• Home
  • Nasional
  • Kasus Pungli di Rutan Sialang Bungkuk, Polisi Periksa 20 Saksi

Kasus Pungli di Rutan Sialang Bungkuk, Polisi Periksa 20 Saksi

Sabtu, 13 Mei 2017 13:11
BAGIKAN:
Petugas kepolisian berpakaian sipil dibantu warga menangkap salah satu tahanan yang kabur dari Rutan Sialang Bungkuk Kelas IIB, Pekanbaru, Riau, 5 Mei 2017. ANTARA FOTO
PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau telah memeriksa 20 saksi terkait kasus dugaan pemerasan dan pungutan liar (pungli) yang dilakukan petugas Rumah Tahanan Klas II-B Sialang Bungkuk, Pekanbaru. Namun, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.
 
"Tersangka belum ada, masih dalam penyidikan," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Ajun Komisaris Besar Edy Feriyadi, Sabtu, 13 Mei 2017.
 
Menurut Edy, polisi telah meminta keterangan dari 20 saksi terkait kasus pungli, baik dari narapidana, keluarga narapidana, maupun petugas lapas. Namun, penyidik belum menetapkan tersangka karena proses hukum baru ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan setelah gelar perkara. 
 
Menurut Edy, diperkirakan tersangkanya lebih dari satu orang. "Tersangka akan segera diumumkan setelah proses penyidikan, kemungkinan lebih dari satu orang," ujarnya.
 
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan 6 indikasi praktek pungli di Rutan Pekanbaru, di antaranya kunjungan tamu, menerima telepon dan pindah kamar, jumlah transaksinya mencapai jutaan rupiah. Transaksi dilakukan secara tunai maupun transfer antar rekening.
 
Proses penyerahan uang, kata dia, dilakukan melalui perantara dan secara langsung kepada oknum petugas. Namun Edy belum bersedia menyebut identitas pejabat rutan pelaku pungli tersebut. 
 
Menurut Edy, polisi telah mengantongi bukti pembayaran baik itu melalui pesan singkat handphone narapidana maupun rekening bank. "Ini menjadi pintu masuk kami melakukan penyidikan," ucapnya.
 
Sebelumnya, sebanyak 448 narapidana kabur dari Rutan Klas II-B Pekanbaru. Mereka kabur dengan cara mendobrak salah satu pintu hingga terbuka. Sebanyak 319 narapidana kabur berhasil ditangkap lagi, tetapi masih ada 129 narapidana yang menjadi buron.
 
Kaburnya narapidana itu diduga karena kekecewaan mereka atas pelayanan rutan yang buruk dan maraknya praktek pungli di sana. Selain itu, mereka mengaku kerap dipersulit dalam pengurusan cuti bersyarat. Ditambah lagi. jumlah narapidana di sana melebihi kapasitas. Rutan Klas II-B Pekanbaru yang seharusnya diisi 368 orang justru dihuni lebih dari 1.800 tahanan.(tpc/one)
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • KPU Bengkalis Lakukan Coklit Perdana di Kediaman Asisten I, Umi Kalsum

    BENGKALIS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis, Sabtu (20/1/18) menggelar kegiatan Pencocokan dan Penelitian (coklit). Coklit dilakukan serentak

  • PAN Buka Pendaftaran Bacaleg 2019, Untuk Masyarakat Bengkalis

    BENGKALIS - Dewan Pempinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) kabupaten Bengkalis mulai membuka pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg) diawal ta

  • Meski Faktanya Tidak Ada Manusia yang Benar-Benar Netral, Netralitas harus Digaungkan!

    BENGKALISONE - “Desember tahun lalu menpan mengeluarkan edaran larangan PNS menunjukkan dukungan politik di internet.”

    Semua sud

  • BAK Lipun: Bukan Hanya Kelalaian, Dugaan Aliran Dana Juga Harus Diungkap

    BENGKALIS - Sekretaris BAK- Lipun Wan Muhammad Sabri mengatakan penegak hukum jangan hanya memproses para oknum pegawai Lapas terkait kelalaian saja. Dugaan

  • KOMENTAR