• Home
  • Peristiwa
  • Identitas Mayat 'Ngapung' di Mentayan Belum Diketahui, Polisi Rilis Ciri Korban

Identitas Mayat 'Ngapung' di Mentayan Belum Diketahui, Polisi Rilis Ciri Korban

Kamis, 14 Desember 2017 19:08
BAGIKAN:

BENGKALIS - Sempat Heboh, sosok mayat ditemukan mengapung di pinggiran pantai Mentayan Desa Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis Riau, Rabu (13/12/17) petang kemaren sudah dilakukan Visum. Namun, Korban berjenis laki-laki itu belum diketahui identitas pastinya.

Kapolres Bengkalis AKBP Abas Basuni SIK, melalui Paur Humas Polres Bengkalis IPTU B. Purba, membeberkan ciri ciri korban. Menurutnya, dari hasil visum atau tes Medis RSUD Bengkalis, bahwa mayat diperkirakan berumur 30-40 tahun. Sedangkan tinggi badan 170 cm.
 
"Kondisi mayat ditemukan dengan perkiraan sudah 5-7 hari dan kondisinya sudah membekak, tetapi tidak ditemukan bekas adanya penganiayaan," ungkap Paur lagi.

Diutarakan Iptu B, Purba lagi, hingga saat ini, pihak keluarga yang merasa kehilangan belum ada mendatangi ke RSUD Bengkalis, maupun ke Polsek Bantan.

"Apabila sampai dua hari kedepan tidak ada yang mengakui mayat MR-X ini, maka pihak kepolisian akan melakukan kordinasi dengan Dinas Sosial untuk dilakukan pengebumian,"imbuh Purba.[rs]

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Menang Banding di PT Pekanbaru, Vonis Mati Tersangka Mutilasi di Rupat Gugur

    BENGKALIS - Melalui upaya banding di Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru, terpidana mati terdakwa Heriyanto (28) kasus pembunuhan di sertai mutilasi dengan korb

  • Pasca Terima Tunjangan, 23 Anggota DPRD Rohil Akhirnya Kembalikan Mobdin

    ROHIL - Sebanyak 23 anggota DPRD Rokan Hilir, Provinsi Riau dari 41 anggota sudah mengembalikan mobil dinas Fortuner pasca menerima dana tunjangan operasiona

  • Sanksi Berat ASN Share, Like atau Komentar Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur

    PEKANBARU - Pegawai Negri Sipil (PNS) wajib bersikap netral dalam Pilkada Serentak 2018, Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019. Entah itu sebagai

  • Polda Riau Bentuk Tim Cyber Antisipasi Ujaran Kebencian dan Hoax

    PEKANBARU - Untuk mengantisipasi adanya penyebaran ujaran kebencian dan isu-isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) jelang pemilihan Gubernur dan Wakil

  • KOMENTAR