Kisruh Jaring Batu dan Rawai, Apa Perlu Bupati Turun Tangan?

Rabu, 11 Januari 2017 21:10
BAGIKAN:
Amril Mukminin
BENGKALIS -Hiruk pikuk soal kisruh antara nelayan rawai dan jaring batu di Kecamatan Bantan terus terjadi. Dalam beberapa bulan terakhir, tercatat setidaknya 3 kasus terjadi buntut dari konflik jaring batu.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bengkalis Amril Mukminin berencana akan turun mengunjungi nelayan rawai dan nelayan jaring batu.

Hal ini diungkap Amril saat ditanya wartawan usai pelantikan pejabat administrator dan pengawas dilingkungan pemerintah Bengkalis, Rabu (11/1/2017).

Menurut Amril, pihaknya akan turun bersama Forkompinda lainnya menemui nelayan, guna melakukan sosialisasi dan pencerahan kepada nelayan agar konflik nelayan jaring batu dan rawai tidak bekepanjangan.

"Nanti kita jadwalkan ke sana bersama Forkompinda lainnya," ungkap dia.

Diutarakan Bupati, konflik yang terjadi antara nelayan jaring batu dan nelayan Rawai beberapa waktu lalu menjadi perhatian pihaknya. Bahkan dia telah mengintruksikan dinas perikanan untuk menyelesaikan masalah ini.

"Kemarin sudah kita intruksikan dinas perikanan, namun seperti diketahui kewenangan kelautan yang dulunya ada dinas perikanan sekarang sudah di tarik provinsi," ungkapnya.

Namun pihaknya tetap berkoordinasi dengan instansi terkait seperti kepolisian serta pemerintahan kecamatan dan desa, agar menjaga kondisi di sana tetap kondusif.(Gus)
BAGIKAN:

BACA JUGA