Kembangkan Lahan Pertanian, Bupati Meranti Teken MoU Dengan Investor

Kamis, 15 Maret 2018 19:10
BAGIKAN:
MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, melakukan penandatanganan MoU Program Kemitraan Pola Bapak Angkat dalam Pengembangan Lahan Pertanian di Desa Tanjung Pranap antara Kelompok Tani Kenunduk Putih dengan Sugiharto Tanuwidjaya.

Penandatanganan MoU langsung dilakukan oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si dan Sugiharto Tanuwidjaya serta Kepala Desa Tj. Pranap Aswandi.

Penandatanganan kerjasama pengembangan lahan pertanian itu juga turut disaksikan oleh Camat Tebing Tinggi Barat Drs. Idris Sudin, Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekda. Meranti Helfandi SE M.Si, Kabid Perindustrian Disperindag Meranti Rudi, Kepala Desa Tanjung Pranap Aswandi, Kapolsek Tebing Tinggi Barat, serta rombongan investor dari Taiwan.

Pada kesempatan itu Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, menyambut baik rencana Sugiharto Tanuwidjawa, sebagai bapak angkat dalam pengembangan lahan pertanian di Desa Tj. Pranap. Diharapkan dengan terlaksananya program ini dapat memberdayakan lahan lahan tidur yang ada untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sekedar informasi, program bapak angkat yang akan dilaksanakan ini akan memgggunakan lahan seluas 200 Ha. Yang berlokasi di Desa Tj. Pranap. Nantinya dilahan tersebut akan ditanami batang Jarak, biji bijian, sayur mayur, cabe, jagung dan lainnya yang dapat diserap oleh pasar dalam dan luar negeri.

Demi suksesnya program yang didukung penuh oleh Pemkab. Kepulauan Meranti dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan itu, Bupati Meranti mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan turut memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan perkebunan yang produktif. 

"Para investor luar negeri saja bersemangat dalam memgembangkan lahan perkebunan di Desa Tj. Pranap, hendaknya semangat yang sama juga ada pada masyarakat," harapnya.

"Semoga program ini dapat mendorong gairah masyarakat untuk memanfaatkan dan mengelola lahan tidur di Desa Tj. Pranap bersama bapak angkat," tambahnya.

Nantinya Bupati berpesan, hasil perkebunan nanti selain untuk kepentingan ekspor juga ada pembagian untuk masyarakat.

Diakui Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si, Pemkab. Meranti sangat serius mendukung program pengembangan pertanian di Desa Tanjung Pranap, karena menurutnya ini merupakan kegiatan produktif yang diyakini dapat mendorong taraf ekonomi dan kesejahteraan masyatakat, dengan begitu angka kemiskinan yang cukup tinggi di Meranti berada diangka 29.8 persen dapat segera ditekan.

Lebih jauh dikatakan Bupati, dalam mengangkat taraf ekonomi masyarakat perlu terobosan, dan pemanfaatakan lahan tidur menjadi lahan perkebunan produktif ini merupakan salah satu cara yang efektif. Kedepan dalam rangka mendukung pengembangan potensi perkebunan di Kecamatan Tening Tinggi Barat itu, Pemkab. Meranti akan berupaya membangun jalan akses yang dapat menghubungkan Selatpanjang-Buton.

Seperti diketahui, Pemkab. Meranti didukung Pemprov Riau telah berupaya membangun jalan dikawasan Kampung Balak namun karena kondisi alam yang tidak memungkinkan proyek jalan tersebut sulit dituntaskan. Kedepan Pemkab. Meranti akan mengupayakan lokasi baru sebagai alternatif sehingga jalan tersebut dapat terhubung. Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si, meyakini jika hal itu terwujud maka Desa Tanjung Pranap akan menjadi desa yang maju.

Dihadapan para investor dari Taiwan yang juga hadir, Bupati Meranti mengajak untuk turut memanfaatkan lahan lahan tidur yang banyak di Meranti untuk dijadikan perkebunan produktif. Seperti yang akan dilakukan di Kecamatan Pulau Merbau, dimana investor dari Taiwan akan membuka tambak udang dilahan seluas 1000 Ha.

"Saya harap investor Taiwan lainya juga dapat memberdayakan lahan tidur yang ada di Meranti dalam upaya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat," ungkapnya.

Sementara itu, Bapak angkat kemitraan Sugiharto Tanuwidjaya, mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Tanjung Patanap dalam pengembangan sektor pertanian setempat semoga dapat mendorong meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Kepada tokoh masyarakat, Sugiharto mengaku terkesan dengan potensi kebun cabe dan jagung yang dikembangkan oleh Kades Tj. Pranap, yang dapat tumbuh dengan subur. Hal itu mendorong para peneliti Sugiharto untuk melakukan riset yang hasilnya menyatakan lahan tidur di Desa Tj. Pranap sangat layak dijadikan lahan perkebunan.

Sugiharto juga berharap jaminan keamanan dan kemudahan investasi kepada Pemkab. Meranti sehingga tahap demi tahap pekerjaan yang telah disusun dapat berjalan dengan lancar sehingga kerjasama ini dapat terus ditingkatkan demi membantu masyarakat khususnya Desa Tanjung Pranap.

Sugiharto akan melakukan penanaman kacang, kedelai, biji bijian serta sayuran. Dan tanaman yang telah sukses dipasaran yakni biji jarak yang akan disebarluaskan diseluruh Kepulauan Meranti.

Untuk tahap awal akan dilakukan uji coba lahan masyarakat seluas 200 Ha, jika dalam tempo 6 bulan kedepan, hasil perkebunan bisa tumbuh dengan subur maka akan dilanjutkan dengan perjanjian atau MoU berikutnya.

Menyangkut konsep pertanian yang akan dikembangkannya adalah konsep pertanian modern berstandart Internasional sehingga hasilnya dapat di ekspor untuk mencukupi kebutuhan lokal dan negara maju di asia.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Tanjung Pranap, Aswandi, atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada bapak angkat Sugiarto yang masih melirikDesa Tj. Pranap.

"Terima kasih kami ucapkan karena Tj. Pranap sebuah desa terisolir masih dilirik oleh para investor, mudah mudahan kedepan Desa Tj. Pranap yang terkenal dengan penghasil Kayu Balak, dapat kembali jaya seperti dahulu. Yang kali ini akan dijadikan pusat perkebunan dan tanaman hortikutura.

Kepala Desa Tj. Pranap juga menginformasikan, kalau wilayahnya juga mendapat bantuan dari Badan Restorasi Gambut (BRG) seluas 10 Ha. Yang akan ditanami tanaman jagung. Selain itu Desa paling ujung di Kecamatan Tebing Tinggi Barat ini akan didatangi rombongan mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang akan mempraktekan tanaman Tumpang Sari. Dengan dukungan berbagai pihak itu, Kepala Desa Tj. Pranap, Aswandi meyakini desanya akan menjadi mutiara hitam di Kepulauan Meranti.(rls/red)
BAGIKAN:
KOMENTAR