Caleg Dumai: Panwaslu Tak Mengerti Demokrasi

Selasa, 04 Februari 2014 13:08
BAGIKAN:
Ir Muhammad Hasbi
DUMAI (POG) - Ajang pesta demokrasi Indonesia, Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif tahun 2014 di ambang pintu. Seiring dengan itu semakin banyak wajah-wajah bermunculan menawarkan diri agar bisa dipilih masyarakat untuk duduk dikursi legislatif di tingkat Nasional, Provinsi, maupun kabupaten/Kota. Hanya saja  dalam realisasinya, pelaksanaan demokrasi tersebut dihalang-halangi dan dibatasi oleh Panwaslu yang melarang pemasangan baliho dan iklan di media massa.

"Ini sama saja Panwaslu tidak mengerti dengan demokrasi, sebab orang ingin bersosialisasi dengan menggunakan baliho tetapi 
mengapa dilarang. Biarkan saja, mereka, sebab yang memilihkan masyarakat sekitar. Bagaimana orang ingin memilih wakilnya untuk duduk di DPRD kalau mereka tak tahu siapa yang akan dipilih," kata Muhammad Hasbi Caleg DPRD Dumai dari Partai Hanura.

Kalau warga dilarang untuk mengetahui siapa calegnya yang akan dipilih dalam Pemilu Legislatif di Bulan April 2014 mendatang, bisa jadi masyarakat akan "memilih kucing di dalam karung".

 Ya, kalau di jalan-jalan protokol dilarang memasang baliho, dapat ditolerir sebab akan menganggu pemandangan dalam 
berlalulintas, lalu kenapa di gang-gang juga dilarang. Hal ini sangat riskan sekali, sebab seharusnya warga tahu siapa yang akan dipilih, namun ketika dilarang warga jadi tak tahu siapa yang akan dipilih dalam Pemilu legislatif mendatang.

"Kita berharap masyarakat bisa benar-benar selektif. Dan yang terpenting, jangan tergiur dengan politik uang (money 
politic). Karena, apabila seorang Caleg ketika pencalonannya sudah merasa terbebani, maka ketika dirinya duduk sebagai anggota DPRD, tidak bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat," tandasnya.

"Saya tidak setuju jika Panwaslu melakukan pembersihan dan penertiban baliho dalam alat peraga pasangan caleg yang sudah 
terpasang, karena tindakan tersebut sangat mengekang makna dari demokrasi. jangan menjadi demokrasi arogan yang tidak memikirkan hak masyarakat untuk memilih," kata Hasbi.

Kalau masa sosialisasi dibatasi, bagaimana para caleg tersebut bisa diketahui oleh masyarakat sementara kegiatan Pileg 
tentang beberapa bulan lagi. Biarkan masyarakat yang memilih, jangan mereka dibatasi untuk memilih. (pog/zie)
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Musim Penghujan Rentan Diare, Begini Penjelasannya

    BENGKALIS – Disamping penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang sering diderita oleh ribuan masyarakat Bengalis, pada saat kabut asap melanda Negeri Junjungan, Diar
  • Am Klaim Menang Di Pilkada Bengkalis, Heru Ucapkan Tahniah Kepada Amril

    BENGKALIS - Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor urut dua Herliyan Saleh-Reza Pahlevi (HS), Heru Wahyudi mengucapkan selamat kepada Paslon nomor urut 1 Amril Mukminin- Muhamad (AM-Man
  • P2TP2A Harap Pelaku Pembuangan Bayi di Kuala Alam Secepatnya Ditangkap

    BENGKALIS -Pusat Pelayan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bengkalis berharap pihak Kepolisian mengusut tuntas dan menangkap pelaku pembuang bayi yang dite
  • PIK-R Nuansa SMANSA Solusi Masalah Para Remaja

    BENGKALIS -Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang bermukim di SMAN 1 Bengkalis siap menjadi sahabat sejati sekaligus memberikan solusi berbagai macam masalah bagi remaja
  • KOMENTAR