Musrenbang di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Wabup Ingatkan OPD Soal Pembangunan

Selasa, 04 Februari 2020 14:43
BAGIKAN:
MERANTI - Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, membuka dan mengikuti kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Musrenbang RKPD Tahun 2021 di Kecamatan Tasik Putri Puyu. Dalam acara menghimpun aspirasi program pembangunan Kecamatan yang disinergikan dengan program di tiap OPD tersebut, Wabup berpesan kepada OPD untuk mengimbangi antara pembangunan Infrastruktur dengan pembangunan SDM, bertempat di Kantor Camat Tasik Putri Puyu, Desa Bandul, Senin (3/2/2020).
 
Turut mendampingi, Wakil Bupati, Wakil Ketua DPRD Meranti H. Khalid Ali, Kepala Bappeda Meranti Dr. H. Makmun Murod, Camat Tasik Putri Puyu Sugiati, Kepala Dinas Pendidikan Meranti H. Nur Iman, Kasatpol PP Meranti Helfandi SE M.Si, Kadishub Meranti Dr. Aready, Kepala Dinas LHK Meranti Drs. Irmansyah M,Si, Kepala Dinas Perindag Meranti Drs. Azza Fahroni, Kepala Dinas Perkebunan dan Ketahan Pangan T. Efendi, Kepala Dinas Kesehatan dr. Misri, Kepala Badan Kesbangpol, Meranti Drs. Tazrizal Harahap, Kepala Badan Perpustakaan Drs. Husni Gamal, Kepala Dinas Perikanan Meranti Heldi SE, Kadis Sosial Meranti Agusyanto S.Sos, Kadis Pariwisata Rizki Hidayat, Kadis Pertanian M.Arif, Kabag Humas dan Protokol Meranti Rudi MH, Kabag Kesra Sekdakab. Meranti  Hery Saputra SH dan sejumlah pejabat Eselon III lainnya, Para Kepala Desa Se-Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kapolsek, Danramil, Tokoh Masyarakat/Agama, BPD dan lainnya.
 
Seperti dijelaskan oleh Kepala Bappeda Meranti Dr. Makmun Murod, kegiatan Musrenbang Kecamatan ini sesuai dengan Amanah Permendagri No. 86 Tahun 2017. Dan untuk Tahun 2020 ini Pemda Meranti fokus pada pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Industri Hilir.
 
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan penajaman dan penyelarasan usulan pembangunan Desa/Kelurahan yang diintegrasikan dengan pembagunan daerah di wilayah Kecamatan yang mengacu pada rencana program RKPD Kabupaten. 
 
Lebih jauh dikatakan Kepala Bappeda, saat ini tingkat pertumbuhan eknomi Meranti cukup baik diangka 3.4 Persen angka itu jauh di atas angka rata-rata Provinsi, namun angka kemiskinan di Meranti juga tinggi. Begitu juga Indek Pembangunan Manusia di Meranti masih diangka IPM 65.23 jauh dibawah rata-rata Provinsi 73 lebih.
 
"Artinya masih banyak yang harus diperjuangkan agar dapat menekan angka kemiskinan di Meranti," ujar Murod.
 
Sementara itu Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, menegaskan Pembangunan Infrastruktur tetap menjadi fokus taja Pembangunan di Meranti khususnya jalan dan jembatan pembuka aksesbilitas daerah. Namun yang juga penting menjadi perhatian adalah masalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas kesehatan.
 
Untuk itu Wabup mengingatkan kepada semua Kepala OPD untuk menyeimbangkan antara Pembangunan Infrastruktur dengan Pembangunan SDM dan Fasilitas Kesehatan.
 
"Kita tidak ingin generasi Meranti ke depan menjadi generasi yang hilang, ada tapi seperti tidak ada karena tidak mampu bersaing, untuk itu koordinasi di lapangan sangat penting karena tujuan membangun infrastruktur adalah untuk membangun jiwa dan raga masyarakat yang sejahtera adil dan makmur," jelas Wabup.
 
Dicontohkan Wabup, saat ini Pemkab. Meranti tengah fokus pada pembangunan Centra Industri, jika pembangunan itu tidak diiringi dengan pembangunan SDM maka tidak akan ada artinya.
 
"Kita membangun Centra Industri jika kita tidak memiliki SDM siapa yang bisa mengelolanya, untuk itu perlu peningkatan kualitas pendidikan dan yangbyak kalah penting asupan gizi yang cukup," papar Wabup.
 
Kemudian menyangkut Dana ADD yang cukup besar, Wabup berharap dana ini bukan hanya digunakan untuk membangun infrastruktur fisik semata tapi juga kualitas SDM.
 
"Pemerintah Desa dibekali dengan uang yang cukup besar, saya berharap dana ini jangan hanya untuk  membangun fisik semata tapi juga kualitas SDM. Libatkan Kader Posyandu untuk mendata ibu hamil dan balita masalah gizi ibu hamil dan balita harus juga menjadi prioritas,"tegas Wabup.
 
Selain itu kepada Kades, Wabup meminta setiap program yang tidak tertampung melalui dana Desa dapat di usulkan di Musrenbang.
 
"Kita ingin ke depan SDM Meranti menjadi generasi yang unggul sebagai sapah satu faktor kunci berhasilnya pembangunan Meranti,"ucapnya lagi.
 
