• Home
  • Nasional
  • Hina Panglima TNI dan Jokowi di Medsos, Dokter di Sumbar Ini Ditangkap Bareskrim Polri

Hina Panglima TNI dan Jokowi di Medsos, Dokter di Sumbar Ini Ditangkap Bareskrim Polri

Sabtu, 16 Desember 2017 00:45
BAGIKAN:
SSD, pelaku hate speech (Foto: dok. Istimewa)

JAKARTA - Bareskrim Polri menangkap seorang wanita yang diduga pelaku penyebar ujaran kebencian dan SARA terhadap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di media sosial. Pelaku berprofesi sebagai dokter.

"Terduga pelaku merupakan pemilik akun Facebook dengan nama Gusti Sikumbang. Inisialnya SSD, usia 51 tahun, perempuan" ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal ketika dikutip detikcom, Jumat (15/12/2017) malam.

"Profesi atau pekerjaannya dokter," imbuhnya.

Iqbal mengatakan pelaku ditangkap di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada siang tadi, tepatnya pukul 11.00 WIB. Iqbal menerangkan pelaku mendistribusikan konten yang bersifat memprovokasi dan memfitnah Panglima TNI Marsekal Hadi.

"Kutipannya begini kira-kira, 'Kita pribumi rapatkan barisan. Panglima TNI yang baru, Marsekal Hadi Tjahjanto bersama istri Lim Siok Lan dengan dua anak cewek cowok. Anak dan mantu sama-sama di angkatan udara'. Ada juga posting yang menghina Presiden Jokowi," terang Iqbal.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Asep Safruddin mengatakan SSD diduga sebagai orang yang pertama kali mengunggah konten kebencian terhadap Marsekal Hadi. Posting-annya kemudian diunggah kembali orang beberapa netizen sehingga menjadi viral.

"Pelaku diduga pembuat pertama posting-an itu. Di dalam akun tersebut ditemukan juga posting lainnya yang sifatnya bermotif SARA," ucap Asep.

Dari tangan SSD, polisi menyita barang bukti berupa dua buah ponsel pintar. Asep menuturkan saat ini Satgas Patroli Siber bersama pelaku dalam perjalanan menuju Jakarta untuk pemeriksaan pelaku lebih lanjut.

"Motifnya masih didalami, sementara yang bersangkutan mengaku tidak puas terhadap kebijakan pemerintah," kata Asep.

Polisi menjerat SSD dengan Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun.

"Dan Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Ancamannya penjara 6 tahun," tutur Asep.

Asep menerangkan penyidik memiliki waktu 1x24 jam sejak penangkapan untuk memutuskan SSD ditahan atau tidak.

"Jadi sekarang sudah kita tangkap. Untuk menentukan ditahan apa tidak, kita masih punya waktu 24 jam untuk lakukan pemeriksaan," terangnya.

Asep menambahkan, penangkapan SSD berdasarkan hasil monitoring Tim Patroli Siber Bareskrim di media sosial, bukan karena adanya laporan dan pihak Marsekal Hadi.

"Jadi begini, kita kan memang ada patroli siber terkait isu-isu yang aktual kita profiling. Kemudian kemarin sempat terjadi isu itu kan, ramai. Kemudian kita profiling beberapa orang, kemudian didapatkanlah penyebar SARA, kebencian terhadap kelompok tertentu. Nah inilah, SSD ini yang kita amankan," ungkap Asep. [dtc]

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Terhenyak, 3 Pengedar Sabu 55 Kg Dituntut Hukuman Mati

    BENGKALIS - Juliar (23 tahun), Andi Saputra (27), dan Dedi Purwanto (25), terhenyak dengan mata berkaca-kaca duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Bengk

  • APK Membandel, Siap-siap Disisir Bawaslu

    PEKANBARU - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau saat ini sedang menginventarisir jumlah Alat Peraga Kampanye (APK) yang diduga melanggar aturan di provinsi Riau.

  • Ajang Promosi Para UKM, Pameran dan Bazar MTQ ke-XXXVII di Buka

    PEKANBARU - Salah satu bentuk nyata kerja keras Pemerintah Provinsi Riau dalam memajukan ekonomi antara lain dengan pameran dan bazar MTQ ke-XXXVII di Pekanb

  • Polisi Tetapkan 2 Tersangka Terkait Temuan Mayat di Bengkalis

    BENGKALIS - Hamit alias Boboi (31) dan Jamal (38), keduaya warga Desa Cingam, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, ditetapkan sebagai tersangka atas kelalai

  • KOMENTAR