• Home
  • Pendidikan
  • Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, ini Pesan Adhyaksa Dault

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, ini Pesan Adhyaksa Dault

Kamis, 19 Juli 2018 03:20
BAGIKAN:

JAKARTA – Banyak metode untuk memotivasi siswa-siswi baru. Salah satunya dengan menghadirkan alumni almamaternya yang telah berhasil meniti karier dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Seperti yang dilakukan oleh SMAN 3 Jakarta, yang menghadirkan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault, Rabu (18/7/2018).

Alumni SMAN 3 Jakarta angkatan 1983 itu mengungkapkan, banyak alumni sekolahnya itu menjadi orang-orang hebat. Ada yang menjadi dokter; jenderal angkatan darat, angkatan udara, angkatan laut, Polri; seniman terkenal, artis hingga menteri. Karena itu, Adhyaksa memberikan tips agar mereka dapat mengikuti jejak para alumninya tersebut.

“Bapak ingin kalian semua berhasil, bisa membawa nama baik SMAN 3. Sang juara tidak muncul tiba-tiba. Sang juara pasti melalui pembinaan sejak belia. Jadi, adik-adik, jangan gunakan waktu buat main-main,” kata Adhyaksa Dault dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/7/2018).

Menurutnya, anak-anak sekarang menerima informasi dengan mudah. Informasi seperti itu bisa membuat generasi muda mengalami penyakit “mad of anger” atau gila karena kemarahan dan “mad of joy” atau gila karena kesenangan.

"Dalam ilmu sosiologi, mad of anger ini akan memerlihatkan seorang remaja akan mengalami gangguan jiwa usai marah. Dan untuk mad of joy akan menunjukkan remaja yang tergila-gila dengan idolanya," terang Adhyaksa.

Ikut tren boleh, tapi jangan keblablasan. “Boleh senang sama artis, tapi di gadgetmu, harus ada gambar orang tuamu. Itulah idola kamu. Orang tua selalu berdoa semoga anaknya bermanfaat bagi bangsa dan negara. Itu salah satu perjuangan yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun,” harap Adhyaksa.

Pria yang hobi mendaki gunung ini juga berpesan kepada mereka agar banyak bersyukur bisa hidup di Indonesia. Mereka juga bisa makan, mandi, dan bahkan belajar di bangku sekolah. Sementara anak-anak di negara lain untuk mandi dan minum saja masih susah, bahkan ada yang mandi saja susah air dan masih mengungsi.

“Selain di negara lain, juga masih ada di Indonesia yang hidupnya susah. Makanya, kenikmatan yang Allah berikan kepada kita jangan disia-siakan. Kalau Islam, belajar Islam yang benar, yang Kristen, Hindu, dan yang lain juga belajar yang benar. Pokoknya agamanya harus dipertajam,” katanya.

“Mudah-mudahan, kalian bersyukur kepada Tuhan, kalian masuk SMAN 3, suasananya kondusif, guru-gurunya baik, jangan disia-siakan, juga banyak kegiatan. Ada sekarang di sini Pramuka, masuklah Pramuka. Kemarin yang senior-senior, kelas 2 dan kelas 3, ikut kegiatan Pelantara,” pungkasnya.

Natasya Ashil, salah satu siswi baru SMAN 3 Jakarta, mengaku senang sekali bisa bertemu dengan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini. Ia mengaku bangga, bahkan penasaran dengan perjalanan Adhyaksa Dault hingga bisa berada pada posisi sekarang.

“Pak Adhyaksa orang hebat. Senang sekali masa pengenalan lingkungan sekolah ini yang ngisi beliau. Semoga bisa menginspirasi saya dan teman-teman sehingga sukses,” akunya.

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Korem 031/WB Cek Fisik dan Administrasi Kendaraan Dinas

    PEKANBARU - Sebagai salah satu langkah penertiban dalam berlalu lintas, Rabu, (15/08/2018), Korem 031/WB melaksanakan pemeriksaan kelengkapan kendaraan dinas

  • Peduli Gempa Lombok, MTs Miftahul Huda Galang Dana

    PINGGIR - Bentuk kepedulian terhadap gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok, MTs Miftahul Huda, Desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis,

  • Wakili Presiden Jokowi, Gubernur Jatim Buka Pertemuan 4100 Pembina Pramuka di Desa Lebakharjo Malang

    MALANG - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo membuka Karang Pamitran Nasional 2018 di Lapangan Desa Lebakharjo, Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sela

  • MenPAN-RB Mundur, Begini Nasib Penerimaan PNS Baru

    JAKARTA - Kepala Biro Hukum Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Mudzakir mengatakan, mundurnya

  • KOMENTAR