• Home
  • Pemerintah Daerah
  • Bupati Buka FGD Strategi Perencanaan Pembangunan, Komit Beri Kemudahan Investasi Kepada Investor

Bupati Buka FGD Strategi Perencanaan Pembangunan, Komit Beri Kemudahan Investasi Kepada Investor

Senin, 27 Januari 2020 17:35
BAGIKAN:
MERANTI - Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si, membuka sekaligus mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Inventarisasi Potensi Ekonomi dan Strategi Perencanaan Pembangunan Ekonomi di Meranti, dalam kegiatan yang salah satu tujuannya adalah untuk menyusun formulasi perencanaan yang tepat dalam menggesa pembangunan daerah itu, Bupati menyampaikan komitmen Pemkab. Meranti dalam memberikan kemudahan perizinan bagi pengusaha dan investor yang ingin berinvetasi di Kota Sagu, bertempat di Ballroom Hotel Grand Meranti, Selatpanjang, Senin (27/1/2020).
 
Turut hadir sebagai Nara Sumber Presiden Institut Otonomi Daerah Jakarta Prof. Dr. Djohermansyah Johan, Ketua DPRD Meranti Jack Ardiansyah, Penjabat Sekdakab. Meranti Bambang Supriyanto SE MM, Kepala Bappeda Meranti Dr. H. Makmun Murod MM, Asisten III Sekdakab. Meranti H. Rosdaner SPd MPd, serta Jajaran Pejabat Eselon II dan III, serta Camat Se-Kabupaten Meranti, Ketua MUI Meranti H. Mustafa SAg MM, Pimpinan Perguruan Tinggi, Perwakilan Perusahaan PT. EMP, RAPP, Sampoerna Agro, Pihak Perbankan, Ormas, Tokoh Masyarakat/Agama dan Stakeholder terkait lainnya.
 
Seperti disampaikan Kepala Bappeda Meranti Dr. H. Makmun Murod, Kabupaten Meranti masih memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi dibanding Kabupaten Kota lainnya di Riau. Namun dibalik permasalahan itu ternyata pertumbuhan ekonomi di kota Sagu ini naik cukup signifikan artinya jika semua potensi ekonomi yang ada di Meranti dapat dikelola dengan maksimal diyakini dapat menyelesaikan permasalahan kemiskinan tersebut. Dan melalui kegiatan FGD ini diharapkan dapat dirumuskan berbagai strategi solusi untuk menuntaskan kemiskinan dan percepatan pembangunan daerah. 
 
Adapun tujuan dari acara ini disampaikan Kepala Bappeda pertama untuk mengidentifikasi potensi ekonomi sebagai dasar peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengembangan wilayah dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Kedua untuk mendorong penguatan dan pengembangan produk lokal. Ketiga untuk menyusun formulasi perencanaan yang tepat dalam menggesa pembangunan di Meranti.
 
Menyikapi kegiatan itu, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, sangat menyambut baik kegiatan FGD tersebut dalam upaya mencari solusi yang tepat dalam pengentasan masalah kemiskinan, dengan mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
 
Dijelaskan Bupati Irwan, angka kemiskinan di Meranti jauh menurun dari saat terbentuknya Kabupaten yang berada diangka 43 persen lebih menjadi 27 persen saat ini atau sebanyak 43 ribu jiwa. Ditengah angka kemiskinan yang cukup tinggi itu ternyata kinerja ekonomi Meranti cukup baik mencapai 3.9 Persen, angka ini jauh di atas rata-rata Provinsi Riau yang hanya berkisar diangka 2.3 Persen.
 
"Artinya pertumbuhan ekonomi di Meranti lebih baik dari Kabupaten Kota lainnya di Riau," ujar Bupati.
 
Hal ini menurut Bupati Irwan, sapah satunya disebabkan oleh komitmen dari Pemkab. Meranti yang berupaya secepatnya untuk melaksanakan kegiatan anggaran sehingga dana APBD tidak lama-lama mengendap di Bank. Selain itu juga selalu berupaya membayar gaji dan insentif pegawai tepat waktu.
 
"Dengan begitu uang dapat beredar dipasaran dan menggerakkan sektor-sektor ekonomi masyarakat," jelas Irwan.
 
Dan yang tak kalah penting dikatakan Irwan adalah Pemkab. Meranti komit menjamin semua industri kerakyatan berjalan dengan lancar dengan tidak membiarkan perilaku birokrasi pola lama yang berbelit-belit sehingga menghambat jalannya investasi di suatu daerah.
 
"Kita selalu mendorong agar anggaran yang ada segera digunakan agar dapat beredar dipasaran, kita juga tidak membiarkan perilaku birokrasi yang dapat menghambat berkembang nya investasi," jelas Bupati.
 
Hal ini ditegaskan Bupati sesuai dengan komitmen dari Pemkab. Meranti yang selalu memberikan kemudahan kepada pengusaha dan investor yang ingin berinvestasi di Meranti. 
 
"Kepada para pejabat saya minta untuk memberikan kemudahan kepada pengusaha sehingga mereka tidak merasa berat untuk membuka usaha di Meranti. Jangan ada lagi kata jika bisa dipermudah kenapa dipersulit," tegas Bupati. 
 
Bupati mengibaratkan pengusaha atau investor seperti memelihara ayam bertelur emas yang jika dirawat dan diperhatikan dengan baik akan menghasilkan banyak telor yang manfaatnya akan dirasakan oleh pemeliharanya yakni pemerintah sendiri.
 
OPD yang dimaksud Bupati adalah Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu,  dimana ia telah mengintruksikan untuk melakukan pelayanan prima dengan memanfaatkan teknologi internet. Sehingga para pengusaha yang ingin mengurus izin tidak perlu lagi datang kekantor tapi cukup dengan membuka situs Pemda di internet semua administrasi perizinan selesai.
 
"Jadi bagi pengusaha tidak perlu lagi datang kekantor untuk mengurus perizinan cukup akses lewat internet saja, tahun ini saya harapkan tidak ada lagi yang dipersulit, kita ingin kemiskinan di Meranti dapat turun signifikan dan pelayanan publik yang semakin baik," pungkas Bupati Irwan. 
 
Sekedar informasi dalam kegiatan FGD yang ditaja oleh Bappeda Meranti itu, menghadirkan Nara Sumber yang sangat profesional yakni Prof. Dr. Djohermasnyah Johan, beliau adalah Presiden Institut Otonomi Daerah dan juga Mantan Dirjend Otda Kemendagri, diharapkan melalui pemaparan mantan Plt. Gubernur Riau ini dapat memberikan pemahaman kepada para Kepala OPD untuk merumuskan berbagai program kebijakan dalam upaya pengentasan masalah kemiskinan dan mengesa pertumbuhan serta kesejahteraan masyarakat Meranti. 
 
Sekedar informasi dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara Pemkab. Meranti dalam hal ini Bupati Meranti Drs. H. Irawan M.Si dan Presiden Institut Otonomi Daerah Prof. DR. Djohermansyah Johan terkait dukungan perumusan kebijakan pembangunan. (Hms)
BAGIKAN:
KOMENTAR