Bupati Ingin Ikan Lele Jadi Komoditi Bisnis Yang Prospek

Jumat, 20 April 2018 18:06
BAGIKAN:
MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si melakukan panen raya Ikan Lele di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Panen raya Ikan Lele hasil kerjasama Pemkab Meranti, Universitas Riau melalui Project ICCTF itu, dipusatkan di kolam Budidaya Ikan POKMAS Desa Sungai Tohor Project ICCTF FAPERIKA UR, Kamis (19/4/2018).

Turut bersama Bupati, Kepala Dinas Perikanan Provinsi Riau Herman Mahmud M.Si, Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Yulian Norwis SE MM, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Meranti Ir. Anwar Zainal, Ketua TIM Project ICCTF UR Ir. Joko Samiadji, Kadis Pariwisata Meranti H. Ismail, Kabag Humas Protokol Meranti Helfandi SE M.Si, Camat Tebing Tinggi Timur Suyatno, Kades Sungai Tohor Efendi dan lainnya.

Pada kesempatan itu Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si melakukan panen di kolam budidaya ikan Lele dengan total 32 kolam. Dari pantauan media budidaya yang dilakukan oleh Fakultas Perikanan UR dibantu masyarakat Sungai Tohor cukup berhasil, terbukti dengan hasil panen yang cukup banyak dan kualitas ikan yang baik.

Selain melakukan panen Ikan Lele, Bupati Meranti dan rombongan juga melakukan peninjauan Hutan Eco Wisata Mangrove yang juga masuk dalam Project ICCTF UR.

Menyikapi hal itu Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, mengucapkan apresiasnya atas berjalannya program budidaya ikan Lele yang dilaksanakan oleh Fakultas Perikanan UR dan masyarakat atas dukungan dana dari ICCTF, ini merupakan organisasi yang berasal dari Inggris yang menghimpun sumbangan dari para donatur pajak yang peduli dengan pelestarian lingkungan khususnya rawa gambut dikawasan pesisir.

"Terima kasih atas bantuan program yang telah dijalankan semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat Sungai Tohor dan sekitarnya," ucap Bupati Irwan.

Bupati berharap, melalui program itu sekaligus dapat mengedukasi masyarakat dalam rangka meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Ucapan terima kasih juga disampaikan Bupati Meranti,à kepada masyarakat yang telah memanfaatkan bantuan ini dengan sangat baik. Sehingga ikan lele ini dapat menjadi komoditi bisnis yang prospek dalam upaya mengangkat kesejahteraan masyarakat.

Agar program ini terus memberikan manfaat kepada masyarakat, Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si meminta kepada dinas terkait, baik tingkat Provinsi dan Kabupaten untuk terus memberikan pembinaan berkelanjutan kepada masyarakat.

"Mari bersama kita kelola ikanya, nikmati hasilnya dan masyarakat bisa mandiri," harap Bupati Irwan.

Bupati Meranti mengingatkan kepada masyarakat untuk menyisihkan hasil panen untuk membeli bibit dan pakan ikan sehingga manfaat yang didapat terus berkelanjutan.

"Saya yakin masyarakat Sungai Tohor bisa melakukannya," ujar Bupati.

Keinginan Bupati Kepulauan Meranti yang ingin memberdayakan masyarakat pesisir melalui pengembangan budidaya ikan, mendapat tanggapan positif dari Kepala Dinas Perikanan Provinsi Riau Ir. Herman Mahmud, dikatakannya, saat ini pihaknya tengah fokus pada pengembangan potensi perikanan khususnya didaerah pesisir seperti Dumai, Rokan Hilir, Siak dan Meranti.

Salah satu yang akan dikembangkan adalah budidaya ikan Kakap Putih dan Udang Vaname dengan menggunakan Keramba Jaring Apung yang akan dibangun disepanjang tepian daerah pesisir.

"Meranti sangat layak untuk budidaya ikan dengan keramba jaring apung namun yang menjadi masalah hanya pada Pakan Ikan yang jika tidak seimbang maka hasilnya tidak akan memuaskan," papar Mantan Kepala Cabang Dinas Perikanan Bengkalis yang sempat bertugas didaerah Meranti itu.

Khusus untuk daerah Sungai Tohor sendiri, Herman berjanji akan membantu dana sebesar 500 juta dalam bentuk keramba jaring apung.

Sementara itu, Perwakilan Fakultas Perikanan Universitas Riau Ir. Joko Samiadji yang juga Ketua Tim Project ICCTF, menjelaskan, dalam menjalankan program budidaya Ikan Lele dikolam Budidaya Ikan POKMAS Desa Sungai Tohor Project ICCTF FAPERIKA UR, dirinya bersama Tim telah bekerja selama 16 Bulan, terdiri dari 10 Dosen Bidang Perikanan, yang dibantu 12 Alimni bidang perikanan, kehutanan dan lingkungan hidup.

Alumni yang dilibatkan dalam tim Project ICCTF FAPERIKA UR itu, diakui Joko Samiadji merupakan putra asal Meranti terbaik yang cukup ahli dibidangnya masing masing.

Selama 16 bulan menjalankan program, selain melakukan budidaya Ikan Keli, Tim Project ICCTF FAPERIKA UR, berupaya untuk mengurangi dampak gas emisi karbon dengan melakukan penanaman Mangrove, Sagu dan juga Karet, selain itu Timnya juga berupaya memberdayakan masyarakat sesuai dengan ilmu dan keahlian yang dimiliki. 

"Kita juga membina POKMAS Pariwisata di hutan mangrove, hal ini sesuai dengan Nawa Cita Presiden Jokowi yang fokus pada pengembangan daerah Maritim," pungkasnya.

Kades Sungai Tohor Efendi, berharap diberikan bantuan bibit dan bantuan pakan ikan, sehingga program yang dilaksanakan itu bisa berkelanjutan. Dan yang tak kalah penting bantuan mesin pengolah hasil ikan menjadi makanan yang bernilai ekonomi tinggi.(rls/nur)
BAGIKAN:
KOMENTAR