• Home
  • Nasional
  • Tersinggun Perkataan Ketua PPP dan Ali Ngabalin, SBY: Hati-hati Mengeluarkan Statement

Tersinggun Perkataan Ketua PPP dan Ali Ngabalin, SBY: Hati-hati Mengeluarkan Statement

Jumat, 27 Juli 2018 04:05
BAGIKAN:

BENGKALIS - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan juru bicara Istana, Ali Ngabalin berhati-hati dalam mengeluarkan statement.

SBY membantah pernyataan Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang menyebut tawaran Demokrat mengajukan cawapres tidak ditindaklanjuti Joko Widodo atau Jokowi. Sehingga alasan itu membuat Demokrat tak melabuhkan hatinya bergabung dengan parpol pendukung Jokowi.

SBY mengungkapkan, Demokrat tidak pernah mengajukan kadernya sebagai cawapres Jokowi. Begitu pula Jokowi yang tidak pernah menawarkan kader Demokrat sebagai pendampingnya di Pilpres 2019.

"Saya mendengar statement Bung Romi, pimpinan PPP, seolah SBY tidak jadi berkoalisi dengan Pak Jokowi lantaran yang ditawarkan jadi cawapres tidak diwadahi. (Itu) Salah." tegas SBY saat jumpa pers di kediamannya, Jl Mega Kuningan VII, Jakarta Selatan, Rabu (25/7).

"Bung Romi sahabat saya, saya tetap menjalin persahabatan tapi saya harap tetap berhati-hati dalam mengeluarkan statement seperti itu," sambungnya.

Tak hanya itu, SBY juga meminta juru bicara Istana, Ali Ngabalin berhati-hati dalam mengeluarkan statement. Ini menyusul pernyataan Ali Ngabalin yang menyebut Demokrat sulit bergabung dalam koalisi Jokowi di Pilpres 2019.

Menurut SBY, Partai Demokrat memiliki hak dalam menentukan hak politiknya dalam ajang lima tahunan itu. Dan itu tidak perlu meminta izin kepada Jokowi.

"Saya tidak harus izin sama beliau. SBY bukan bawahan Jokowi. Partai Demokrat bukan Partai Jokowi. Kami saling menghormati. Ngabalin hati-hati bicara," kata SBY.

SBY menekankan selama ini tak pernah sulit membangun komunikasi dengan Jokowi. Menurut presiden ke-6 RI, ini hambatan tersebut justru terjadi dengan koalisi partai pendukung Jokowi.

"Saya tidak mengatakan hambatan dengan Jokowi tetapi ada hambatan dengan koalisi. Nah bisa ditafsirkan sendiri soal itu. Dan tidak ada kata-kata harus minta izin. Saya tidak tahu sekolahnya di mana orang seperti itu," kata SBY.

Artikel ini lebih dulu tayang di Liputan6.com dengan judul: SBY Minta Ketum PPP dan Ali Ngabalin Hati-Hati dalam Bicara

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Nyambi Jual Sabu, ASN Bengkalis Dicokok Polisi

    BENGKALIS - Lagi, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, Riau yang nyambi menjual narkotika jenis sabu ditangkap P

  • Tokoh Masyarakat Duri Ajak Masyarakat Percayakan Soal Pilpres ke MK

    DURI - Tokoh masyarakat Duri Dr Syafni Anen mengajak masyarakat Duri untuk mempercayakan permasalahan hasil Pilpres 2019 kepada hakim Mahkamah Konstitusi.

  • Sengketa Pilpres di MK, Tokoh Masyarakat Serukan Menjaga Kabupaten Bengkalis Tetap Kondusif

    BENGKALIS - Sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Bengkalis angkat bicara terkait sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

  • Ketua MUI Kabupaten Bengkalis Menolak Kerusuhan Saat Sidang MK

    BENGKALIS- Ketua Majlis Ulama Kabupaten Bengkalis, H Amrizal S.Ag menolak dengan tegas kerusuhan yang anarkis saat akan dan sesudahnya sidang sengketa Pilpre

  • KOMENTAR