• Home
  • Peristiwa
  • Belasan Desa di Kampar Terisolir Akibat Jalan Rusak Parah

Belasan Desa di Kampar Terisolir Akibat Jalan Rusak Parah

Senin, 12 November 2018 15:23
BAGIKAN:
ILUSTRASI

PEKANBARU - Sebanyak 16 desa di dua kecamatan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau terisolasi akibat jalan utama sepanjang 14 kilometer yang menghubungkan desa tersebut rusak parah akibat meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

"Sekarang kondisinya sama sekali tidak bisa dilewati," kata Kepala Desa IV Koto Singkai, Sulaiman dihubungi dari Pekanbaru, Senin, 12 November 2018.

Desa IV Koto Singkai merupakan salah satu dari delapan desa yang terisolir akibat jalan berkontur tanah yang rusak parah hingga menjadi seperti bubur tersebut. Desa itu secara administrasi masuk ke dalam Kecamatan Kampar Kiri. Selain delapan desa di Kecamatan Kampar Kiri, juga terdapat delapan desa lainnya di Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang bergantung pada satu-satunya akses jalan utama tersebut.

Menurut Sulaiman, sejatinya warga desa telah berupaya meminta bantuan kepada pemerintah setempat dan pemerintah Provinsi Riau untuk segera melakukan pengaspalan jalan tersebut. Namun, berbagai upaya termasuk aksi demonstrasi yang dilakukan berulang kali hingga kini tak kunjung mendapat tanggapan.

Akibat jalan berkontur tanah mineral yang rusak berat itu, Sulaiman mengatakan harga kebutuhan sembilan bahan pokok untuk menopang kebutuhan utama ribuan warga di 16 desa yang terisolasi itu pun menjadi melonjak.

"Kami tak punya pilihan lain. Karena jika harus keluar itu sangat sulit. Motor, mobil tak bisa masuk. Kalaupun bisa harus menggunakan alat berat ataupun mobil truk besar meski tak dijamin bisa melintas," tuturnya.

Selain mengkhawatirkan melonjaknya kebutuhan harga bahan pokok, Sulaiman juga khawatir dengan jaminan kesehatan warganya. Dia mengatakan hingga saat ini tidak ada satupun fasilitas kesehatan seperti Puskesmas maupun Rumah Sakit berdiri di sekitar desa-desa.

Sehingga warganya terpaksa harus keluar dari desa jika ada yang sakit. Sementara kondisi jalan yang tidak bisa dilewati menjadi kekhawatiran tersendiri baginya.

"Ambulan masuk susah. Keluar juga susah. Kami warga desa juga tidak punya ambulan sendiri. Jadi kami mohon agar pemerintah bisa memperhatikan kami semua di sini. Yang kita butuhkan hanya akses jalan yang baik. Itu saja, tidak lebih," harapnya.[roci]

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Diresmikan Mendag, UPT Metrologi Legal Bengkalis Siap Lakukan Layanan Mandiri

    BENGKALIS – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Legal Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten Bengkalis resmi mandiri.

  • Jangan Dianggap Sepele, 5 Kebiasaan Ini Bikin Kamu Jatuh Sakit

    JAKARTA - Tugas kantor yang menumpuk bisa membuat tubuh menjadi lebih lelah dan rentan terkena penyakit. Semakin buruk kebiasaan kamu di tempat kerja yang ta

  • Rambah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, Bengkalis, Tim Gabungan Amankan Pecatan TNI

    PEKANBARU - Tim gabungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), TNI dan Polri menangkap seorang pecatan TNI bernama Sudigdo alias Digdo atas tudu

  • Sidang Tuntutan Kasus Narkoba 55 Kg dan Ribuan Pil Extasi Ditunda Kembali

    BENGKALIS - Sidang tuntutan kasus kasus 55 kg Sabu dan 46.718 butir Ektasi yang dijadwalkan Kamis 6 Desember 2018, batal digelar.

    Pengadilan

  • KOMENTAR