Untuk sektor Pendidikan, Wabup Meranti H. Said Hasyim, meminta kepada Dinas terkait tidka perlu banyak sekolah yang penting adalah adanya sekolah unggul, atau pesantren unggul agar para orang tua di Meranti tidak perlu lagi menyekolahkan anaknya keluar kota.
 
Selanjutnya dihadapan para Kepala OPD yang mengikuti Musrenbang Kecamatan ini, Wabup menekankan tidak perlu terlalu banyak daftar list kegiatan tapi disesuaikan dengan dana yang ada.
 
"List program tidak perlu banyak yang perlu menjadi perhatian disinergikan dengan program Kabupaten, Provinsi dan Pusat," jelasnya.
 
Terakhir Wabup menegaskan untuk membangun Meranti tidak bisa sendiri tapi sangat membutuhkan investor untuk itu ia berharap kepada masyarakat untuk dan pihak perusahaan untuk sama-sama menciptakan situasi yang kondusif dan mampu membuat investor nyaman berinvestasi di Meranti. 
 
"Yang penting bagaimana Perusahaan dapat menjalankan tanggungjawab sosialnya kepada masyarakat, hak hak masyarakat tempatan dikeluarkan dan terlayani kebutuhannya," pungkas Wabup.
 
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Meranti H. Khalid Ali dalam sambutannya mengajak masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama memperjuangkan Meranti menuju Meranti yang sejahtera aman dan damai. Sebagai Wakil rakyat dirinya sangat berkomitmen untuk merealisasikan aspirasi masyarakat. 
 
Untuk itu Legislator berharap kepada Dinas PU dapat memprioritaskan pembangunan jalan di Tasik Putri Puyu sehingga akses antar Desa semakin lancar caranya dengan membangun jembatan dan jalan. Kemudian untuk Dinas Pendidikan Khalid Ali meminta honor guru dapat dibantu, Dinas Perkebunan pembanguan Cetak Sawah bagaimana masyarakat dapat meningkatkan produksi beras, begitu juga Perikanan. Terakhir kepada pendamping Desa Legislator Meranti ini meminta para Pendamping PKH dapat melakukan pendataan kembali penerima PKH agar lebih tepat sasaran.
 
Camat Tasik Putri Puyu Sugiati dalam pemaparannya, menjelaskan Kecamatan Tasik Putri Puyu memilki luas wilayah sebesar 551 KM dengan jumlah penduduk mencapai 17 ribu jiwa lebih yang tersebar di 10 Desa.
 
Tasik Putri Puyu memilki potensi Budidaya Perikanan dan Perikanan Tangkap, Perkebunan Sagu, Sawah Padi, serta Pinang. Kemudian potensi Pariwisata Tasik Putri Puyu.
 
Permasalah yang dihadapi dari dulu masih seputar abrasi yang terjadi hampir di seluruh bibir pantai terparah di Tj. Pisang, Selat Akar.
 
Pembangunan infrastruktur prioritas tahun 2020 diantaranya Jalan Poros Desa Kudap sepanjang 2400 M dari bantuan keuangan, Jalan Desa Bandul sepanjang 3000 M, Penerangan PLN hampir disemua Desa, dan Pembangunan Gedung Sekolah di 5 Sekolah dari dana DAK.
 
Sekedar informasi, seperti disampaikan oleh Kepala Bappeda Meranti Dr. Makmun Murod, Program prioritas saat ini fokus pada pembangunan Industri Hilir bagaimana menciptakan Iklim usaha yang kondusif kemudian pengembangan Destinasi Pariwisata, Budidaya Perikanan, Pemberdayaan Fakir Miskin, Pemberdayaan Masyarakat KAT, Pembinaan Cacat, perlindungan jaminan sosial keluarga, sarana dan prasarana keagamaan, peningkatan mutu pendidikan dan tenaga pendidik, peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
 
Sektor Infrastrukur pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan, pengolahan air minum, sarana perhubungan, peningkatan pelayanan angkutan transportasi publik, serta pemasaran pariwisata. Bidang lingkungan hidup pembangunan kualitas lingkungan tata kelola sampah dan limbah, Konservasi SDA. 
 
Adapun program Prioritas Desa di Kecamatan Tasik Putri Puyu meliputi
 
-Desa Mengkirau : pembangunan fisik Pelebaran Jalan Alhuda dari Dusun I menuju Dusun III, Pembangunan Gedung TK dan Cetak Sawah.
 
-Mengkopot : diantaranya Bidang Kesehatan Pembangunan Gedung Puskesdes.
 
- Tanjung Pisang : Posyandu, Pembangunan Pelantar Penjemuran Ikan
 
-Selat Akar : Semenisasi Jalan Lingkar, Pengadaan Pompong 3 GT
 
-Desa Kudap : Pengadaan Pompong Nelayan Tangkap 5 GT, Pengadaan Bibit Pinang Batara.
 
-Bandul : Cetak Sawah.
 
-Dedap : Peningkatan Jalan Raja Laut, Pengadaan Bibit Sagu.
 
-Melar Delima : Pembangunan Turap Beton dan Base Jl. Raja Uda, Pengadaan Bibit Kelapa Hibrida.
 
-Desa Putri Puyu : Penimbunan Batu Base Jl. Pelabuhan Sukajadi, Pengadaan Bibit Pinang, Bidang Kesehatan Rehabilitasi Pustu Dakal.
 
-Desa Tanjung Padang : Pembangunan Streger Tanjung Padang, Semenisi Lapangan Upacara dll. (Hms)
BAGIKAN:
KOMENTAR