IPW: Polri Harus Cermati Manuver ISIS

Kamis, 07 Agustus 2014 10:27
BAGIKAN:
Milisi ISIS asal Indonesia dalam video yang dirilis kelompok itu.
JAKARTA, PESISIRONE.com - Indonesia Police Watch (IPW) menilai Polri perlu agresif mencermati manuver gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang belakangan muncul di Indonesia.

"Jangan sampai kelompok politik tertentu merekrut atau berkoalisi dengan ISIS. Sebab ISIS berusaha masuk ke kantong kelompok radikal dan wilayah penyanggah kota besar," ujar Neta S Pane, Ketua Presidium IPW dalam keterangannya, Kamis (7/8/2014).

Berdasarkan penelusuran IPW, didapati ISIS makin menyebar di wilayah Pamulang, Bekasi, Malang, Yogyakarta, Solo, dan sebagian Sulawesi Tengah. Bahkan ada beberapa simpatisan ISIS menjadi relawan capres-cawapres.

Sosialisasi ISIS di Indonesia mulai agresif dua atau tiga bulan lalu. Gerakannya masih di Pulau Jawa, meski ISIS mulai mencoba masuk ke Sumatera lewat Lampung dan ke Sulawesi lewat perbatasan Sulteng-Sulsel.

Menurut Neta, tokoh-tokoh pergerakan ISIS di Indonesia umumnya anak-anak muda yg usianya 50 tahun ke bawah. Mereka mencoba masuk dan menguasai kawasan kantong Islam radikal serta penyanggah kota-kota besar.

Pola pikir yang mereka kembangkan untuk menarik minat anak-anak muda bergabung adalah mensosialisasikan syahadat "Lailaha Ilallah" yang merupakan amalan Rukun Islam Pertama dan konsep khilafah.

"Di beberapa daerah, mereka sudah membentuk khilafah daerah. Setidaknya ada tiga kelompok ISIS yang bergerak di Indonesia," kata Neta.

Kelompok pertama, masuk ke masjid-masjid melakukan sosialisasi, bahkan sampai ke anak-anak di Tempat Pendidikan Al Quran (TPA).

Kelompok kedua, membangun jaringan ke kelompok atau komunitas anak-anak muda untuk kemudian merekrutnya.

Kelompok ketiga, berusaha masuk dan menguasai bisnis limbah industri di kawasan-kawasan industri dan berusaha menancapkan pengaruh di lokasi-lokasi hiburan serta kawasan bisnis lainnya.

"Dengan banyaknya ormas keagamaan yang bersikap radikal di Indonesia, ISIS akan mendapat tempat tersendiri di kalangan tersebut," tambah Neta.

Apalagi, imbuhnya, dengan peredaran video di media sosial bahwa ada orang Indonesia yang menjadi tokoh di ISIS dan mengajak anak-anak muda bergabung.

"Tentunya hal ini makin menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara yang sangat strategis bagi kalangan Islam garis keras internasional," ujarnya.

Selain itu, posisi indonesia tak bisa diabaikan oleh jaringan teroris internasional, setelah begitu banyak aksi teror yang memakan korban di Indonesia.

Artinya, jaringan teroris internasional dan kalangan ISIS menilai banyak anak-anak muda Indonesia yang berpotensi direkrut dan dikader untuk membuat kekacauan, baik di negara lain maupun di Indonesia sendiri.(TPC/POG)
BAGIKAN:
KOMENTAR