• Home
  • Nasional
  • Ratna Sarumpaet Minta Maaf, Polri Tetap Lanjutkan Penyelidikan Kasus Hoaks

Ratna Sarumpaet Minta Maaf, Polri Tetap Lanjutkan Penyelidikan Kasus Hoaks

Kamis, 04 Oktober 2018 14:24
BAGIKAN:

JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menyatakan, pengakuan Ratna Sarumpaet yang berbohong soal penganiayaan terhadapnya tidak memengaruhi penyelidikan kasus dugaan penyebaran hoaks terkait penganiayaan tersebut.

“Ya, nggak papa meminta maaf, tapi proses tetap lanjut,” kata Setyo di Amos Cozy Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2018).

BERITA TERKAIT:

Dirkrimum Polda Metro Jaya Benarkan Memar di Wajah Ratna Sarumpaet Bekas Operasi Plastik

Setyo menyebut, dalam kasus ini, Polri telah menerima lima laporan mengenai dugaan pidana hoaks dan ujaran kebencian.

Selain Ratna, dalam lima laporan itu juga dilaporkan sejumlah tokoh politik, seperti Prabowo Subianto, Fadli Zon, dan Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiada Dahnil Anzar Simanjutak.

“Pelaporan polisi ada lima terkait ini di Polda Metro Kaya. Sebetulnya ada enam laporan. Yang satu minta diungkap kasus penganiayaan Ratna Sarumpaet. Yang lima minta diungkap kejanggalan kasus kebohongan kasus Ratna Sarumpaet,” tutur Setyo.

Satu laporan dinyatakan gugur setelah dipastikan tidak adanya penganiyaan terhadap Ratna. Dengan demikian, tinggal lima laporan yang akan diproses. Baca juga: Prabowo Persilakan Polisi Proses Hukum Ratna Sarumpaet Setyo menekankan, Polri akan memproses seluruh laporan masyarakat itu.

“Saya ingin memberikan gambaran dulu pada rekan-rekan proses penyidikan itu seperti mengumpulkan atau memainkan puzzel (potongan-potongan gambar) yang dikaitkan-kaitkan dan nanti pada saatnya kalau lengkap maka akan tergambarkan satu gambaran yang utuh,” kata Setyo.

BACA JUGA: Babak Belur, Wajah Ratna Sarumpaet Bengkak Dipukuli Sejumlah Orang

“Potongan-potongan, gambaran-gambaran ini adalah informasi, keterangan, barang bukti menjadi satu gambaran utuh. Nanti kita tahu si A perannya apa, si B perannya apa, si C perannya apa,” ujar Setyo.

Ratna Sarumpaet mengakui bahwa dia tidak pernah dianiaya atau dikeroyok. Ia mengaku telah berbohong kepada keluarga dan koleganya.

"Jadi tidak ada penganiayaan. Itu hanya khayalan entah diberikan setan-setan mana dan berkembang seperti itu," ujar Ratna di rumahnya di kawasan Kampung Melayu Kecil V, Jakarta Selatan, Rabu (3/9/2018).

Setelah pengakuan Ratna tersebut, Prabowo dan para politisi lainnya kemudian meminta maaf telah menyebarkan kebohongan.

 

Sumber: Kompas

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Pejabat di Lingkungan STAIN Bengkalis Harus Mampu Bekerja Profesional, Berintegritas dan Inovatif

    BENGKALIS - Ketua STAIN Bengkalis Prof. Dr. H. Samsul Nizar, M. Ag menyebut pejabat di lingkungan STAIN Bengkalis harus mampu bekerja sesuai dengan peraturan

  • MUI Kabupaten Bengkalis Apresiasi TNI, Polri dan Pemerintah Terkait Pengamana 21- 22 Mei 2019 di Jakarta

    BENGKALIS - Sebelumnya, Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, Amrizal S.Ag dengan tegas mengatakan tidak setuju dengan adanya rencana kegiatan People Power di Jakar

  • Ketua LAMR Kabupaten Bengkalis Ucapkan Selamat Kepada Jokowi-Maruf

    BENGKALIS - Pasca ditetapkannya Jokowi-Amin sebagai pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) berdasarkan Rapat Pleno

  • Pasca Pemilu Serentak 2019, Mari Jadikan Bulan Ramadan Penyejuk Ketegangan

    BENGKALIS - Tokoh Masyarakat Duri, Kabupaten Bengkalis, Dr. Syafni Anen berharap di bulan yang penuh berkah ini dapat menjadi penyejuk ketegangan pasca pemil

  • KOMENTAR