Waspadai Anak dari Konten Pornografi di Internet

Sabtu, 21 Juli 2018 22:23
BAGIKAN:
ILUSTRASI

BENGKALISONE - Penggunaan internet saat ini semakin merajalela. Dari anak-anak hingga orang dewasa, seakan tak bisa jauh dari internet. Penggunaannya meski bermanfaat jika digunakan sesuai kebutuhan, namun ada dampak bahayanya juga untuk anak-anak jika tak dikontrol.

Konten pornografi dan seksualitas yang ditampilkan melalui internet, bisa saja memberikan dampak buruk dan berbahaya untuk perkembangan anak.

Inisiator gerakan 'Semua Murid Semua Guru', Najelaa Shihab, memberikan salah satu tips untuk menghindari bahaya dan pengaruh buruk pornografi di internet pada anak-anak usia dini.

Wanita yang karib disapa Ela itu menegaskan, peran orang tua dalam memberikan pendidikan seksualitas pada putra-putrinya, tidak boleh kalah cepat dengan para penjaja materi porno yang marak di dunia maya.

"Enggak ada anak yang punya akses internet yang enggak ingin tahu tentang pornografi. Jadi percakapan itu harus dibuka duluan sama orang tuanya. Tentang pacaran, hubungan, bahkan tentang pendidikan seksualitas," kata Ela saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu 21 Juli 2018.

Ela menegaskan, para orangtua seharusnya tampil pertama sebagai pendidik anak-anak mereka sendiri dalam masalah seksualitas tersebut.

BACA JUGA:

Menghukum Anak saat Berbuat Salah Bukan Solusi Beri Efek Jera

Jangan Terlalu Khawatir, Ini Manfaat Bila Anak Main Hujan

"Jadi kita main cepat-cepatan istilahnya. Mau anak kita diajarkan masalah seksualitas tersebut dari orang atau pihak lain, atau dari kita orangtuanya sendiri?" ujarnya.

Melalui pendidikan seksualitas langsung dari orangtua, Ela pun memastikan bahwa anak-anak usia dini itu nantinya akan tahu apa dan bagaimana seksualitas tersebut, serta batasan-batasan yang harus dijadikannya sebagai pedoman.

Oleh karenanya, kunci utama dari masalah itu adalah harus tersedianya ruang komunikasi yang baik antara orangtua dan anak, sehingga semua pola didik yang diberikan bisa dipahami bukan dalam kerangka paksaan atau bahkan ancaman.

"Jadi kalau tidak punya komunikasi yang baik, susah juga. Sehingga kalau kita tahu sedikit saja fakta bahwa anak mencari tahu tentang hal itu (seksualitas) di internet, umumnya banyak orang tua yang langsung reaktif, 'Jangan, itu dosa, bla bla bla'," kata Ela.

"Terus kalau sudah begitu, si anak ini dia langsung berhenti apa makin penasaran? Pasti makin penasaran kan. Makanya komunikasi yang baik itu adalah hal yang utama selain gadget atau bahkan akses internetnya itu sendiri," ujarnya.[viva]

 

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Bupati Segudang Prestasi Dilantik Menjadi Gubernur Riau

    JAKARTA - Presiden Joko Widodo resmi melantik Syamsuar sebagai Gubernur Riau (Gubri). Ia akan memimpin Riau 5 tahun ke depan, bersama wakilnya Edy Natar Nasu

  • Detik Detik Syamsuar-Edy Nasution Menuju Istana Negara Sebelum dilantik Presiden Joko Widodo

    JAKARTA - Mengenakan pakaian serba putih dengan tanda pangkat di kedua pundak dan tanda jasa di bagian dada sebelah kiri serta topi pet berwarna hitam, Syams

  • Tak Ada Perayaang Cap Go Meh, Warga Tionghua Bengkalis Sembahyang Di Vihara

    BENGKALIS - Warga Tionghoa Bengkalis melakukan sembahyang di Vihara Hok Ann Kiong, Selasa 19 Februari 2019 malam tadi di jalan Yos Sudarso, Kota Bengkalis.

  • Akibar Asap Karlahut, Sekolah di Rupat Sempat Diliburkan

    BENGKALIS - Usai ditetapkan Status Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis, hingga Selasa, 19 Februari 2019, di bebera

  • KOMENTAR