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan keterangan pers usai pertemuan tertutup di Mapolda Kepri, Kamis (20/11). Kapolri dan KSAD bertemu untuk membahas insiden penyerangan Mako Brimoda Kepri oleh sejumlah oknum anggota Yonif 134/TS Rabu (19/11).
JAKARTA - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Martin Hutabarat menilai bentrok yang terjadi antara Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia di Batam Rabu (19/11), berpotensi mengancam stabilitas dan keamanan jika tidak ditangani dengan baik.

"Peristiwa seperti ini kalau dibiarkan terus dan tidak cepat diredam, bisa meluas ke mana-mana," ujar politikus Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut kepada CNN Indonesia, Kamis (20/11). "Saya kira Presiden Joko Widodo perlu ikut turun tangan menangani persoalan ini," katanya melanjutkan.

Menurut Martin, sangat penting untuk mencari tahu akar permasalahan dari perseteruan yang sudah terjadi lebih dari sekali ini. Jika akarnya diabaikan, pria asal Pematang Siantar tersebut khawatir kejadian yang sama dapat terulang kembali bukan di Batam saja namun di tempat lain juga.

"Saya kira ini adalah akibat dari belum tuntasnya kebijakan pemisahan TNI dan Polri dimasa awal reformasi dulu dilakukan. Presiden harus mengevaluasi ulang kebijakan yang dilakukan tentang pemisahan ini dan mendengar keluhan-keluhan yang dialami oleh para prajurit TNI dan Polri untuk mencari jalan keluarnya," ujar Martin.

Pada masa Orde Baru, TNI dan Polri merupakan sebuah kesatuan yang disebut Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Tumbangnya rezim Soeharto tersebut kemudian berujung pada pemisahan kedua institusi keamanan negara itu.

Sebelumnya diketahui TNI dan Polri kembali terlibat bentrok yang menewaskan satu anggota TNi berpangkat prajurit kepala di Batam. Awal kejadian tersebut adalah saling tatap antar anggota di sebuah pom bensin yang sempat didamaikan namun tetap berlanjut karena adanya ketidakpuasan salah satu pihak.

Sekretaris Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Kolonel Korps Ajudan Jenderal Sumirat Kriswasana mengatakan situasi di Kepulauan Riau sudah kondusif dan tidak ada lagi kontak senjata antara anggota TNI dan Polri.(CNN/pog)

BAGIKAN:
KOMENTAR