• Home
  • Nasional
  • Diduga Jumpai Pegiat Lingkungan, Menteri LHK Diam-Diam Datang Ke Riau

Diduga Jumpai Pegiat Lingkungan, Menteri LHK Diam-Diam Datang Ke Riau

Senin, 19 Februari 2018 23:36
BAGIKAN:
PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengaku tidak mengetahui kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya pada akhir pekan ini.
 
Tidak hanya BBKSDA Riau, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ternyata juga "luput" dari kedatangan atasannya tersebut.
 
Seperti diungkapkan Kepala BBKSDA Riau, Hariyono saat dikonfirmasi wartawan, Senin, 19 Februari 2018. Ia mengaku tidak mengetahui kedatangan Siti Nurbaya, padahal menteri sempat bertemu dengan sejumlah LSM pegiat lingkungan tersebut.
 
"Saya tidak tahu, Mas. Kebetulan lagi di Jakarta, coba ke Balai TNTN," katanya singkat.
 
Sementara itu, Supartono melalui sambungan telepon juga mengatakan hal yang sama. Dia juga tidak mengetahui kehadiran Menteri Siti Nurbaya ke Riau.
 
"Kita malah tahunya dari pemberitaan saja," ujarnya.
 
Berbeda dengan dua lembaga resmi pemerintah tersebut, Lembaga Non Pemerintah yang bergerahdi lingkungan, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi Riau) justru menyatakan mengetahui kedatangan Menteri.
 
Direktur Eksekutif Walhi Riau, Riko Kurniawan mengatakan jika kedatangan menteri saat itu mendadak. Agendanya terkait rencana percepatan usulan masyarakat dalam skema perhutanan sosial.
 
"Menteri ke Riau datang itu terkait persoalan percepatan usulan masyarakat dalam skema Perhutanan sosial. Ada dua usulan masuk yaitu Gunung Sahilan dan Giri Sako," sebut Riko.
 
Ia juga menjelaskam jika kehadiran menteri untuk melihat langsung kesiapan masyarakat di lapangan. Menariknya, skema ini kata Riko merupakan bagian dari rencana pemulihan kawasan TNTN.
 
Berbeda dengan keterangan Balai TNTN dan BBKSDA Riau yang tidak mengetahui kedatangan Menteri dan agendanya, Walhi justru lebih faham secara detail kunjungan mendadak tersebut.
 
Ia juga mengetahui skenario kedatangan Menteri yang dilakukan terkesan diam-diam yang disebut Riko sebagai skema operasi intelijen.
 
"Terkait release pemulihan ekosistem tesso nilo berbasiskan masyarakat. Karena ini ada beberapa operasi intelijen terkait penegakan hukum di sana," ujarnya.[roci]
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Waspada Bahaya Kolestrol Jika Tidak Diobati

    BENGKALISONE - Keberadaan kolesterol dalam tubuh sebenarnya memiliki peran tersendiri untuk kesehatan. Membantu dalam produksi hormon merupakan salah satu fu

  • Polres Dumai Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Pemilihan Gubernur Riau 2018

    DUMAI - Personil Gabungan TNI-Polri bersama instansi terkait Kota Dumai mengikuti rangkaian Apel Kesiapan Pemilihan Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau 201

  • Pengamanan Pilgubri 2018, Polres Bengkalis Gelar Apel Pergeseran Pasukan

    BENGKALIS - Memastikan Pilgub Provinsi Riau 2018 di Kabupaten Bengkalis berjalan aman dan damai, Polres Bengkalis gelar Apel pergeseran pasukan, Senin (25/6/

  • INGAT!.. Pemberi dan Penerima Politik Uang Bisa Dipenjara

    JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menanggapi anjuran Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menerima uang sogokan dari calon yang berlaga

  • KOMENTAR