• Home
  • Peristiwa
  • Gempar! Warga Kampar Temukan Mayat Membusuk Gantung Diri

Gempar! Warga Kampar Temukan Mayat Membusuk Gantung Diri

Minggu, 26 November 2017 12:52
BAGIKAN:
tribratanewsriau
Warga Tapung Hilir Temukan jenazah Warga Membusuk Gantung Diri

KAMPAR - Warga Jalur 1 Desa Gerbang Sari Kecamatan Tapung Hilir, Sabtu pagi (25/11/2017) digemparkan dengan penemuan sesosok mayat yang telah membusuk di dalam sebuah rumah.

Korban tewas yang ditemukan warga ini adalah Tursin (LK 53), seorang penjaga kebun yang tinggal di sebuah rumah di Jalur 1 Desa Gerbang Sari Kecamatan Tapung Hilir Kampar.

Korban pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah sekaligus pemilik kebun tempat korban bekerja yaitu Sukiran (LK 51) yang tinggal di Desa yang sama.

Diceritakan oleh Sukiran bahwa ia terakhir kali bertemu dengan korban sebelum tewas pada tanggal 21 November 2017 lalu, saat itu korban masih bekerja memanen dan menimbang buah sawit miliknya.

Kemudian pada hari Kamis (23/11), saat saksi hendak memanen lagi buah kelapa sawit miliknya, korban tidak kunjung datang dan saksi menunggu sampai Sabtu keesokan harinya.

Setelah tak juga datang hingga hari Sabtu, timbul kecurigaannya kalau terjadi sesuatu dengan anak buahnya itu, selanjutnya sekira pukul 10.00 wib Sukiran mendatangi rumah korban.

Saat mendekati rumah tersebut tercium bau busuk, lalu saksi mengintip kedalam rumah dan melihat korban sudah dalam keadaan membusuk, kondisi rumah saat itu dalam keadaan terkunci dari dalam dan setelah dibuka ditemukan barang-barang berupa handpone dan dompet milik korban masih berada di rumahnya.

Sekira pukul 11.00 wib, anggota Polsek Tapung Hilir tiba di TKP dan mendapati korban sudah dalam keadaan membusuk dirumah tersebut, petugas menemukan adanya tali yang menggantung dari atap rumah yang sudah terputus, dan dileher korban juga terlihat sisa tali yang masih melekat.

Sekitar 1 jam kemudian datang dr. Dani Ritonga dari Puskesmas II Tapung Hilir untuk mengecek korban, menurut keterangan dokter bahwa korban tewas diduga akibat gantung diri dengan ciri-ciri lidah terjulur dan mata melotot, ditubuh korban juga tidak ada tanda-tanda kekerasan, diperkiran korban sudah tewas 3 hari sebelumnya.

Pihak keluarga An. Sartono yang merupakan adik kandungnya menolak dilakukan otopsi terhadap korban karena telah mengikhlaskan kematian korban, berdasarkan informasi diketahui korban sering mengeluh atas sakit yang dideritanya yang tak kunjung sembuh, diduga karena itulah korban stres sehingga nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Pihak keluarga juga menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi yang diserahkan kepada petugas Kepolisian.

Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto SIK, MH melalui Kapolsek Tapung Hilir AKP Rengga Puspo Saputro SIP, SIK, MH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Kapolsek bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP serta penyelidikan atas peristiwa ini.

Berdasarkan hasil olah TKP, Visum dan keterangan saksi-saksi, kuat dugaan korban tewas murni karena gantung diri, namun pihaknya akan terus menyelidiki untuk memastikan tidak ada tindak kejahatan terhadap korban, jelas Kapolsek.[dk]

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Terhenyak, 3 Pengedar Sabu 55 Kg Dituntut Hukuman Mati

    BENGKALIS - Juliar (23 tahun), Andi Saputra (27), dan Dedi Purwanto (25), terhenyak dengan mata berkaca-kaca duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Bengk

  • APK Membandel, Siap-siap Disisir Bawaslu

    PEKANBARU - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau saat ini sedang menginventarisir jumlah Alat Peraga Kampanye (APK) yang diduga melanggar aturan di provinsi Riau.

  • Ajang Promosi Para UKM, Pameran dan Bazar MTQ ke-XXXVII di Buka

    PEKANBARU - Salah satu bentuk nyata kerja keras Pemerintah Provinsi Riau dalam memajukan ekonomi antara lain dengan pameran dan bazar MTQ ke-XXXVII di Pekanb

  • Pembukaan Stand Bazar MTQ ke-XXXVII Tingkat Provinsi Riau, Bengkalis Target Juara 1

    PEKANBARU - Sebelum pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXVII tingkat Provinsi Riau tahun 2018, dibuka secara resmi, Gubernur Riau diwakili

  • KOMENTAR