Antisipasi Dini Karhutla dan Kabut Asap, Bupati Meranti Pimpin Apel Siaga

Sabtu, 03 Februari 2018 16:46
BAGIKAN:
SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, bertindak sebagai pemimpin Apel Gabungan Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kepulauan Meranti. Kegiatan ini dalam rangka mempersiapkan personil Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan BPBD sebagai Garda terdepan untuk mengantisipasi Karhutla di Kepulauan Meranti, Jumat 3 Februari 2018.

Turut serta dalam Apel Siaga Karhutla, Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Yulian Norwis SE MM, Kepala Satpol PP Kepulauan Meranti Drs. Joko Surianto, Pemadam Kebakaran, Kalaksa BPBD Meranti Drs. Edi Afrizal M.Si, Kabag Humas Sekda Meranti Helfandi SE MM dan ratusan personil gabungan Satpol PP, BPBD Meranti dan Pemadam Kebakaran.

Dikatakan Bupati, kegiatan Apel siaga Karhutla itu sengaja digelar untuk menghadapi situasi kemarau panjang yang mungkin terjadi dalam beberapa bulan kedepan, dimana seperti pengalaman ditahun-tahun sebelumnya kemarau panjang berpotensi besar menimbulkan kebakaran hutan dan lahan.

"Sebagai petugas yang berada pada garda terdepan (Satpol PP, Pemadam Kebakaran, BPBD, red), dalam melindungi masyarakat mulai saat ini harus siaga 24 jam, terlebih dengan akan datangnya musim kemarau panjang yang cukup kering, kemungkinan kebakaran lebih besar dapat terjadi," ujar Irwan.

Diingatkan orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu, yang namanya bencana tidak bisa diprediksi kapan dan dimana terjadinya untuk itu kesiap siagaan sejak dini harus dilakukan. 

Meskipun secara aturan tugas memadamkan hutan dan lahan bukan sepenuhnya tanggung jawab Kabupaten tapi lebih pada Provinsi namun menurut Bupati, meminta hal itu dikesampingkan yang terpenting adalah menyelamatkan kampung dan daerah dari bencana kebakatan dan kabut asap.

"Saya minta seluruh satuan siaga 24 jam karena yang namanya bencana tak tentu kapan dan dimana terjadinya," ujarnya.

Untuk mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan menurut Bupati Meranti, tak cukup hanya dengan pengawasan oleh petugas, tetapi harus didukung dengan peran aktif seluruh lapisan masyarakat yang secara sama-sama mengantisipasi Karlahut. Karena jika terjadinya bencana kebakaran dan kabut asap yang menanggungnya adalah seluruh masyarakat. Untuk itu Bupati juga meminta petugas dari Satpol PP maupun BPBD lebih gencar melakukan sosialisasi ditengah masyarakat untuk selalu siaga terhadap terjadinya bencana Karhutla. 

"Sebagai Garda terdepan melindungi masyarakat dan ujung tombak serta corong pemerintah saya minta Satpol PP dan BPBD dapat memberikan pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama mengantisipasi Karlahut yang dapat menimbulkan kerugian secara menyeluruh baik dari segi materi, kesehatan serta kondusifitas daerah," paparnya lagi.

Seperti diketahui, Karlahut tidak saja disebabkan oleh alam tetapi juga karena faktor manusia yang dengan sengaja membakar lahan, membuang puntung rokok sembarangan atau aktifitas lainnya yang memanfaatkan api ditengah hutan.

Lebih jauh diingatkan Bupati kepada warga yang membuka lahan dengan cara membakar untuk menghentikan aktifitas tersebut, sebab disamping dapat memicu terjadinya Karhutla yang bersangkutan juga dapat dijerat pidana.

"Tentu saya tidak ingin warga kita tersangkut kasus hukum gara gara kedapatan membakar lahan, jadi saya minta petugas untuk mensosialisasikannya," tambahnya.

Ia juga meminta kepada RT dan RW dibawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk mengaktifkan lagi masyarakat peduli api sehingga jika terjadi Karlahut dan Kabut asap segera dapat dikendalikan. 

Akhir kata Bupati Meranti juga mengingatkan kepasa perusahan yang memiliki hak guna lahan agar lebih intensif mengawasi lahannya sebab jika terjadi Karlahut sesuai dengan intruksi Presiden RI Joko Widodo hak guna lahan oleh perusahaan dapat dicabut.(hms setda/nur)
BAGIKAN:
KOMENTAR